Radarjombang.id - Hingga lebih dari sepekan, tanggul sudetan kali Marmoyo di Dusun Lengkong, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, belum tertangani. Ini membuat air sungai yang kembali tinggi melimpas lagi ke areal persawahan.
Seperti yang terpantau hingga Jumat (13/2) siang. Kondisi tanggul yang jebol terlihat belum berubah sama sekali.
Yang terlihat berbeda, hanya tiang-tiang kayu yang terlihat sudah kembali tegak. Sementara kondisi tanggulnya masih bolong.
Siang kemarin kondisi Kali Marmoyo cenderung tinggi lantaran hujan deras yang mengguyur wilayah Jombang sejak Kamis (12/2) sore hingga malam. Air luapan yang seharusnya masuk sungai kembali melimpas ke areal persawahan warga.
’’Sampai hari ini (13/2) memang belum diapa-apakan, belum ada perbaikan sama sekali. Dikasih kayu saja tapi ya ambrol,’’ kata Ahmad Kariyoto, perangkat Desa Jatigedong.
Setelah tanggul jebol untuk kedua kalinya Kamis (5/2), pengecekan dari petugas sudah dilakukan.
Namun belum ada langkah konkret perbaikan tanggul. ’’Masih berupa janji saja, janji yang sama dengan tempo bulan lalu, tapi sampai sekarang juga belum ada,’’ tambahnya.
Dia berharap, perbaikan tanggul itu dapat segera dilaksanakan, terlebih sungai Marmoyo terus mengalami naik turun.
’’Kasihan petani, airnya luber terus kalau tanggulnya masih rusak,’’ ucapnya.
Kepala Bidang Sumberdaya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Sultoni, mengaku sudah mengetahui adanya kerusakan itu. Namun, perbaikan tanggul membutuhkan waktu.
Terutama soal material yang akan digunakan untuk membuat tanggul darurat baru. ’’Akan kami perbaiki dengan tanggul darurat, namun diperkuat dari sebelumnya,’’ imbuhnya.
Saat ini pihaknya amasih menyiapkan material yang dibutuhkan. ’’Sebelumnya kan karung kecil, nanti mungkin pakai jumbo bag dan anyaman bambu. Supaya lebih kuat. Yang jelas kami pasti tangani kerusakannya,’’ tegasnya. (riz/jif)
Editor : Anggi Fridianto