alexametrics
31.5 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

Polisi Selidiki Kasus Persalinan Berujung Kematian Bayi di RSUD Jombang

JOMBANG – Pihak kepolisian merespons viralnya kasus dugaan malapraktik yang dilakukan RSUD Jombang kepada salah satu pasien dan berujung meninggalnya bayi. Polisi menyebut, per-Selasa (2/8) kemarin penyelidikan untuk kasus ini telah dimulai.

“Terkait dugaan malapraktik yang terjadi di RSUD Jombang, kemarin korban telah resmi melaporkan kejadian itu. Per hari ini melakukan penyelidikan terkait laporan polisi itu,” terang AKP Giadi Nugraha, Kasatreskrim Polres Jombang.

Pihaknya mengaku sebelumnya telah mendapatkan berkas pelaporan dari korban Yopi. Ia, melaporkan kejadian itu kepada polisi dengan pasal 359 KUHP, Undang-undang Kesehatan, Undang-undang Tenaga Kesehatan juga Undang-undang Perlindungan Konsumen.

Giadi bahkan menyebut, sudah sempat mendatangi korban di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan. Dari keterangan awal, polisi menyebut nyaris seluruh info yang beredar sebelumnya dalam kasus ini benar. “Hanya memang ada beberapa yang tidak sesuai, seperti adanya rekomendasi cesar dari Puskesmas itu tidak ada memang,” lontarnya.

Baca Juga :  Protes Pasar Hewan di Jombang Ditutup, Pedagang Melapak di Bahu Jalan

Untuk kepentingan penyelidikan itu, Giadi juga menyebut telah menjadwalkan pemeriksaan kepada sejumlah tenaga kesehatan yang dinilai terlibat atau mengetahui peristiwa itu. “Besok (hari ini,Red), kita jadwalkan pemeriksaan kepada saksi-saksinya termasuk dokter dan perawat saat itu baik di puskesmas maupun RSUD,” tambahnya.

Giadi juga menyebut, dalam penyelidikan ini pihaknya juga akan tetap berkoordinasi dengan IDI juga PPNI wilayah Jawa Timur. Terlebih terkait urusan keahlian dan pertimbangan nantinya. “Setelah kita rampungkan pemeriksaan tenaga kesehatan, rumah sakit, puskesmas, korban kita akan kirim hasilnya untuk dianalisa oleh IDI Jatim dan PPNI wilayah Jatim, untuk dilakukan pengakajian oleh organisasi. setelah itu baru kita gelarkan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Di Masjid Polres Jombang, Pasangan Pembuang Bayi Ikat Janji Suci

Seperti diberitakan sebelumnya, pelayanan RSUD Jombang membuat keluarga pasien meradang. Kali ini dialami pasangan Yopi Widianto, 26 dan Rohma Roudotul Jannah, 29 warga Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito. Proses persalinan buah hati pertamanya berujung kematian karena diminta persalinan normal pihak RSUD Jombang. Sementara pihak RSUD mengklaim tindakan yang mereka lakukan sudah sesuai SOP. (riz)

- Advertisement -

JOMBANG – Pihak kepolisian merespons viralnya kasus dugaan malapraktik yang dilakukan RSUD Jombang kepada salah satu pasien dan berujung meninggalnya bayi. Polisi menyebut, per-Selasa (2/8) kemarin penyelidikan untuk kasus ini telah dimulai.

“Terkait dugaan malapraktik yang terjadi di RSUD Jombang, kemarin korban telah resmi melaporkan kejadian itu. Per hari ini melakukan penyelidikan terkait laporan polisi itu,” terang AKP Giadi Nugraha, Kasatreskrim Polres Jombang.

Pihaknya mengaku sebelumnya telah mendapatkan berkas pelaporan dari korban Yopi. Ia, melaporkan kejadian itu kepada polisi dengan pasal 359 KUHP, Undang-undang Kesehatan, Undang-undang Tenaga Kesehatan juga Undang-undang Perlindungan Konsumen.

Giadi bahkan menyebut, sudah sempat mendatangi korban di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan. Dari keterangan awal, polisi menyebut nyaris seluruh info yang beredar sebelumnya dalam kasus ini benar. “Hanya memang ada beberapa yang tidak sesuai, seperti adanya rekomendasi cesar dari Puskesmas itu tidak ada memang,” lontarnya.

Baca Juga :  Ada Kelalaian, Kasus Kecelakaan Kerja PG Djombang Baru Naik ke Penyidikan

Untuk kepentingan penyelidikan itu, Giadi juga menyebut telah menjadwalkan pemeriksaan kepada sejumlah tenaga kesehatan yang dinilai terlibat atau mengetahui peristiwa itu. “Besok (hari ini,Red), kita jadwalkan pemeriksaan kepada saksi-saksinya termasuk dokter dan perawat saat itu baik di puskesmas maupun RSUD,” tambahnya.

Giadi juga menyebut, dalam penyelidikan ini pihaknya juga akan tetap berkoordinasi dengan IDI juga PPNI wilayah Jawa Timur. Terlebih terkait urusan keahlian dan pertimbangan nantinya. “Setelah kita rampungkan pemeriksaan tenaga kesehatan, rumah sakit, puskesmas, korban kita akan kirim hasilnya untuk dianalisa oleh IDI Jatim dan PPNI wilayah Jatim, untuk dilakukan pengakajian oleh organisasi. setelah itu baru kita gelarkan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ratusan Ayam Petelur Mati, Produksi Tak Maksimal
- Advertisement -

Seperti diberitakan sebelumnya, pelayanan RSUD Jombang membuat keluarga pasien meradang. Kali ini dialami pasangan Yopi Widianto, 26 dan Rohma Roudotul Jannah, 29 warga Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito. Proses persalinan buah hati pertamanya berujung kematian karena diminta persalinan normal pihak RSUD Jombang. Sementara pihak RSUD mengklaim tindakan yang mereka lakukan sudah sesuai SOP. (riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/