alexametrics
29.3 C
Jombang
Sunday, August 7, 2022

Kejari Temukan Indikasi Laporan Keuangan BUMDesma Bermasalah

JOMBANG – Kejaksaan Negeri Jombang terus mendalami polemik bantuan sapi dan ayam Kemendes PDTT yang dikelola BUMDesma di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan indikasi pengelolaan keuangan bermasalah dan tak bisa dipertanggungjawabkan.

”Jadi kesimpulan kita sementara ini, pertanggungjawaban keuangan tidak dapat dipertanggunjwabkan, karena tidak ada bukti pendukungnya,” terang Kasiintelijen Kejari Jombang Andhi Sebangun kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (5/8) kemarin.

Andhi menambahkan, memang dari angaran bantuan sebesar Rp 500 juta, kegiatan seperti pembangunan kandang, instalasi biogas, pembelian sapi hingga ayam dikerjakan. Namun demikian, beberapa kagiatan pengeluaran lainnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. ”Kita masih terus dalami. Kita minta melengkapi bukti-bukti pendukung terkait kegiatan-kegiatan pengeluaran, karena kemarin dokumen yang diserahkan hanya disampaikan laporan pengeluaran untuk ini itu, tapi tidak dilengkapi bukti pendukung,” bebernya.

Baca Juga :  Tak Hanya Wereng, Padi di Jombang juga Diserang Hama Kresek

Selain itu, kejaksaan juga mendalami terkait keberadaan 10 ekor sapi yang tidak berada di kandang saat tim kejaksaan turun. ”Kita juga dalami informasi beberapa ekor sapi dijual,” bebernya.

Disinggung dana desa sebesar Rp 50 juta yang dikeluarkan masing-masing dari 10 desa penerima program bantuan dalam bentuk penyertaan modal ke BUMDesma, Andhi menyebut, dari hasil pemeriksaan awal belum semua desa menyertakan modal. ”Sementara ada empat desa yang sudah ikut menyertakan modal,” bebernya.

Sebagai langkah, pihaknya juga berencana segera menjadwalkan pemeriksaan kepada desa-desa penerima program. ”Untuk komisaris juga akan kita minta keterangan. Kita jadwalkan minggu depan,” tandas Andhi.

Seperti diberitakan sebelumnya, program bantuan Kemendes PDDT tahun 2021 sebesar Rp 500 juta yang dikelola BUMDesma kacau. Bangunan kandang yang terintegrasi dengan jaringan biogas mangkrak, keberadaan 10 ekor sapi tak jelas, sementara sebagian ayam petelur mati.

Baca Juga :  2 Sapi di Megaluh Mati Gegara PMK, Peternak Rugi Puluhan Juta

Selain itu, sesuai juknis, keanggotaan BUMDesma melibatkan 10 desa. Masing-masing diminta menyertakan modal sebesar Rp 50 juta. Sehingga jika seluruh desa menyertakan modal, maka total anggaran yang dikelola BUMDesma secara kumulatif mencapai Rp 1 miliar.

Adapun desa-desa yang ikut dalam program BUMDesma di antaranya, Desa Denanyar, Banjardowo,  Tunggorono, Kecamatan Jombang. Selanjutntya Desa Megaluh, Turipinggir, Sumbersari, Kecamatan Megaluh. Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang, Desa Sumberagung, Kecamatan Perak dan Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno. (fid/naz/riz)

 






Reporter: Ainul Hafidz
- Advertisement -

JOMBANG – Kejaksaan Negeri Jombang terus mendalami polemik bantuan sapi dan ayam Kemendes PDTT yang dikelola BUMDesma di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan indikasi pengelolaan keuangan bermasalah dan tak bisa dipertanggungjawabkan.

”Jadi kesimpulan kita sementara ini, pertanggungjawaban keuangan tidak dapat dipertanggunjwabkan, karena tidak ada bukti pendukungnya,” terang Kasiintelijen Kejari Jombang Andhi Sebangun kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (5/8) kemarin.

Andhi menambahkan, memang dari angaran bantuan sebesar Rp 500 juta, kegiatan seperti pembangunan kandang, instalasi biogas, pembelian sapi hingga ayam dikerjakan. Namun demikian, beberapa kagiatan pengeluaran lainnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. ”Kita masih terus dalami. Kita minta melengkapi bukti-bukti pendukung terkait kegiatan-kegiatan pengeluaran, karena kemarin dokumen yang diserahkan hanya disampaikan laporan pengeluaran untuk ini itu, tapi tidak dilengkapi bukti pendukung,” bebernya.

Baca Juga :  Mobil Berpenupang 9 Orang Tabrak Guardrail Tol Hingga Ringsek

Selain itu, kejaksaan juga mendalami terkait keberadaan 10 ekor sapi yang tidak berada di kandang saat tim kejaksaan turun. ”Kita juga dalami informasi beberapa ekor sapi dijual,” bebernya.

Disinggung dana desa sebesar Rp 50 juta yang dikeluarkan masing-masing dari 10 desa penerima program bantuan dalam bentuk penyertaan modal ke BUMDesma, Andhi menyebut, dari hasil pemeriksaan awal belum semua desa menyertakan modal. ”Sementara ada empat desa yang sudah ikut menyertakan modal,” bebernya.

Sebagai langkah, pihaknya juga berencana segera menjadwalkan pemeriksaan kepada desa-desa penerima program. ”Untuk komisaris juga akan kita minta keterangan. Kita jadwalkan minggu depan,” tandas Andhi.

- Advertisement -

Seperti diberitakan sebelumnya, program bantuan Kemendes PDDT tahun 2021 sebesar Rp 500 juta yang dikelola BUMDesma kacau. Bangunan kandang yang terintegrasi dengan jaringan biogas mangkrak, keberadaan 10 ekor sapi tak jelas, sementara sebagian ayam petelur mati.

Baca Juga :  Telusuri Aset Masykur, Kejari Jombang Segera Lelang Barang Bukti

Selain itu, sesuai juknis, keanggotaan BUMDesma melibatkan 10 desa. Masing-masing diminta menyertakan modal sebesar Rp 50 juta. Sehingga jika seluruh desa menyertakan modal, maka total anggaran yang dikelola BUMDesma secara kumulatif mencapai Rp 1 miliar.

Adapun desa-desa yang ikut dalam program BUMDesma di antaranya, Desa Denanyar, Banjardowo,  Tunggorono, Kecamatan Jombang. Selanjutntya Desa Megaluh, Turipinggir, Sumbersari, Kecamatan Megaluh. Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang, Desa Sumberagung, Kecamatan Perak dan Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno. (fid/naz/riz)

 






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/