alexametrics
22.7 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Unik, Bonsai Kelapa dari Senden Ini Berbentuk Vespa

JOMBANG – Agus Prayitno, pembonsai dari Desa Senden, Kecamatan Peterongan ini membuat kreasi bonsai kelapa yang nyeleneh. Batok kelapa pada bonsai, dibuat menyerupai miniatur Vespa. Batok yang dipadukan dengan sabut kelapa membuat karya seninya makin nyentrik.

Di halaman depan rumahnya di Dusun/Desa Senden, Kecamatan Peterongan terpampang penuh batok kelapa. Ada yang dibiarkan tergeletak, ada juga yang tertata rapi. Paling kentara batok sudah tumbuh tunas dan berakar tertata di atas rak bertingkat.

Bentuknya juga beragam. Mulai dari akarnya menyerupai gurita, dan tegak lurus hingga berbentuk miniatur Vespa.

Batok itu diolah menjadi tanaman yang punya nilai seni oleh Agus sejak empat tahun terakhir. Paling anyar yakni seni ukir Vespa. ”Batok kelapa ukir Vespa ini sejak dua tahun,” kata Agus kepada Jawa Pos Radar Jombang, Minggu (15/5) kemarin.

Baca Juga :  Pria Ini Panen Cuan usai Olah Limbah Kardus Toko jadi Kerajinan Tangan

Dia memilih bentuk Vespa lantaran melihat bentuk batok kelapa yang unik. Menyerupai bodi belakang motor pabrikan Italia itu. ”Awalnya saya melihat keunikan Vespa. Bamper kanan dan kirinya kok mirip batok kelapa,” imbuhnya.

Dari situ, Agus kemudian menjadikan bonsai bikinannya tak lagi monoton. Ada variasi atau model ukir yang berbeda. ”Dibentuk sesuai besar dan kecilnya batok kelapa. Kalau (batok kelapa, Red) kecil maka membuat body-nya juga lebih kecil,’’ ujar lelaki berusia 49 tahun ini.

Seluruh bahannya dari kelapa. Mulai dari bamper, body hingga ban. Sabut yang terbuang diolah sedemikian rupa. Diawali dari proses pengeringan setelah kelapa dikupas. ”Lalu kita potong sabutnya, dibentuk mulai dari body dulu, lalu roda kemudian setir dan jok,’’ paparnya. Secara berurutan seperti itu. Finishing-nya tinggal ngecat.

Baca Juga :  Sosok Harimau Gaib Diyakini Jaga Petilasan Ini, Begini Kesaksian Warga

Karena sabut kelapa kasar, Agus lantas memakai dempul untuk mempercantik tampilan miniatur Vespa pada bonsainya. ”Supaya lebih halus, saya pakai dempul, menggunakan lem kayu dan semen,” ungkapnya.

Seluruh tahapan itu dikerjakan sendiri. Biasanya membutuhkan waktu dua hari. Mulai dari pemilihan batok hingga pengecatan. ”Karena agak rumit dan kecil-kecil, jadi lumayan lama,’’ terangnya.

Paling bagus ketika batok sudah bertunas atau umur empat sampai enam bulan. Akarnya sudah kuat dan bisa dibentuk.

Selanjutnya…..






Reporter: Ainul Hafidz
- Advertisement -

JOMBANG – Agus Prayitno, pembonsai dari Desa Senden, Kecamatan Peterongan ini membuat kreasi bonsai kelapa yang nyeleneh. Batok kelapa pada bonsai, dibuat menyerupai miniatur Vespa. Batok yang dipadukan dengan sabut kelapa membuat karya seninya makin nyentrik.

Di halaman depan rumahnya di Dusun/Desa Senden, Kecamatan Peterongan terpampang penuh batok kelapa. Ada yang dibiarkan tergeletak, ada juga yang tertata rapi. Paling kentara batok sudah tumbuh tunas dan berakar tertata di atas rak bertingkat.

Bentuknya juga beragam. Mulai dari akarnya menyerupai gurita, dan tegak lurus hingga berbentuk miniatur Vespa.

Batok itu diolah menjadi tanaman yang punya nilai seni oleh Agus sejak empat tahun terakhir. Paling anyar yakni seni ukir Vespa. ”Batok kelapa ukir Vespa ini sejak dua tahun,” kata Agus kepada Jawa Pos Radar Jombang, Minggu (15/5) kemarin.

Baca Juga :  Sosok Harimau Gaib Diyakini Jaga Petilasan Ini, Begini Kesaksian Warga

Dia memilih bentuk Vespa lantaran melihat bentuk batok kelapa yang unik. Menyerupai bodi belakang motor pabrikan Italia itu. ”Awalnya saya melihat keunikan Vespa. Bamper kanan dan kirinya kok mirip batok kelapa,” imbuhnya.

Dari situ, Agus kemudian menjadikan bonsai bikinannya tak lagi monoton. Ada variasi atau model ukir yang berbeda. ”Dibentuk sesuai besar dan kecilnya batok kelapa. Kalau (batok kelapa, Red) kecil maka membuat body-nya juga lebih kecil,’’ ujar lelaki berusia 49 tahun ini.

- Advertisement -

Seluruh bahannya dari kelapa. Mulai dari bamper, body hingga ban. Sabut yang terbuang diolah sedemikian rupa. Diawali dari proses pengeringan setelah kelapa dikupas. ”Lalu kita potong sabutnya, dibentuk mulai dari body dulu, lalu roda kemudian setir dan jok,’’ paparnya. Secara berurutan seperti itu. Finishing-nya tinggal ngecat.

Baca Juga :  Diproses seperti Tembakau, Dikirim ke Luar Negeri

Karena sabut kelapa kasar, Agus lantas memakai dempul untuk mempercantik tampilan miniatur Vespa pada bonsainya. ”Supaya lebih halus, saya pakai dempul, menggunakan lem kayu dan semen,” ungkapnya.

Seluruh tahapan itu dikerjakan sendiri. Biasanya membutuhkan waktu dua hari. Mulai dari pemilihan batok hingga pengecatan. ”Karena agak rumit dan kecil-kecil, jadi lumayan lama,’’ terangnya.

Paling bagus ketika batok sudah bertunas atau umur empat sampai enam bulan. Akarnya sudah kuat dan bisa dibentuk.

Selanjutnya…..






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/