alexametrics
22.4 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Sidang Korupsi Pendirian Pabrik Aqua di Grobogan

Bacakan Pleidoi, Subarkah Minta Keringanan Hukuman

JOMBANG – Sidang lanjutan kasus suap  pendirian pabrik Aqua di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno digelar Pengadilan Tipikor Surabaya Senin (20/6). Terdakwa Subarkah, eks Sekretaris Desa Grobogan membacakan pembelaannya.

Sidang dimulai pukul 14.40 secara virtual. Terdakwa mengikuti sidang dari Lapas Kelas II B Jombang. Sementara JPU, penasehat hukum terdakwa dan majelis hakim bersidang dari ruang sidang Pengadilan Tipikor Surabaya.

”Sesuai agenda, untuk hari ini giliran terdakwa yang membacakan pleidoinya melalui penasehat hukumnya,” terang tim penuntut umum melalui Kasi Intelijen Kejari Jombang Andhi Subangun.

Dalam materi pleidoinya, Andhi menyebut pada pokoknya terdakwa Subarkah mengakui perbuatan korupsi yang dilakukannya. Ia juga beralasan melakukan hal itu lantaran adanya perintah dari atasannya, yakni kepala desa. ”Dalam pleidoi itu, terdakwa juga memohon kepada majelis hakim untuk memberikan keringanan hukuman,” lontarnya.

Usai pembacaan pleidoi, Tjokorda Raka ketua majelis hakim yang memimpin sidang kembali menskors sidang. Sidang dilanjutkan Senin (28/6) pekan depan dengan agenda pembacaan replik atau tanggapan JPU atas pleidoi terdakwa. ”Karena ada pleidoi tertulis, kita juga akan menyampaikan replik secara tertulis,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ayah Cabul dari Mojowarno Dituntut 18 Tahun Penjara, Ini Sebabnya

Seperti diberitakan sebelumnya, Subarkah menyusul tiga rekan kerjanya di Pemerintahan Desa Grobogan yang sudah lebih dulu dijerat aparat penegak hukum dalam perkara yang sama, yakni tindak pidana korupsi pendirian pabrik Aqua di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Subarkah terbukti ikut menikmati bagian dari uang Rp 499.660.400 yang diberikan perwakilan PT Tirta Investama kepada sejumlah perangkat Desa Grobogan tahun 2016 lalu. Dari penyidikan polisi, Subarkah diketahui mendapat bagian sebesar Rp 75 juta. Uang itu diberikan atas perannya sebagai Sekretaris Desa Grobogan kala itu. Hal itupun diakuinya dalam persidangan.

Dalam persidangan sebelumnya, Subarkah dituntut hukuman pidana penjara selama 1,5 tahun, juga pidana denda Rp 50 juta subsidair dua bulan kurungan. Tuntutan itu diberikan lantaran ia dinilai kooperatif selama persidangan dan secara terbuka mengakui perbuatannya.

Baca Juga :  Pria Ini Panen Cuan usai Olah Limbah Kardus Toko jadi Kerajinan Tangan

Dalam kasus pendirian pabrik ini, sebelumnya sudah ada tiga terpidana yang dipenjara. Ketiganya adalah perangkat desa yang melakukan tindakan gratifikasi. Yakni Agus Hadi Cahyono mantan Kades Grobogan yang dihukum penjara 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta pada 2018 lalu. Agus sendiri sudah dinyatakan bebas melalui cuti bersyarat sejak 5 Juni 2019 lalu.

Selain itu, ada juga Zainul Udin Fairuzi, 46, mantan Kaur Pembangunan yang divonis hukuman 1,5 tahun denda Rp 100 juta pada April 2020 lalu. Ia juga telah bebas dari penjara setelah menjalani seluruh masa tahanan, ditambah masa tahanan subsidair 24 April 2021 lalu. Serta Suhardi, 55, mantan Kasun Sukorejo, Desa Grobogan yang divonis 1 tahun dan denda Rp 50 juta pada April 2020 lalu. Namun Suhardi akhirnya bebas 21 Agustus 2020 lalu melalui cuti bersyarat. (riz/naz)

- Advertisement -

JOMBANG – Sidang lanjutan kasus suap  pendirian pabrik Aqua di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno digelar Pengadilan Tipikor Surabaya Senin (20/6). Terdakwa Subarkah, eks Sekretaris Desa Grobogan membacakan pembelaannya.

