“Kita hari ini sudah terjun ke lokasi, dan menemukan penyebab terjadinya pencemaran sungai,” terang Miftahul Ulum Kepala DLH Jombang, melalui Yuli Inayati Kabid Wasdal Gakkum, kemarin.
Ia menjelaskan, pencemaran itu diketahui berasal dari kandang sapi perah milik Tauchid warga setempat. Dari kandang inilah kotoran sapi berasal dan kemudian masuk ke sungai. “Pemiliknya ini beralasan septic tank overload karena hujan, sehingga luber, masuk saluran terus turun ke sungai,” lontarnya.
Pihaknya juga menemukan ada 14 ekor sapi yang dirawat di kandang. Sementara, hanya ada satu septic tank yang dibangun. “Septic tank cuma satu, ukurannya cukup besar, kedalaman empat meter dan sudah kedap,” beber dia.
Berdasar pengakuan pemilik kandang, proses pembuatan septic tank baru sedang dilakukan. Namun, membutuhkan waktu. “Paling tidak, masih sekitar tiga minggu, membuat septic tank tambahannya,” imbuhnya. Sebagai tindak lanjut, pihaknya meminta pemilik kandang untuk mengatur agar kotoran sapi tak sampai overload dan meluber ke sungai.
Salah satu caranya dengan penanganan manual. “Dia (pemilik kandang, Red) sudah janji kalau bisa mengondisikan kotoran sapi. Kita minta dia tampung padatan kotorannya ke karung secara manual. Sambil menunggu septic tank ditambah kapasitas,” rincinya.
Kendati terbukti pencemaran, Ina menyebut belum ada sanksi maupun teguran kepada pemilik kandang. Hanya akan dibuatkan berita acara untuk dilaporkan. “Sanksi dan teguran belum, hasil ini akan dilaporkan untuk rekomendasi nanti dari pimpinan,” pungkas dia.
Sebelumnya, sejumlah warga Dusun/Desa/Kecamatan Wonosalam mengeluhkan tercemarnya sungai gogor di dusun mereka. Sungai yang awalnya bening, kondisinya keruh dan berbau setelah adanya pembuangan limbah kotoran sapi ke sungai. (riz/bin/riz) Editor : Achmad RW