Sabtu, 04 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Hukum
icon featured
Hukum

Duga Korban Tak Satu, Polisi Diminta Usut Tuntas

23 November 2021, 08: 35: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Duga Korban Tak Satu, Polisi Diminta Usut Tuntas

Share this      

PENANGKAPAN rohaniwan cabul dari Mojowarno mendapat atensi dari pemerhati publik. Aan Anshori Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (Link) Jombang, berharap polisi terus mengembangkan kasus ini lantaran jumlah korban bisa saja bertambah.

“Kami mengapresiasi respons cepat kepolisian yang telah menangani kasus kekerasan seksual yang dilakukan salah satu pemimpin agama  di Mojowarno,” katanya kemarin. Penahanan dan penetapan tersangka yang telah dilakukan polisi sebagai langkah on the track. “Karena bagaimanapun, kalau pelaku tidak ditahan akan berpeluang menghilangkan barangbukti dan mengulangi perbuatannya,” lanjut dia.

Meski begitu, ia menyarankan agar polisi tak berpuas dengan satu korban saja. Menurut Aan, peluang untuk munculnya korban lain sangat terbuka. Terlebih, dari data yang diterimanya, pelaku merupakan pemimpin doa dengan sejumlah jemaat dari berbagai usia.

Baca juga: Dilimpahkan ke Pengadilan, Cucuk Segera Disidang

“Kita tentu masih ingat dengan kasus guru cabul yang melakukan aksinya kepada 25 siswa tiga tahun lalu. Padahal awalnya cuma enam korban. Kondisi serupa tentu sangat mungkin terjadi di Mojowarno,” lontarnya. Karena itu perlu melakukan gerak cepat dan mendalam. “Ini merupakan ujian pertama bagi Kapolres baru,” imbuh dia.

Kasus ini juga menambah panjang daftar kekerasan seksual dalam ranah keagamaan di Jombang. Setelah sebelumnya hal yang sama terjadi di lingkungan pondok pesantren Ploso dan Ngoro. “Saya wajib mengingatkan Pemkab Jombang untuk bekerja lebih keras lagi menekan kasus serupa, dengan melibatkan tokoh lintas agama,” tegasnya.

Disinggung soal ini, Wakapolres Jombang Kompol Arie Trestiawan menyebut hingga kini masih terus melakukan pendalaman dan penggalian data. Termasuk ketika disinggung kemungkinan adanya korban lain. “Sampai sekarang memang masih satu orang korban, namun akan terus didalami nanti terkait kemungkinan itu,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia