alexametrics
22.5 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Pelaku Pencabulan Pacar Kalah Kasasi, Divonis 8 Tahun Penjara

JOMBANG – Terpidana kasus pencabulan asal Kecamatan Diwek batal menikmati udara bebas. Ini setelah Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusan kasasi yang membatalkan putusan bebas (onslag) PN Jombang. Sehingga ia harus menjalani kembali pidana kurungan 8 tahun.

Hal ini diketahui saat jaksa dari Kejaksaan Negeri Jombang melakukan eksekusi kepada FR, 19, terpidana kasus pencabulan Kamis kemarin (20/1). Dengan memakai rompi tahanan, ia tertunduk saat digiring petugas masuk ke mobil tahanan dan diantar ke Lapas Kelas IIb Jombang.

“Jadi hari ini kita melakukan eksekusi atas putusan MA tanggal 15 Januari 2021 kemarin,” terang Imran Kajari Jombang. Dalam putusan No 1183 K/Pid/2021 itu, jelasnya, MA membatalkan putusan No 131/Pid.B/2021/PN Jbg. Dalam putusan bertanggal 21 Juli 2021 itu Majelis Hakim PN Jombang memutus FR tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan dan memberi vonis bebas (onslag) kepadanya. “Setelah itu jaksa penuntut umum melakukan kasasi,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemilos SMPN 3 Peterongan Jombang, Pesta Demokrasi di Masa Pandemi

Dalam persidangan kasasi, MA berpendapat jika FR terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sesuai dengan pasal 285 KUHP. Karena itu MA menjatuhkan vonis kepada FR dengan hukuman pidana selama 8 tahun penjara. “Jadi karena ada putusan itulah kita lakukan eksekusi hari ini,” lanjutnya.

FR sendiri, disebut Imran berhasil ditangkap di rumahnya Kamis siang (20/1) kemarin tanpa perlawanan. Saat itu juga ia dikirim ke Lapas Klas IIb Jombang untuk menjalani hukuman kembali.

Untuk diketahui, FR, adalah terdakwa dalam kasus pencabulan yang dilakukannya kepada Bunga, 19, pacarnya sendiri. Dalam persidangan terungkap, perbuatan itu dilakukan selama beberapa kali dalam kurun waktu 2019 hingga 2020. Akibatnya, korban hamil dan melahirkan Juni 2020. Meski kemudian sang jabang bayi meninggal dunia beberapa jam setelah dilahirkan. FR kemudian dilaporkan orang tua korban ke polisi 16 Juni 2020, dan resmi ditahan 2 Desember 2020 lalu.

Baca Juga :  Sepuluh Wali Murid di Ngoro Jombang Tolak Anaknya Divaksin

- Advertisement -

JOMBANG – Terpidana kasus pencabulan asal Kecamatan Diwek batal menikmati udara bebas. Ini setelah Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusan kasasi yang membatalkan putusan bebas (onslag) PN Jombang. Sehingga ia harus menjalani kembali pidana kurungan 8 tahun.

Hal ini diketahui saat jaksa dari Kejaksaan Negeri Jombang melakukan eksekusi kepada FR, 19, terpidana kasus pencabulan Kamis kemarin (20/1). Dengan memakai rompi tahanan, ia tertunduk saat digiring petugas masuk ke mobil tahanan dan diantar ke Lapas Kelas IIb Jombang.

“Jadi hari ini kita melakukan eksekusi atas putusan MA tanggal 15 Januari 2021 kemarin,” terang Imran Kajari Jombang. Dalam putusan No 1183 K/Pid/2021 itu, jelasnya, MA membatalkan putusan No 131/Pid.B/2021/PN Jbg. Dalam putusan bertanggal 21 Juli 2021 itu Majelis Hakim PN Jombang memutus FR tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan dan memberi vonis bebas (onslag) kepadanya. “Setelah itu jaksa penuntut umum melakukan kasasi,” tambahnya.

Baca Juga :  DPRD Jombang Minta Optimalkan Peran BPBD

Dalam persidangan kasasi, MA berpendapat jika FR terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sesuai dengan pasal 285 KUHP. Karena itu MA menjatuhkan vonis kepada FR dengan hukuman pidana selama 8 tahun penjara. “Jadi karena ada putusan itulah kita lakukan eksekusi hari ini,” lanjutnya.

FR sendiri, disebut Imran berhasil ditangkap di rumahnya Kamis siang (20/1) kemarin tanpa perlawanan. Saat itu juga ia dikirim ke Lapas Klas IIb Jombang untuk menjalani hukuman kembali.

Untuk diketahui, FR, adalah terdakwa dalam kasus pencabulan yang dilakukannya kepada Bunga, 19, pacarnya sendiri. Dalam persidangan terungkap, perbuatan itu dilakukan selama beberapa kali dalam kurun waktu 2019 hingga 2020. Akibatnya, korban hamil dan melahirkan Juni 2020. Meski kemudian sang jabang bayi meninggal dunia beberapa jam setelah dilahirkan. FR kemudian dilaporkan orang tua korban ke polisi 16 Juni 2020, dan resmi ditahan 2 Desember 2020 lalu.

Baca Juga :  M Rifqi Fitriadi Petenis Asal Jombang Raih Emas Kedua
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/