alexametrics
31.1 C
Jombang
Wednesday, May 25, 2022

Jadi Biang Keracunan, Sampel Makanan Diamankan, Pemilik Hajatan Diperiksa

JOMBANG – Usai ditemukannya kejadian keracunan di Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan kesamben, tim gabungan dari Dinkes Jombang, Puskesmas Kesamben dan Polsek Kesamben melakukan pengecekan ke rumah pemilik acara yasinan Eka Pujiastuti. Selain mengamankan sejumlah sampel, mereka juga memeriksa sang pemilih acara hajatan.

Begitu tiba di rumah sekitar pukul 11.20, tim langsung melakukan pemeriksaan di sejumlah titik. Dapur sebagai tempat memasak makanan, dan sumur sebagai tempat pengambilan air, disisir petugas. Sayang, dalam pemeriksaan itu, petugas tak lagi menemukan sampel makanan lantaran semua sudah bersih terbuang.

“Dari rumah ini yang kami amankan dua sampel, yaitu telur mentah dan air untuk diuji,” ucap Haryo Purnomo Kabid P2P Dinas Kesehatan Jombang. Karena sampel yang diambil sangat minim, petugas juga menyiapkan sampel lain seperti muntahan dan usap dubur korban keracunan. “Moga-moga dari sampel ini nanti bisa dideteksi,” ucapnya.

Baca Juga :  Rotasi, Tujuh Perwira Polres Jombang Tempati Jabatan Baru

Haryo menyebut, jika dilihat dari gejala yang ditimbulkan, dugaan awal korban keracunan itu karena terkontaminasi bakteri. “Dimungkinkan salmonella atau stafilokokus, untuk pastinya kita harus uji lab dulu,” lontar dia.

Terpisah, Kapolsek Kesamben AKP Achmad, melakukan pemeriksaan terkait kasus keracunan nasi kotak. Pihaknya akan segera menjadwal pemeriksaan kepada Tutik, sang pemilik hajat Yasinan. “Tadi sudah dijadwal pemeriksaannya,” ucapnya serius.

Sementara itu, Eka Puji Astutik, 46, pemilik hajayan Yasinan, mengaku prihatin dengan kejadian keracunan masal di tempatnya. Ia tak pernah punya niat untuk membuat makanannya jadi beracun. Nasi kotak yang dibagikan kepada jamaah yasinan itu diolahnya sendiri dengan membeli bahan di tempat khusus.

Baca Juga :  Dorong Segera Dituntaskan Dugaan Pencemaran Limbah Tahu di Jogoroto

Ia sendiri sempat mencicipi makanan itu dan merasa tak ada yang aneh sama sekali. “Tahu beli di Bongkot, telur beli di Kedungboto, bumbu buat sendiri. Nggak ada keanehan, karena saya juga mencicipi, kan saya yang masak,” pungkas dia.

- Advertisement -

JOMBANG – Usai ditemukannya kejadian keracunan di Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan kesamben, tim gabungan dari Dinkes Jombang, Puskesmas Kesamben dan Polsek Kesamben melakukan pengecekan ke rumah pemilik acara yasinan Eka Pujiastuti. Selain mengamankan sejumlah sampel, mereka juga memeriksa sang pemilih acara hajatan.

Begitu tiba di rumah sekitar pukul 11.20, tim langsung melakukan pemeriksaan di sejumlah titik. Dapur sebagai tempat memasak makanan, dan sumur sebagai tempat pengambilan air, disisir petugas. Sayang, dalam pemeriksaan itu, petugas tak lagi menemukan sampel makanan lantaran semua sudah bersih terbuang.

“Dari rumah ini yang kami amankan dua sampel, yaitu telur mentah dan air untuk diuji,” ucap Haryo Purnomo Kabid P2P Dinas Kesehatan Jombang. Karena sampel yang diambil sangat minim, petugas juga menyiapkan sampel lain seperti muntahan dan usap dubur korban keracunan. “Moga-moga dari sampel ini nanti bisa dideteksi,” ucapnya.

Baca Juga :  Sidang Kasus Kredit Fiktif Bank Jatim, Eksepsi Dua Terdakwa Ditolak

Haryo menyebut, jika dilihat dari gejala yang ditimbulkan, dugaan awal korban keracunan itu karena terkontaminasi bakteri. “Dimungkinkan salmonella atau stafilokokus, untuk pastinya kita harus uji lab dulu,” lontar dia.

Terpisah, Kapolsek Kesamben AKP Achmad, melakukan pemeriksaan terkait kasus keracunan nasi kotak. Pihaknya akan segera menjadwal pemeriksaan kepada Tutik, sang pemilik hajat Yasinan. “Tadi sudah dijadwal pemeriksaannya,” ucapnya serius.

Sementara itu, Eka Puji Astutik, 46, pemilik hajayan Yasinan, mengaku prihatin dengan kejadian keracunan masal di tempatnya. Ia tak pernah punya niat untuk membuat makanannya jadi beracun. Nasi kotak yang dibagikan kepada jamaah yasinan itu diolahnya sendiri dengan membeli bahan di tempat khusus.

Baca Juga :  Rotasi, Tujuh Perwira Polres Jombang Tempati Jabatan Baru
- Advertisement -

Ia sendiri sempat mencicipi makanan itu dan merasa tak ada yang aneh sama sekali. “Tahu beli di Bongkot, telur beli di Kedungboto, bumbu buat sendiri. Nggak ada keanehan, karena saya juga mencicipi, kan saya yang masak,” pungkas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/