alexametrics
24.1 C
Jombang
Sunday, August 7, 2022

Begini Modus Perangkat Desa Gumulan untuk Potong Bansos Migor Warga

JOMBANG – Dua perangkat Desa Gumulan yang diduga melakukan pungli kepada bansos minyak goreng menggunakan modus serupa. Mereka mengerahkan RW untuk mengutip uang kepada warga. Alasannya, untuk membayar listrik PJU di jalan desa.

MZ, 25, salah satu korban pungli ini menyebut ia dua kali dimintai uang usai mendapatkan bansos. Pertama, saat penerimaan April 2022 lalu. Saat itu, ia menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu. “Mengambilnya di Koramil kesamben kemudian di bawa pulang, setelah sampai di rumah baru didatangi perangkat,” lanjutnya.

Saat itu, ia didatangi ketua RW yang meminta uang sebesar Rp 100 ribu. “Alasannya untuk bayar listrik Pju itu, tapi pertama itu saya tidak ada, sehingga tidak jadi,” lanjutnya. Kedatangan RW itu, dilakukan selama dua kali dan tak pernah bertemu dengannya. “Akhirnya saya berikans endiri ke RW di rumah dia, karena tidak enak, takut juga,” ungkapnya.

Sementara tarikan ke dua, dilakukan orang yang sama, setelah pencairan bansos migor tahap ke dua bulan mei 2022. RW, kembali mendatangi rumah penerima bansos untuk kembali meminta uang. “Yang ke dua mintanya Rp 25 ribu, alasannya juga sama, untuk listrik,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dinas P dan K Pastikan tak Ada Guru Diberhentikan Meski Sekolah Dimerger

Zainal, mengaku tak mampu menolak permintaan uang itu. Pasalnya, hal serupa juga dialami warga lain penerima bansos di desanya. “Kalau ditanya ikhlas atau tidak ya tentu tidk ikhlas, tapi mau bagaimana lagi, saya kan juga ndak enak, takut,” lontarnya.

Namun, uang itu akhirnya dikembalikan tanpa alasan yang jelas. Zainal menjelaskan, minggu kemarin salah satu kepala Dusun di Desa Gumulan tiba-tiba mendatangi rumahnya dan menemui istrinya. Ia, menyerahkan uang Ro 125 ribu yang telah disetornya beberapa bulan sebelumnya. “Katanya ndak jadi, terus dibalikin lagi, itu sudah ramai-ramai itu,” ungkapnya.

Hal senada, disabutkan penerima bansos migor lain di Desa Gumulan, NS. Ia, juga mengaku didatangi dua kali oleh RW lingkungannya. Baik saat menerima tahap satu maupun tahap dua. “Didatangi dua kali, tapi dua-duanya saya tolak, saya tidak mau dimintai uang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Video Lomba Baca Puisi dan Parikan Jombangan Tembus 1.000 Viewers

Said juga menjelaskan, alasan yang digunakan RW untuk meminta uang awalnya sama, yakni untuk pembayaran listrik PJU. Namun, saat sudah ditolak, sang RW disebutnya sempat menyebut beberapa alasan lain. “Awalnya untuk listrik, terus ganti untuk pembangunan gapura juga, tapi tetap saya tolak.

Karena dua kali ditolak itu, Said mengaku sempat dikatai oleh RW yang melakukan penarikan. Terlebih ketika seluruh warga lainnya mau menyerahkan uang. “Sempat dijelek-jelekan juga, katanya saya wong angel tapi saya tidak peduli,” tambahnya.

Ia, juga sempat menanyakan kepada RW soal adanya penarikan itu. Namun sang RW menyebut hal itu atas perintah dua orang perangkat desa. “Dia mengaku hanya menjalankan tugas atasannya, kaur kesra dan Kasun Gumulan 1,” pungkasnya.

