JOMBANG - Kemacetan parah di jalur arteri Bandarkedungmulyo membuat sejumlah pemudik memilih jalur alternatif melalui jalan perkampungan, Senin (23/3). Salah satu titik yang dipadati kendaraan berada di Desa Mojokambang, Kecamatan Bandarkedungmulyo.
Pantauan di lokasi, jalan kampung yang relatif sempit dipadati kendaraan roda empat. Bahkan, sebagian ruas jalan masih berupa paving dan belum sepenuhnya mulus. Kondisi ini menyebabkan arus kendaraan tetap tersendat meski pengendara berusaha menghindari jalur utama.
Akibat tingginya volume kendaraan, kemacetan juga terjadi di jalan perkampungan. Warga setempat pun turun tangan menjadi sukarelawan pengatur lalu lintas untuk membantu kelancaran arus.
Mereka mengatur kendaraan agar tidak saling berpapasan di jalan sempit dan mengatur sistem buka-tutup agar kendaraan bisa melintas secara bergantian.
’’Kalau jalan nasional macet, kendaraan biasanya melintas di sini. Tapi memang kondisi jalannya kurang bagus,’’ kata Abdul Nasyid, salah satu warga.
Kondisi lalu lintas kemarin menurutnya masih relatif lebih longgar dibandingkan sehari sebelumnya.
’’Kemarin (22/3) itu lebih parah. Biasanya puncaknya pukul 11.00 sampai 18.00,’’ ucapnya.
Kendaraan yang melintas didominasi mobil pribadi. Jalur tersebut menjadi akses penghubung menuju sejumlah daerah di Jawa Timur.
’’Jalur ini tembus ke Kediri dan Nganjuk,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengatakan, kepadatan arus lalu lintas di wilayah Bandarkedungmulyo merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun saat arus mudik dan balik Lebaran.
’’Memang hampir setiap tahun selalu terjadi kepadatan. Tapi kami upayakan meski padat, arus tetap mengalir,’’ ungkapnya.
Ia menegaskan, pihak kepolisian terus berupaya menjaga kelancaran lalu lintas.
’’Agar masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dan bersilaturahmi dengan aman dan nyaman selama Lebaran,’’ tegasnya. (fid/jif)
Editor : Anggi Fridianto