26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Lelang Aset Koruptor KUPS Bank Jatim Bakal Dilakukan Bertahap

JOMBANG – Lelang aset Masykur Efendi, terpidana kasus korupsi KUPS Bank Jatim yang, bakal dilakukan bertahap. Ini setelah jumlah aset yang sudah di-appraisal tahun lalu, jumlahnya cukup banyak.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jombang Tengku Firdaus menjelaskan, jumlah aset yang disita dalam perkara ini cukup banyak. Proses lelang juga akan dilakukan dalam beberapa tahapan. “Nanti akan dilaksanakan perkuota, ada empat truk dan dua dumptruk duluan. Setelah itu baru lahan atau bagaimana teknisnya, yang jelas bergiliran,” katanya.

Ia mengaku akan tetap mempercepat progres lelang semua aset terpidana. Proses lelang juga akan dilakukan secara terbuka dan diikuti oleh masyarakat luas. “Yang jelas tetap diupayakan bisa cepat, karena ini jadi tunggakan kita untuk segera mengembalikan kerugian negara. Nilai Rp 45 miliar kan sangat besar,” tegas dia.

Baca Juga :  Reklame Topsell Langgar Perbup, Pemkab Diam Saja

Saat ditanya kapan pelaksanaan lelang, ia menyebut semua aset terpidana Masykur sudah ada progres. Termasuk melakukan langkah konfirmasi ke PPA Kejagung. Tahun lalu, jelasnya, proses lelang belum bisa dilakukan lantaran terganjal pekerjaan lain yang menjadi skala prioritas PPA Kejagung.

Untuk menyiasati, tim PPA Kejagung telah meminta KPKNL untuk memperpanjang masa waktu appraisal atau tranksasi aset yang dinilai. “KPKNL sudah memberi perpanjangan waktu, bulan ini mudah-mudahan bisa,” pungkas Firdaus.

Seperti diberitakan sebelumnya, Masykur Efendi divonis Mahkamah Agung dengan pidana penjara 9 tahun dan denda sebesar Rp 500 juta subsidair 1 tahun kurungan penjara dalam pengadilan kasasi. Selain itu, ia dijatuhi pidana tambahan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 45.885.166.358,15 dengan ketentuan bila tidak dibayar maka jaksa berhak melakukan penyitaan atas harta benda, atau jika masih tidak cukup akan diganti dengan kurungan penjara selama 3 tahun.

Baca Juga :  Pesta Sabu, Empat Pria di Jombang Dibekuk Polisi

Hingga pelaksanaan eksekusi dan terpidana ditahan, uang pengganti baru terbayar sebesar Rp 1.401.500.000. Pembayaran itu berasal dari hasil pelelangan 284 ekor sapi. Sehingga masih ada kekurangan hingga Rp 44 miliar lebih. Kejari Jombang meminta semua aset dan harta kekayaannya ikut dilelang.

Meliputi, tujuh kendaraan, 19 aset berupa tanah dan bangunan yang ikut jadi barangbukti. Setelah penentuan appraisal beserta KPKNL Malang, nilai total aset yang akan dilelang terlalu besar. Karena itu proses lelang akan dipimpin PPA Kejagung selaku pihak berwenang. (riz/bin/riz)

JOMBANG – Lelang aset Masykur Efendi, terpidana kasus korupsi KUPS Bank Jatim yang, bakal dilakukan bertahap. Ini setelah jumlah aset yang sudah di-appraisal tahun lalu, jumlahnya cukup banyak.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jombang Tengku Firdaus menjelaskan, jumlah aset yang disita dalam perkara ini cukup banyak. Proses lelang juga akan dilakukan dalam beberapa tahapan. “Nanti akan dilaksanakan perkuota, ada empat truk dan dua dumptruk duluan. Setelah itu baru lahan atau bagaimana teknisnya, yang jelas bergiliran,” katanya.

Ia mengaku akan tetap mempercepat progres lelang semua aset terpidana. Proses lelang juga akan dilakukan secara terbuka dan diikuti oleh masyarakat luas. “Yang jelas tetap diupayakan bisa cepat, karena ini jadi tunggakan kita untuk segera mengembalikan kerugian negara. Nilai Rp 45 miliar kan sangat besar,” tegas dia.

Baca Juga :  Proyek Cor Jalan Nasional Dikeluhkan, Besi Mencuat, Bahayakan Pengguna Jalan

Saat ditanya kapan pelaksanaan lelang, ia menyebut semua aset terpidana Masykur sudah ada progres. Termasuk melakukan langkah konfirmasi ke PPA Kejagung. Tahun lalu, jelasnya, proses lelang belum bisa dilakukan lantaran terganjal pekerjaan lain yang menjadi skala prioritas PPA Kejagung.

Untuk menyiasati, tim PPA Kejagung telah meminta KPKNL untuk memperpanjang masa waktu appraisal atau tranksasi aset yang dinilai. “KPKNL sudah memberi perpanjangan waktu, bulan ini mudah-mudahan bisa,” pungkas Firdaus.

Seperti diberitakan sebelumnya, Masykur Efendi divonis Mahkamah Agung dengan pidana penjara 9 tahun dan denda sebesar Rp 500 juta subsidair 1 tahun kurungan penjara dalam pengadilan kasasi. Selain itu, ia dijatuhi pidana tambahan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 45.885.166.358,15 dengan ketentuan bila tidak dibayar maka jaksa berhak melakukan penyitaan atas harta benda, atau jika masih tidak cukup akan diganti dengan kurungan penjara selama 3 tahun.

Baca Juga :  Sidang Oknum Jaksa Cabul, JPU Hadirkan Dokter yang Melakukan Visum

Hingga pelaksanaan eksekusi dan terpidana ditahan, uang pengganti baru terbayar sebesar Rp 1.401.500.000. Pembayaran itu berasal dari hasil pelelangan 284 ekor sapi. Sehingga masih ada kekurangan hingga Rp 44 miliar lebih. Kejari Jombang meminta semua aset dan harta kekayaannya ikut dilelang.

Meliputi, tujuh kendaraan, 19 aset berupa tanah dan bangunan yang ikut jadi barangbukti. Setelah penentuan appraisal beserta KPKNL Malang, nilai total aset yang akan dilelang terlalu besar. Karena itu proses lelang akan dipimpin PPA Kejagung selaku pihak berwenang. (riz/bin/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/