alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Tak Ada Solusi, Korban Lapor Polisi

JOMBANG – Beberapa korban penipuan minyak goreng abal-abal yang dijual murah di Kelurahan Kaliwungu Jombang, akhirnya melapor ke Polres Jombang, kemarin (18/1). Laporan ini setelah melihat upaya mediasi yang dilakukan sebelumnya tak ada solusi. 

“Sudah melapor ke Polres Jombang tadi sama istri dan saudara kemarn,” terang M, salah satu korban penipuan investasi minyak goreng murah. Sambil menunjuk surat bukti tanda lapor yang ia simpan, langkah itu diambilnya lantaran upaya mediasi yang digelar Minggu (16/1) lalu tak ada solusi.

Terutama terkait uangnya yang diduga digelapkan pelaku berinisial E. Dalam mediasi itu E tidak mampu mengembalikan uang para korban.

Selain dirinya, beberapa korban lain juga sudah membuat laporan bersamaan Selasa kemarin. Namun karena dinilai masih kurang bukti, para pelapor lainnya diminta untuk melengkapi bukti untuk mendukung materi laporan. “Tadi banyak sih yang ikut lapor, tapi hanya beberapa yang diterima,” ungkapnya.

Baca Juga :  Insentif Tenaga Kesehatan RS Plat Merah di Jombang Nunggak

Sejauh ini, ia berharap polisi bisa segera mengusut dugaan penipuan minyak goreng murah abal-abal. Termasuk menangkap terduga pelaku agar bisa segera diadili sebagaimana ketentuan perundangan yang berlaku. “Jangan sampai jumlah korban bertambah banyak,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, AKP Teguh Setiawan Kasatreskrim Polres Jombang, membenarkan adanya laporan warga terkait penipuan investasi minyak goreng abal-abal. “Benar, laporan sudah masuk ke kita sejak Selasa petang,” terangnya.

Disinggung soal langkah yang akan dilakukan polisi, pihaknya mengaku akan terlebih dulu melakukan penelitian laporan awal. “Ya kita teliti dulu, kan perlu tahapan klarifikasi juga nanti, sabar,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Kelurahan Kaliwungu Jombang mengaku menjadi korban dugaan investasi abal-abal pembelian minyak goreng kemasan yang diduga dilakukan E. Tak tanggung-tanggung besaran kerugian warga ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Baca Juga :  Tukang Kredit Ditangkap Karena Ngecer Dobel L

- Advertisement -

JOMBANG – Beberapa korban penipuan minyak goreng abal-abal yang dijual murah di Kelurahan Kaliwungu Jombang, akhirnya melapor ke Polres Jombang, kemarin (18/1). Laporan ini setelah melihat upaya mediasi yang dilakukan sebelumnya tak ada solusi. 

“Sudah melapor ke Polres Jombang tadi sama istri dan saudara kemarn,” terang M, salah satu korban penipuan investasi minyak goreng murah. Sambil menunjuk surat bukti tanda lapor yang ia simpan, langkah itu diambilnya lantaran upaya mediasi yang digelar Minggu (16/1) lalu tak ada solusi.

Terutama terkait uangnya yang diduga digelapkan pelaku berinisial E. Dalam mediasi itu E tidak mampu mengembalikan uang para korban.

Selain dirinya, beberapa korban lain juga sudah membuat laporan bersamaan Selasa kemarin. Namun karena dinilai masih kurang bukti, para pelapor lainnya diminta untuk melengkapi bukti untuk mendukung materi laporan. “Tadi banyak sih yang ikut lapor, tapi hanya beberapa yang diterima,” ungkapnya.

Baca Juga :  Proyek Jembatan baru Ploso Jombang Picu Antrean Panjang Kendaraan

Sejauh ini, ia berharap polisi bisa segera mengusut dugaan penipuan minyak goreng murah abal-abal. Termasuk menangkap terduga pelaku agar bisa segera diadili sebagaimana ketentuan perundangan yang berlaku. “Jangan sampai jumlah korban bertambah banyak,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, AKP Teguh Setiawan Kasatreskrim Polres Jombang, membenarkan adanya laporan warga terkait penipuan investasi minyak goreng abal-abal. “Benar, laporan sudah masuk ke kita sejak Selasa petang,” terangnya.

- Advertisement -

Disinggung soal langkah yang akan dilakukan polisi, pihaknya mengaku akan terlebih dulu melakukan penelitian laporan awal. “Ya kita teliti dulu, kan perlu tahapan klarifikasi juga nanti, sabar,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Kelurahan Kaliwungu Jombang mengaku menjadi korban dugaan investasi abal-abal pembelian minyak goreng kemasan yang diduga dilakukan E. Tak tanggung-tanggung besaran kerugian warga ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Baca Juga :  Penanganan Kasus Limbah B3 di Bandarkedungmulyo Masih Ngambang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/