Belasan warga Desa Gumulan Kecamatan Kesamben meluruk kantor desa setempat Kamis (9/6) siang. Warga, menuntut dua perangkat desa dipecat lantaran diduga telah melakukan pungli kepada puluhan penerima bansos minyak goreng (migor) di desanya. (riz)

- Advertisement -

JOMBANG – Dua perangkat Desa Gumulan yang diduga melakukan pungli kepada bansos minyak goreng menggunakan modus serupa. Mereka mengerahkan RW untuk mengutip uang kepada warga. Alasannya, untuk membayar listrik PJU di jalan desa.

MZ, 25, salah satu korban pungli ini menyebut ia dua kali dimintai uang usai mendapatkan bansos. Pertama, saat penerimaan April 2022 lalu. Saat itu, ia menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu. “Mengambilnya di Koramil kesamben kemudian di bawa pulang, setelah sampai di rumah baru didatangi perangkat,” lanjutnya.

Saat itu, ia didatangi ketua RW yang meminta uang sebesar Rp 100 ribu. “Alasannya untuk bayar listrik Pju itu, tapi pertama itu saya tidak ada, sehingga tidak jadi,” lanjutnya. Kedatangan RW itu, dilakukan selama dua kali dan tak pernah bertemu dengannya. “Akhirnya saya berikans endiri ke RW di rumah dia, karena tidak enak, takut juga,” ungkapnya.

Sementara tarikan ke dua, dilakukan orang yang sama, setelah pencairan bansos migor tahap ke dua bulan mei 2022. RW, kembali mendatangi rumah penerima bansos untuk kembali meminta uang. “Yang ke dua mintanya Rp 25 ribu, alasannya juga sama, untuk listrik,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tangis Haru Kelurga Iringi Keberangkatan 6 CJH Jombang ke Tanah Suci

Zainal, mengaku tak mampu menolak permintaan uang itu. Pasalnya, hal serupa juga dialami warga lain penerima bansos di desanya. “Kalau ditanya ikhlas atau tidak ya tentu tidk ikhlas, tapi mau bagaimana lagi, saya kan juga ndak enak, takut,” lontarnya.

Namun, uang itu akhirnya dikembalikan tanpa alasan yang jelas. Zainal menjelaskan, minggu kemarin salah satu kepala Dusun di Desa Gumulan tiba-tiba mendatangi rumahnya dan menemui istrinya. Ia, menyerahkan uang Ro 125 ribu yang telah disetornya beberapa bulan sebelumnya. “Katanya ndak jadi, terus dibalikin lagi, itu sudah ramai-ramai itu,” ungkapnya.

- Advertisement -

Hal senada, disabutkan penerima bansos migor lain di Desa Gumulan, NS. Ia, juga mengaku didatangi dua kali oleh RW lingkungannya. Baik saat menerima tahap satu maupun tahap dua. “Didatangi dua kali, tapi dua-duanya saya tolak, saya tidak mau dimintai uang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jalan Kabupaten di Peterongan ini Makin Banyak Lubang dan Rusak Berat

Said juga menjelaskan, alasan yang digunakan RW untuk meminta uang awalnya sama, yakni untuk pembayaran listrik PJU. Namun, saat sudah ditolak, sang RW disebutnya sempat menyebut beberapa alasan lain. “Awalnya untuk listrik, terus ganti untuk pembangunan gapura juga, tapi tetap saya tolak.

Karena dua kali ditolak itu, Said mengaku sempat dikatai oleh RW yang melakukan penarikan. Terlebih ketika seluruh warga lainnya mau menyerahkan uang. “Sempat dijelek-jelekan juga, katanya saya wong angel tapi saya tidak peduli,” tambahnya.

Ia, juga sempat menanyakan kepada RW soal adanya penarikan itu. Namun sang RW menyebut hal itu atas perintah dua orang perangkat desa. “Dia mengaku hanya menjalankan tugas atasannya, kaur kesra dan Kasun Gumulan 1,” pungkasnya.

Belasan warga Desa Gumulan Kecamatan Kesamben meluruk kantor desa setempat Kamis (9/6) siang. Warga, menuntut dua perangkat desa dipecat lantaran diduga telah melakukan pungli kepada puluhan penerima bansos minyak goreng (migor) di desanya. (riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/