alexametrics
23 C
Jombang
Wednesday, June 29, 2022

Penculik Bayi Resmi Ditahan, Usai Hasil Tes Kejiwaan Keluar

JOMBANG – Polisi akhirnya resmi melakukan penahanan terhadap Elida Mikahe Putri, 26, tersangka kasus penculikan bayi dari salah satu panti asuhan di Kecamatan Diwek. Hal itu dilakukan setelah petugas memastikan kesehatan psikologinya aman dan dinilai bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

”Untuk tersangka EMP, Kamis (16/6) malam, kita jemput di rumahnya dan ditahan di rutan Mapolres Jombang,” terang AKP Giadi Nugraha, Kasatreskrim Polres Jombang.

Penahanan pelaku itu, dilakukan setelah hasil tes psikologi keluar. Giadi menjelaskan, dalam tes yang dilakukan psikolog itu, menjelaskan tak ada indikasi gangguan kejiwaan. ”Secara psikis sehat, sehingga tersangka dinilai mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya,” imbuhnya.

Kasatreskrim juga menanggapi soal video yang diunggah Putri dalam kanal Youtube. Pelaku menyebut pihak panti asuhan telah mencabut laporan setelah proses mediasi, namun, hal itu dibantah Giadi. ”Pengakuan dia terkait pencabutan laporan dari pengasuh panti sampai hari ini belum ada. Kita belum menerima adanya pencabutan laporan,” lontarnya.

Baca Juga :  Tak Melulu Manis, Madu Klanceng ini Punya Rasa Asam yang Khas

Seperti diberitakan sebelumnya, bayi perempuan berusia 4 bulan di Panti Asuhan Al Hasan Watugaluh Diwek diculik wanita tak dikenal, Sabtu (11/6) sore sekitar pukul 15.30. Bayi itu dibawa lari seorang wanita menggunakan mobil berwarna putih. Sebelum membawa lari, wanita itu sempat mengutarakan niatnya untuk menjenguk bayi dan ingin mengadopsi.

Akibat perbuatannya, Putri juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal 76f juncto pasal 83 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun hingga 15 tahun penjara.  (riz/naz)

- Advertisement -

JOMBANG – Polisi akhirnya resmi melakukan penahanan terhadap Elida Mikahe Putri, 26, tersangka kasus penculikan bayi dari salah satu panti asuhan di Kecamatan Diwek. Hal itu dilakukan setelah petugas memastikan kesehatan psikologinya aman dan dinilai bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

”Untuk tersangka EMP, Kamis (16/6) malam, kita jemput di rumahnya dan ditahan di rutan Mapolres Jombang,” terang AKP Giadi Nugraha, Kasatreskrim Polres Jombang.

Penahanan pelaku itu, dilakukan setelah hasil tes psikologi keluar. Giadi menjelaskan, dalam tes yang dilakukan psikolog itu, menjelaskan tak ada indikasi gangguan kejiwaan. ”Secara psikis sehat, sehingga tersangka dinilai mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya,” imbuhnya.

Kasatreskrim juga menanggapi soal video yang diunggah Putri dalam kanal Youtube. Pelaku menyebut pihak panti asuhan telah mencabut laporan setelah proses mediasi, namun, hal itu dibantah Giadi. ”Pengakuan dia terkait pencabutan laporan dari pengasuh panti sampai hari ini belum ada. Kita belum menerima adanya pencabutan laporan,” lontarnya.

Baca Juga :  Telusuri Sumur Kuno di Desa Watugaluh, BPCB : Diduga Peninggalan Abad Ke-10

Seperti diberitakan sebelumnya, bayi perempuan berusia 4 bulan di Panti Asuhan Al Hasan Watugaluh Diwek diculik wanita tak dikenal, Sabtu (11/6) sore sekitar pukul 15.30. Bayi itu dibawa lari seorang wanita menggunakan mobil berwarna putih. Sebelum membawa lari, wanita itu sempat mengutarakan niatnya untuk menjenguk bayi dan ingin mengadopsi.

Akibat perbuatannya, Putri juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal 76f juncto pasal 83 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun hingga 15 tahun penjara.  (riz/naz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/