26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Dugaan Kebocoran Keuangan Perumda, Kejari: Data Sudah Kami terima

JOMBANG – Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang mendalami dugaan kebocoran keuangan dua perumda Perkebunan Panglungan dan Aneka Usaha Seger mulai menemukan titik terang. Itu setelah inspektorat sudah menyerahkan hasil audit perumda ke penyidik kejaksaan.

Kasi Pidsus Kejari Jombang Acep Subhan Saepudin membenarkan perihal penyerahan hasil audit perumda dari inspektorat. ”Sementara yang Panglungan sudah kita terima,” tegas Acep melalui Kasi Intelijen Kejari Jombang Denny Saputra Kurniawan kepada Jawa Pos Radar Jombang (22/1).

Tim pidsus, lanjut Acep, memerlukan waktu untuk mempelajari hasil audit. ”Masih kita pelajari, nanti seperti apa baru kita menentukan langkah-langkah tindaklanjutnya seperti apa,” singkat Acep.

Disinggung hasil audit Perumda Aneka Usaha Seger, Acep menyebut belum menerima hasilnya dari inspektorat. ”Hasil audit Aneka Usaha Seger belum kita terima,” tandas Acep.

Baca Juga :  Diduga Keracunan, Meninggal dengan Mulut Berbusa

Terpisah, Abdul Majid Nindyagung, Inspektur Kabupaten Jombang mengatakan, proses audit terus berjalan. ”Untuk yang Panglungan sudah selesai dan sudah kami serahkan ke kejaksaan,” ungkapnya.

Karena yang meminta untuk melakukan audit dari Kejaksaan, sehingga laporan tersebut langsung diserahkan ke Kejaksaan. ”Untuk yang Aneka Usaha Seger masih berproses, belum selesai,” katanya.

Kendati demikian, dirinya menegaskan hasil audit itu secepatnya akan selesai. ”Informasi dari tim secepatnya akan selesai, tidak membutuhkan waktu yang lama,” ungkapnya.

Ditanya perihal hasil audit pada Perumda Perkebunan Panglungan, Agung tidak bisa memberikan jawaban. ”Kalau itu kami tidak berani memberikan keterangan,” tegasnya.

Untuk diketahui, pada sekitar Maret 2022, DPRD Jombang melakukan sidak ke Perumda Aneka Usaha Seger. Dewan menemukan tumpukan obat kadaluwarsa ditaksir mancapai Rp 900 juta. Selain itu, DPRD Jombang mempertanyakan minimnya setoran PAD dari perumda.  Kalangan dewan juga menemukan sebagian aset lahan di Perumda Perkebunan Panglungan Wonosalam belum bersertifikat.

Baca Juga :  ‘Shop For Free’, BRImo Traktir 900 Nasabah Loyal se-Indonesia

Selain itu, data yang rilis BPKAD Jombang, selama tiga tahun terakhir setoran PAD dua perumda minim sekali. Berturut-turut laporan setoran PAD Perumda Perkebunan Panglungan pada 2020 sebesar Rp 69 juta, 202i nihil setoran dan 2022 sebesar 30 juta.

Sementara setoran PAD dari Perumda Aneka Usaha Seger berturut-turut pada 2020 nihil PAD, 2021 Sebesar 29 juta  dan pada 2022 sebesar Rp 92 juta. Tengara ada yang janggal, Kejaksaan Negeri Jombang menerjunkan tim menyelidiki. Selain melakukan pengecekan ke lokasi, kejaksaan juga melakukan pemeriksaan pihak-pihak terkait. Sebagai tindak lanjut, kejaksaan berkoordinasi dengan inspektorat untuk mengaudit keuangan dua perumda. (yan/naz/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri

JOMBANG – Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang mendalami dugaan kebocoran keuangan dua perumda Perkebunan Panglungan dan Aneka Usaha Seger mulai menemukan titik terang. Itu setelah inspektorat sudah menyerahkan hasil audit perumda ke penyidik kejaksaan.

Kasi Pidsus Kejari Jombang Acep Subhan Saepudin membenarkan perihal penyerahan hasil audit perumda dari inspektorat. ”Sementara yang Panglungan sudah kita terima,” tegas Acep melalui Kasi Intelijen Kejari Jombang Denny Saputra Kurniawan kepada Jawa Pos Radar Jombang (22/1).

Tim pidsus, lanjut Acep, memerlukan waktu untuk mempelajari hasil audit. ”Masih kita pelajari, nanti seperti apa baru kita menentukan langkah-langkah tindaklanjutnya seperti apa,” singkat Acep.

Disinggung hasil audit Perumda Aneka Usaha Seger, Acep menyebut belum menerima hasilnya dari inspektorat. ”Hasil audit Aneka Usaha Seger belum kita terima,” tandas Acep.

Baca Juga :  Bukan Kejadian Tunggal, Polisi Buru Pelaku Lain

Terpisah, Abdul Majid Nindyagung, Inspektur Kabupaten Jombang mengatakan, proses audit terus berjalan. ”Untuk yang Panglungan sudah selesai dan sudah kami serahkan ke kejaksaan,” ungkapnya.

Karena yang meminta untuk melakukan audit dari Kejaksaan, sehingga laporan tersebut langsung diserahkan ke Kejaksaan. ”Untuk yang Aneka Usaha Seger masih berproses, belum selesai,” katanya.

Kendati demikian, dirinya menegaskan hasil audit itu secepatnya akan selesai. ”Informasi dari tim secepatnya akan selesai, tidak membutuhkan waktu yang lama,” ungkapnya.

Ditanya perihal hasil audit pada Perumda Perkebunan Panglungan, Agung tidak bisa memberikan jawaban. ”Kalau itu kami tidak berani memberikan keterangan,” tegasnya.

Untuk diketahui, pada sekitar Maret 2022, DPRD Jombang melakukan sidak ke Perumda Aneka Usaha Seger. Dewan menemukan tumpukan obat kadaluwarsa ditaksir mancapai Rp 900 juta. Selain itu, DPRD Jombang mempertanyakan minimnya setoran PAD dari perumda.  Kalangan dewan juga menemukan sebagian aset lahan di Perumda Perkebunan Panglungan Wonosalam belum bersertifikat.

Baca Juga :  Diduga Keracunan, Meninggal dengan Mulut Berbusa

Selain itu, data yang rilis BPKAD Jombang, selama tiga tahun terakhir setoran PAD dua perumda minim sekali. Berturut-turut laporan setoran PAD Perumda Perkebunan Panglungan pada 2020 sebesar Rp 69 juta, 202i nihil setoran dan 2022 sebesar 30 juta.

Sementara setoran PAD dari Perumda Aneka Usaha Seger berturut-turut pada 2020 nihil PAD, 2021 Sebesar 29 juta  dan pada 2022 sebesar Rp 92 juta. Tengara ada yang janggal, Kejaksaan Negeri Jombang menerjunkan tim menyelidiki. Selain melakukan pengecekan ke lokasi, kejaksaan juga melakukan pemeriksaan pihak-pihak terkait. Sebagai tindak lanjut, kejaksaan berkoordinasi dengan inspektorat untuk mengaudit keuangan dua perumda. (yan/naz/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/