alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Edarkan Sabu-Sabu, Ibu Rumah Tangga Dibekuk Polisi

JOMBANG – Kriswati, 39, seorang ibu rumah tangga asal Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Jombang. Aksinya menjalankan bisnis sabu-sabu terendus petugas. Dari tangannya, polisi menyita sejumlah paket sabu-sabu siap edar.

Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Riza Rahman menerangkan terungkapnya jaringan ini merupakan pengembangan pengungkapan kasus sebelumnya. Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil meringkus buruannya, yakni Sulaiman, 29, warga Dusun Pulodadi, Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh (3/1).

Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan barang bukti  sabu-sabu dengan berat mencapai 0,35 gram yang dibungkus kertas tisu dan satu unit ponsel yang dijadikan alat transaksi. ”Pelaku dan barang bukti langsung kita gelandang ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Kepada petugas, dia mengaku membeli barang haram tersebut dari Kriswati, 39, ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah Tunggorono. Petugas segera bergerak melacak keberadaan pelaku. ”Esok harinya, kita langsung bergerak ke rumah tersangka kedua, dan langsung melakukan penggerebekan dan penggeledahan,” tambah Riza.

Di rumah perempuan itu, petugas menemukan sebanyak tujuh paket sabu siap edar. Masing-masing stau plastik klip berisi berisi sabu –sabu dengan berat 0,35 gram; 0,75 gram; 0,12 gram; 0,12 gram; 0,12 gram; 0,13 gram dan 0,15 gram. ”Total berat kotor keseluruhan mencapai 2,64 gram,” bebernya.

Saat dicecar petugas, dia mengaku mendapat pasokan barang haram tersebut dari suami sirinya yang berada di luar Pulau Jawa. ”Kami dalami, untuk suaminya yang katanya sopir. Kita masih terus kembangkan,” ujarnya. Atas perbuatannya, keduanya dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 34 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga :  Edarkan Pil Koplo, Oknum PNS Pemkab Mojokerto Tertangkap di Jombang

Sementara Itu, tiga  anggota jaringan peredaran sabu-sabu diringkus jajaran Polsek Mojoagung. Dari  penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti paket sabu serta peralatan pesta. Ketiga pelaku adalah Ahmad Dewa Saputra alias Depa, 25, Muhamad Machfud Syaifudin, 26, warga Dusun Tragal, Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito serta Joko Prasetio, 36, warga Betek Barat, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung.

“Ketiga pelaku tersebut ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Mojoagung di lokasi yang berbeda berikut dengan barang buktinya,” ungkap Kapolsek Mojoagung, Kompol Purwo Atmojo Rumantyo, Rabu (19/1/2022).

Pelaku Machfud Syaifudin dan Joko Prasetio digerebek saat transaksi narkotika sabu-sabu di rumah Dusun Betek Barat, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung pada Senin (17/1) pukul 23.30. “Pada saat anggota Reskrim sedang patroli mendapat informasi adanya peredaran narkoba di Desa Betek. Setelah dilakukan penyelidikan yang cukup valid, anggota kami langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan,” katanya.

Dari tangan Joko, petugas menyita barang bukti berupa satu plastik klip berisi sabu berat kotor 0,53 gram, 3 buah korek api, 3 buah pipet kaca, 200 buah plastik kosong, satu botol dimodifikasi sebagai alat isap sabu, satu unit HP, uang sisa penjualan sabu Rp 200 ribu serta satu buah timbangan digital.

Baca Juga :  Jaksa Tuntut 12 Tahun Penjara

Dan dari Machfud Syaifudin diamankan barang bukti satu  plastik klip berisi sabu-sabu berat kotor 0,22 gram, satu kertas grenjeng rokok yang di dalamnya terdapat plastik klip berisi sabu berat kotor 0,26 gram, satu unit HP serta uang sisa penjualan sabu Rp129.000. Dihadapan penyidik, Machfud Syaifudin buka mulut. Ia mengaku barang haram yang ada padanya itu didapat dengan cara membeli dari temannya Dewa Saputra warga Kecamatan Sumobito Jombang.

Polisi langsung bergerak mencari keberadaan Dewa Saputra. Pada Selasa (18/1) sekitar jam 05.30, Dewa berhasil ditangkap petugas di jalan raya Ingas Pendowo, Kecamatan Sumobito. Saat digeledah, ditemukan satu  kotak besi tempat rokok yang di dalamnya terdapat 12 plastik berisi sabu-sabu dengan berat kotor keseluruhan 5,05 gram. Selain itu juga ditemukan 73 plastik kosong, 2 buah korek api, satu buah skop dari sedotan, satu buah pipet kaca, satu buah HP serta sebuah timbangan digital. “Pelaku mengakui barang bukti yang ada padanya adalah miliknya. Pada saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup kemudian  ketiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ketiganya dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

- Advertisement -

JOMBANG – Kriswati, 39, seorang ibu rumah tangga asal Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Jombang. Aksinya menjalankan bisnis sabu-sabu terendus petugas. Dari tangannya, polisi menyita sejumlah paket sabu-sabu siap edar.

Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Riza Rahman menerangkan terungkapnya jaringan ini merupakan pengembangan pengungkapan kasus sebelumnya. Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil meringkus buruannya, yakni Sulaiman, 29, warga Dusun Pulodadi, Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh (3/1).

Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan barang bukti  sabu-sabu dengan berat mencapai 0,35 gram yang dibungkus kertas tisu dan satu unit ponsel yang dijadikan alat transaksi. ”Pelaku dan barang bukti langsung kita gelandang ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Kepada petugas, dia mengaku membeli barang haram tersebut dari Kriswati, 39, ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah Tunggorono. Petugas segera bergerak melacak keberadaan pelaku. ”Esok harinya, kita langsung bergerak ke rumah tersangka kedua, dan langsung melakukan penggerebekan dan penggeledahan,” tambah Riza.

Di rumah perempuan itu, petugas menemukan sebanyak tujuh paket sabu siap edar. Masing-masing stau plastik klip berisi berisi sabu –sabu dengan berat 0,35 gram; 0,75 gram; 0,12 gram; 0,12 gram; 0,12 gram; 0,13 gram dan 0,15 gram. ”Total berat kotor keseluruhan mencapai 2,64 gram,” bebernya.

Saat dicecar petugas, dia mengaku mendapat pasokan barang haram tersebut dari suami sirinya yang berada di luar Pulau Jawa. ”Kami dalami, untuk suaminya yang katanya sopir. Kita masih terus kembangkan,” ujarnya. Atas perbuatannya, keduanya dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 34 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga :  Polisi Masih Rampungkan Berkas Penyidikan Kasus Tewasnya Pesilat Kabuh

- Advertisement -

Sementara Itu, tiga  anggota jaringan peredaran sabu-sabu diringkus jajaran Polsek Mojoagung. Dari  penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti paket sabu serta peralatan pesta. Ketiga pelaku adalah Ahmad Dewa Saputra alias Depa, 25, Muhamad Machfud Syaifudin, 26, warga Dusun Tragal, Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito serta Joko Prasetio, 36, warga Betek Barat, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung.

“Ketiga pelaku tersebut ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Mojoagung di lokasi yang berbeda berikut dengan barang buktinya,” ungkap Kapolsek Mojoagung, Kompol Purwo Atmojo Rumantyo, Rabu (19/1/2022).

Pelaku Machfud Syaifudin dan Joko Prasetio digerebek saat transaksi narkotika sabu-sabu di rumah Dusun Betek Barat, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung pada Senin (17/1) pukul 23.30. “Pada saat anggota Reskrim sedang patroli mendapat informasi adanya peredaran narkoba di Desa Betek. Setelah dilakukan penyelidikan yang cukup valid, anggota kami langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan,” katanya.

Dari tangan Joko, petugas menyita barang bukti berupa satu plastik klip berisi sabu berat kotor 0,53 gram, 3 buah korek api, 3 buah pipet kaca, 200 buah plastik kosong, satu botol dimodifikasi sebagai alat isap sabu, satu unit HP, uang sisa penjualan sabu Rp 200 ribu serta satu buah timbangan digital.

Baca Juga :  Polemik Aset Pertokoan Simpang Tiga Tahun Ini Gagal Terselesaikan

Dan dari Machfud Syaifudin diamankan barang bukti satu  plastik klip berisi sabu-sabu berat kotor 0,22 gram, satu kertas grenjeng rokok yang di dalamnya terdapat plastik klip berisi sabu berat kotor 0,26 gram, satu unit HP serta uang sisa penjualan sabu Rp129.000. Dihadapan penyidik, Machfud Syaifudin buka mulut. Ia mengaku barang haram yang ada padanya itu didapat dengan cara membeli dari temannya Dewa Saputra warga Kecamatan Sumobito Jombang.

Polisi langsung bergerak mencari keberadaan Dewa Saputra. Pada Selasa (18/1) sekitar jam 05.30, Dewa berhasil ditangkap petugas di jalan raya Ingas Pendowo, Kecamatan Sumobito. Saat digeledah, ditemukan satu  kotak besi tempat rokok yang di dalamnya terdapat 12 plastik berisi sabu-sabu dengan berat kotor keseluruhan 5,05 gram. Selain itu juga ditemukan 73 plastik kosong, 2 buah korek api, satu buah skop dari sedotan, satu buah pipet kaca, satu buah HP serta sebuah timbangan digital. “Pelaku mengakui barang bukti yang ada padanya adalah miliknya. Pada saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup kemudian  ketiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ketiganya dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/