RadarJombang.id – Kondisi jalan provinsi Jombang-Ploso sepanjang Kecamatan Tembelang masih memprihatinkan.
Puluhan lubang hingga gelombang jalan menghiasi jalan ini. Bahkan, beberapa kali upaya penambalan justru membuat masalah baru.
Kondisi ini juga mengakibatkan sejumlah pengendara jatuh dan mengalami kecelakaan.
Seperti yang terlihat hingga Sabtu (15/2) siang, sejak sisi utara, kerusakan jalan ini mulai muncul di Desa Bedahlawak hingga Desa Sentul.
Di lokasi ini, beberapa titik bahu jalan kondisinya banyak gelombang jalan.
Aspal, terlihat bergeser hingga menganggu pengguna jalan. “Buat yang motor, sangat berbahaya, apalagi kalau pas jalan licin, apalagi yang rusak di jalur lambat,” terang Yusnia, 35, warga di lokasi.
Mengarah ke selatan, kerusakan cukup serius juga terlihat muncul sejak simpang empat Sentul hingga depan gardu PLN.
Lubang jalan di titik ini, terpantau sanat banyak dan merata di sisi kiri hingga tengah jalan.
Ke selatan lagi, kerusakan lebih parah pada jalan aspal ini terlihat tepat di Desa/Kecamatan Tembelang.
Jalan ini, terlihat bergelombang parah tepat di jalur menikung. “Ini juga bolak-balik cuma tambal sulam, dan tidak pernah awet, rusak-rusak lagi,” terang Edo, 32, warga di lokasi.
Ia menyebut, perbaikan besar bahkan sudah dilakukan di lokasi akhir tahun 2025 lalu, Namun, tak sampai tiga bulan, kerusakan kembali muncul lagi.
“Waktu itu cuma dikeruk tipis, terus diaspal lagi, tapi sebulan sudah meleyot lagi ini, dan sampai sekarang makin parah,” lontarnya.
Gelombang jalan di Desa/Kecamatan Tembelang ini, bahkan terus muncul hingga sebelum jembatan Ngotok Ring Kanal.
Gelombang jalan yang parah, kembali terlihat di depan Pasar Ngrawan, Kecamatan Tembelang.
Di lokasi ini, aspal sambungan antara jalan lama dan jalan bekas proyek pelebaran jalan di bagian tengah membuat jalan tidak rata.
“Itu gelombangnya makin hari makin tinggi, ada beberapa titik di sana” ungkap Eko, 40, warga di lokasi.
Bahkan, Eko menyebut jalan bergelombang itu sudah tiga kali menyebabkan kecelakaan dalam satu bulan terakhir.
“Sudah tiga kali jatuh karena dari jauh kan tidak terlalu terlihat, sampai akhirnya dikasih cat itu sama warga,” lontarnya.
Selain itu, kerusakan berupa gelombang jalan juga muncul di seberang masjid besar Dusun Ngrawan.
Di lokasi ini, beberapa titik tambalan aspal terlihat menimbulkan gelombang jalan baru.
“Habis ditambal bareng sama yang Tembelang itu, tapi sekarang malah kayak polisi tidur, sangat membahayakan,” terang Alfian, 28, warga di lokasi.
Ia berharap, jalan itu bisa segera diperbaiki dengan bahan dan kualitas yang lebih baik.
“Harusnya diaspal ulang saja, kalau cuma tambal sulam sama saja hasilnya, karena aspalnya juga jelek itu kayaknya yang dipakai menambal,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Koordinator UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Wilayah II Jombang, Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Ariek Tri S mengakui adanya kerusakan itu.
“Siap masih dalam proses pemeliharaan,” tulisnya singkat dalam pesan yang dikirim ke wartawan (15/2). (riz)
Editor : Achmad RW