alexametrics
21.7 C
Jombang
Monday, August 8, 2022

Di Tangan Pria Ini, Stik Eskrim Bisa Jadi Asbak Cantik Lho

JOMBANG – Solikin, 40, warga Desa Badas, Kecamatan Sumobito kreatif membuat kerajinan tangan yang unik. Ia membuat asbak berbahan stik eskrim ditambah hiasan hewan menarik. Produknya ini pun laris manis diborong pembeli.

Di emperan rumahnya yang berada di RT 4 RW 1 Dusun Balongrejo, Desa Badas, Solikin terus bekerja.Tangan kiri memegang asbak setengah jadi, sementara tangan kanannya, memegang lem untuk menyusun satu persatu stik eskrim. Minggu (22/5) kemarin ia sedang menyelesaikan asbak stik eskrim pesanan pelanggan.

’’Ini sedang ada pesanan dari Mojokerto, jadi harus dikebut produksinya,’’ ucapnya. Ia mengerjakannya sendiri, tak ada karyawan yang membantu. Hanya istrinya, Siti Rohanah, 41,yang sesekali membantunya ketika ia sedang sangat repot. Bahan baku utamanya stik eskrim. Untuk memperindah, ia menghiasnya dengan ornamen burung. ’’Kebetulan yang pesan komunitas pecinta burung,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Sarung Tenun Goyor dari Gudo Pakai Alat Tradisional, Tembus Pasar Luar Negeri

Proses pembuatannya berlangsung selama tiga hari. Dimulai dari menyiapkan sejumlah kayu, selain stik eskrim. ’’Burungnya ini pakai kayu randu yang biasanya buat ngecor,’’ jelasnya. Sementara untuk kaki burung, Solikin menggunakan tusuk sate. ’’Kalau rantingnya pakai akar jati, dibeli langsung dari Pare,’’ tambahnya.

Dua lembar kayu randu, ia satukan agar lebih tebal. Setelah itu baru dibentuk menyerupai burung. Proses ini dia lakukan sendiri dengan cutter. ’’Membuat burungnya yang paling lama, bisa sampai dua hari,’’ tambahnya.

Setelah jadi, ia lantas merangkai asbak dari stik kayu itu. Satu persatu, kayu disusun berbentuk kotak dengan laci di bawah. Sementara bagian atasnya, berbentuk lingkaran dengan alas bekas kaleng minuman. ’’Dua sap, yang atas asbak, yang bawah lacinya,’’ urainya.

Baca Juga :  Pemuda di Jombang ubah jadi Miniatur Motor Herex

Untuk proses ini, Solikin hanya menggunakan gunting, cutter dan lem sebagai perekat. ’’Prosesnya lebih cepat, satu hari jadi,’’ ucapnya. Setelah selesai, seluruh hasil karyanya ini baru akan dirangkai dan dicat sesuai keinginan.

Hasil karya kreatifnya ini, biasa dijual dengan harga yang terjangkau, cukup Rp 50 ribu saja. ’’Pembelinya masih di sekitaran Jombang dan Mojokerto,’’ bebernya. Dia baru tiga bulan menekuninya.

Selanjutnya……..

- Advertisement -

JOMBANG – Solikin, 40, warga Desa Badas, Kecamatan Sumobito kreatif membuat kerajinan tangan yang unik. Ia membuat asbak berbahan stik eskrim ditambah hiasan hewan menarik. Produknya ini pun laris manis diborong pembeli.

Di emperan rumahnya yang berada di RT 4 RW 1 Dusun Balongrejo, Desa Badas, Solikin terus bekerja.Tangan kiri memegang asbak setengah jadi, sementara tangan kanannya, memegang lem untuk menyusun satu persatu stik eskrim. Minggu (22/5) kemarin ia sedang menyelesaikan asbak stik eskrim pesanan pelanggan.

’’Ini sedang ada pesanan dari Mojokerto, jadi harus dikebut produksinya,’’ ucapnya. Ia mengerjakannya sendiri, tak ada karyawan yang membantu. Hanya istrinya, Siti Rohanah, 41,yang sesekali membantunya ketika ia sedang sangat repot. Bahan baku utamanya stik eskrim. Untuk memperindah, ia menghiasnya dengan ornamen burung. ’’Kebetulan yang pesan komunitas pecinta burung,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Cerita Lama Lapas Jombang Sejak Era Kolonial, Selamat dari Aksi Bumi Hangus

Proses pembuatannya berlangsung selama tiga hari. Dimulai dari menyiapkan sejumlah kayu, selain stik eskrim. ’’Burungnya ini pakai kayu randu yang biasanya buat ngecor,’’ jelasnya. Sementara untuk kaki burung, Solikin menggunakan tusuk sate. ’’Kalau rantingnya pakai akar jati, dibeli langsung dari Pare,’’ tambahnya.

Dua lembar kayu randu, ia satukan agar lebih tebal. Setelah itu baru dibentuk menyerupai burung. Proses ini dia lakukan sendiri dengan cutter. ’’Membuat burungnya yang paling lama, bisa sampai dua hari,’’ tambahnya.

Setelah jadi, ia lantas merangkai asbak dari stik kayu itu. Satu persatu, kayu disusun berbentuk kotak dengan laci di bawah. Sementara bagian atasnya, berbentuk lingkaran dengan alas bekas kaleng minuman. ’’Dua sap, yang atas asbak, yang bawah lacinya,’’ urainya.

Baca Juga :  Sarung Tenun Goyor dari Gudo Pakai Alat Tradisional, Tembus Pasar Luar Negeri
- Advertisement -

Untuk proses ini, Solikin hanya menggunakan gunting, cutter dan lem sebagai perekat. ’’Prosesnya lebih cepat, satu hari jadi,’’ ucapnya. Setelah selesai, seluruh hasil karyanya ini baru akan dirangkai dan dicat sesuai keinginan.

Hasil karya kreatifnya ini, biasa dijual dengan harga yang terjangkau, cukup Rp 50 ribu saja. ’’Pembelinya masih di sekitaran Jombang dan Mojokerto,’’ bebernya. Dia baru tiga bulan menekuninya.

Selanjutnya……..

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/