alexametrics
29.3 C
Jombang
Sunday, August 7, 2022

Usai Kordinasi, Polisi Tunggu Hasil Kajian IDI dan IBI Jatim

JOMBANG – Penyelidikan polisi terkait dugaan malapraktik proses persalinan salah satu pasien hingga mengakibatkan bayi meninggal di RSUD Jombang (29/7) segera ada hasil. Polisi sudah mengirimkan berkas pemeriksaan ke organisasi profesi, yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Timur.

”Berkas pemeriksaan sudah kita kirim hari ini ke IBI dan IDI Jatim di Surabaya,” terang AKP Giadi Nugraha, Kasatreskrim Polres Jombang.

Pelibatan dua organisasi profesi ini, disebutnya merupakan hal wajib lantaran berkaitan dengan keahlian. ”Kita tidak punya keahlian soal prosedur kesehatan dan persalinan. Sehingga nanti dua organisasi itu bisa menentukan apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam proses persalinan yang berujung meninggal dunia bayi itu,” tambahnya.

Baca Juga :  SMAN 3 Jombang Terbukti Antarkan 127 Siswanya Masuk PTN

Setelah hasil pengkajian dua organisasi tersebut keluar, pihaknya akan menyampaikan ke publik. ”Semoga hasilnya bisa cepat keluar,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelayanan RSUD Jombang dikeluhkan pasien. Kali ini dialami pasangan Yopi Widianto, 26 dan Rohma Roudotul Jannah, 29 warga Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito. Rohma harus menerima kenyataan kehilangan buah hatinya menyusul proses persalinan yang dia jalani di RSUD Jombang gagal (29/7).

Bahkan tim dokter rumah sakit pelat merah terpaksa melakukan tindakan dekapitasi bayi yang disebutkan sudah dalam kondisi meninggal dunia demi menyelamatkan nyawa ibu bayi. Rohma akhirnya selamat dan tubuh bayinya akhirnya dipersatukan kembali sebelum dimakamkan.

Merasa kecewa dengan pelayanan RSUD Jombang, Yopi, suami Rohma melaporkan kejadian itu ke Polres Jombang. Polisi pun bergerak melakukan penyelidikan. 10 nakes dari RSUD Jombang dan Puskesmas Sumobito sempat diperiksa. (riz/naz) 

Baca Juga :  Begini Cara Kejari Jombang Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-62
- Advertisement -

JOMBANG – Penyelidikan polisi terkait dugaan malapraktik proses persalinan salah satu pasien hingga mengakibatkan bayi meninggal di RSUD Jombang (29/7) segera ada hasil. Polisi sudah mengirimkan berkas pemeriksaan ke organisasi profesi, yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Timur.

”Berkas pemeriksaan sudah kita kirim hari ini ke IBI dan IDI Jatim di Surabaya,” terang AKP Giadi Nugraha, Kasatreskrim Polres Jombang.

Pelibatan dua organisasi profesi ini, disebutnya merupakan hal wajib lantaran berkaitan dengan keahlian. ”Kita tidak punya keahlian soal prosedur kesehatan dan persalinan. Sehingga nanti dua organisasi itu bisa menentukan apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam proses persalinan yang berujung meninggal dunia bayi itu,” tambahnya.

Baca Juga :  Macan Putih, Pocong hingga Kuntilanak yang Kerap Muncul di Bong Cino Denanyar

Setelah hasil pengkajian dua organisasi tersebut keluar, pihaknya akan menyampaikan ke publik. ”Semoga hasilnya bisa cepat keluar,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelayanan RSUD Jombang dikeluhkan pasien. Kali ini dialami pasangan Yopi Widianto, 26 dan Rohma Roudotul Jannah, 29 warga Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito. Rohma harus menerima kenyataan kehilangan buah hatinya menyusul proses persalinan yang dia jalani di RSUD Jombang gagal (29/7).

Bahkan tim dokter rumah sakit pelat merah terpaksa melakukan tindakan dekapitasi bayi yang disebutkan sudah dalam kondisi meninggal dunia demi menyelamatkan nyawa ibu bayi. Rohma akhirnya selamat dan tubuh bayinya akhirnya dipersatukan kembali sebelum dimakamkan.

- Advertisement -

Merasa kecewa dengan pelayanan RSUD Jombang, Yopi, suami Rohma melaporkan kejadian itu ke Polres Jombang. Polisi pun bergerak melakukan penyelidikan. 10 nakes dari RSUD Jombang dan Puskesmas Sumobito sempat diperiksa. (riz/naz) 

Baca Juga :  Proyek Pasar pon dan Tunggorono Ditarget Pekan Depan Naik Lelang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/