alexametrics
23 C
Jombang
Wednesday, June 29, 2022

Mapolsek Mojoagung Diserbu Ratusan Pesilat, Ini Permintaan Mereka

JOMBANG – Ratusan massa dari salah satu perguruan ngluruk Mapolsek Mojoagung, Kamis kemarin (19/5) siang. Kedatangan mereka minta kasus penganiayaan yang dialami beberapa teman seperguruannya segera diungkap.

Dari data yang dihimpun, kedatangan massa mulai terlihat  sekitar pukul 11.30 dengan menggunakan ratusan sepeda motor. Massa yang rata-rata usia remaja datang dengan mengenakan pakaian serba hitam, lengkap dengan atribut perguruan mereka. Datang dari berbagai arah, konvoi akhirnya berhenti di Mapolsek Mojoagung.

Di lokasi ini, massa yang berkumpul membuat beberapa anggota berupaya menutup jalan nasional. Lalu lintas di depan Polsek Mojoagung juga sempat terganggu beberapa saat.

Abdul Rohim Ketua Cabang Pagar Nusa Jombang yang ikut datang menemui massa, menyebut kedatangan mereka di luar kendalinya. Mereka sudah diperingatkan agar tidak melakukan aksi demo. “Saya sudah mengingatkan berkali-kali, jangan sampai menurunkan personel, tapi ya anak-anak tidak bisa dikendalikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Naik ke Penyidikan, Kasus Dana Desa Mojowarno Belum Ada Tersangka

Massa yang datang itu, disebutnya berasal dari berbagai daerah di sekitar Jombang. Seperti Mojokerto, Kediri, Lamongan hingga Bojonegoro.  Rohim menyebut, kedatangan mereka untuk klarifikasi dan meminta pelaku pengeroyokan segera diusut tuntas.

Sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Mojoagung juga terlihat menemui massa. Setelah diberi penjelasan, massa kemudian membubarkan diri ke tempat asal. Kemacetan terpantau sempat terjadi setelah aksi massa selesai.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha, membenarkan jika ada laporan yang masuk kepadanya soal penganiayaan di Mojoagung. “Jadi kasus yang dituntut itu sudah diproses, sudah ada tersangka juga,” ucapnya.

Namun, ia masih enggan membeber lebih detil soal perkara penganiayaan tersebut. Pihaknya hanya memastikan, hingga kemarin sudah ada dua orang yang dijadikan tersangka. “Dua orang sudah ditangkap dan ditahan, akan disampaikan di rilis nanti,” pungkas Giadi. (riz/bin/riz)

Baca Juga :  Masih Pendalaman, Tunggu Hasil Otopsi
- Advertisement -

JOMBANG – Ratusan massa dari salah satu perguruan ngluruk Mapolsek Mojoagung, Kamis kemarin (19/5) siang. Kedatangan mereka minta kasus penganiayaan yang dialami beberapa teman seperguruannya segera diungkap.

Dari data yang dihimpun, kedatangan massa mulai terlihat  sekitar pukul 11.30 dengan menggunakan ratusan sepeda motor. Massa yang rata-rata usia remaja datang dengan mengenakan pakaian serba hitam, lengkap dengan atribut perguruan mereka. Datang dari berbagai arah, konvoi akhirnya berhenti di Mapolsek Mojoagung.

Di lokasi ini, massa yang berkumpul membuat beberapa anggota berupaya menutup jalan nasional. Lalu lintas di depan Polsek Mojoagung juga sempat terganggu beberapa saat.

Abdul Rohim Ketua Cabang Pagar Nusa Jombang yang ikut datang menemui massa, menyebut kedatangan mereka di luar kendalinya. Mereka sudah diperingatkan agar tidak melakukan aksi demo. “Saya sudah mengingatkan berkali-kali, jangan sampai menurunkan personel, tapi ya anak-anak tidak bisa dikendalikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Minggu Ini Dilimpah ke Pengadilan Tipikor

Massa yang datang itu, disebutnya berasal dari berbagai daerah di sekitar Jombang. Seperti Mojokerto, Kediri, Lamongan hingga Bojonegoro.  Rohim menyebut, kedatangan mereka untuk klarifikasi dan meminta pelaku pengeroyokan segera diusut tuntas.

Sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Mojoagung juga terlihat menemui massa. Setelah diberi penjelasan, massa kemudian membubarkan diri ke tempat asal. Kemacetan terpantau sempat terjadi setelah aksi massa selesai.

- Advertisement -

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha, membenarkan jika ada laporan yang masuk kepadanya soal penganiayaan di Mojoagung. “Jadi kasus yang dituntut itu sudah diproses, sudah ada tersangka juga,” ucapnya.

Namun, ia masih enggan membeber lebih detil soal perkara penganiayaan tersebut. Pihaknya hanya memastikan, hingga kemarin sudah ada dua orang yang dijadikan tersangka. “Dua orang sudah ditangkap dan ditahan, akan disampaikan di rilis nanti,” pungkas Giadi. (riz/bin/riz)

Baca Juga :  Gagal Curi Motor, Residivis Asal Pasuruan 'Bonyok' Dimassa

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/