Sidang dimulai pukul 14.40 secara virtual. Terdakwa mengikuti sidang dari Lapas Kelas II B Jombang. Sementara JPU, penasehat hukum terdakwa dan majelis hakim bersidang dari ruang sidang Pengadilan Tipikor Surabaya.

”Sesuai agenda, untuk hari ini giliran terdakwa yang membacakan pleidoinya melalui penasehat hukumnya,” terang tim penuntut umum melalui Kasi Intelijen Kejari Jombang Andhi Subangun.

Dalam materi pleidoinya, Andhi menyebut pada pokoknya terdakwa Subarkah mengakui perbuatan korupsi yang dilakukannya. Ia juga beralasan melakukan hal itu lantaran adanya perintah dari atasannya, yakni kepala desa. ”Dalam pleidoi itu, terdakwa juga memohon kepada majelis hakim untuk memberikan keringanan hukuman,” lontarnya.

Usai pembacaan pleidoi, Tjokorda Raka ketua majelis hakim yang memimpin sidang kembali menskors sidang. Sidang dilanjutkan Senin (28/6) pekan depan dengan agenda pembacaan replik atau tanggapan JPU atas pleidoi terdakwa. ”Karena ada pleidoi tertulis, kita juga akan menyampaikan replik secara tertulis,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sidang Kasus KUR, Jaksa Sebut Terdakwa Kongkalikong dengan Bank Jatim

Seperti diberitakan sebelumnya, Subarkah menyusul tiga rekan kerjanya di Pemerintahan Desa Grobogan yang sudah lebih dulu dijerat aparat penegak hukum dalam perkara yang sama, yakni tindak pidana korupsi pendirian pabrik Aqua di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

- Advertisement -

Subarkah terbukti ikut menikmati bagian dari uang Rp 499.660.400 yang diberikan perwakilan PT Tirta Investama kepada sejumlah perangkat Desa Grobogan tahun 2016 lalu. Dari penyidikan polisi, Subarkah diketahui mendapat bagian sebesar Rp 75 juta. Uang itu diberikan atas perannya sebagai Sekretaris Desa Grobogan kala itu. Hal itupun diakuinya dalam persidangan.

Dalam persidangan sebelumnya, Subarkah dituntut hukuman pidana penjara selama 1,5 tahun, juga pidana denda Rp 50 juta subsidair dua bulan kurungan. Tuntutan itu diberikan lantaran ia dinilai kooperatif selama persidangan dan secara terbuka mengakui perbuatannya.

Baca Juga :  Ayah Cabul dari Mojowarno Dituntut 18 Tahun Penjara, Ini Sebabnya

Dalam kasus pendirian pabrik ini, sebelumnya sudah ada tiga terpidana yang dipenjara. Ketiganya adalah perangkat desa yang melakukan tindakan gratifikasi. Yakni Agus Hadi Cahyono mantan Kades Grobogan yang dihukum penjara 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta pada 2018 lalu. Agus sendiri sudah dinyatakan bebas melalui cuti bersyarat sejak 5 Juni 2019 lalu.

Selain itu, ada juga Zainul Udin Fairuzi, 46, mantan Kaur Pembangunan yang divonis hukuman 1,5 tahun denda Rp 100 juta pada April 2020 lalu. Ia juga telah bebas dari penjara setelah menjalani seluruh masa tahanan, ditambah masa tahanan subsidair 24 April 2021 lalu. Serta Suhardi, 55, mantan Kasun Sukorejo, Desa Grobogan yang divonis 1 tahun dan denda Rp 50 juta pada April 2020 lalu. Namun Suhardi akhirnya bebas 21 Agustus 2020 lalu melalui cuti bersyarat. (riz/naz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/