”Ada banyak hak anak yang wajib dipenuhi orang tua. Salah satunya, memberi ruang gerak dan waktu untuk bermain,’’ ujar dr Pudji Umbaran Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang, kemarin (23/7). Hal ini sesuai tema tahun ini yang mengusung anak terlindungi Indonesia maju.
Pemenuhan hak anak untuk bermain, juga bisa dikemas dalam berbagai cara dan kesempatan. Baik melalui media, game edukasi hingga menyediakan waktu untuk anak bermain di ruang terbuka. Seperti wahana bermain di Taman Kebonrojo, Alun alun Jombang hingga RTH Kebonratu. ”Selain hak bermain, orang tua juga wajib memenuhi tumbuh kembang dari aspek pendidikan, kesehatan dan lain-lain,’’ tambahnya.
Menurut dr Pudji, anak merupakan aset terbesar bangsa yang paling berharga. Agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, maka harus disediakan lingkungan kondusif, terhindar dari berbagai macam jenis kekerasan, intimidasi, eksploitasi hingga dampak bahaya polusi yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak. ” Indonesia saat ini sangat konsen terhadap pembangunan generasi emas. Karena anak-anak adalah aset yang membangun negeri ke depan,’’ jelas dia.
Menteri Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak berpendapat, saat ini Indonesia berada di posisi era bonus demografi. Penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan penduduk usia non produktif. Namun, di tahun 2045 mendatang, Indonesia justru akan menghadapi era demografi tua. Saat itu, usia non produktif lebih mendominasi daripada usia produktif. ”Untuk itu harus menyiapkan SDM unggul dan tangguh yang siap membangun negeri,’’ tegas Pudji.
Hal senada disampaikan Puji Utami Ketua IGTKI Jombang yang menyebut orang tua harus tetap memperhatikan hak-hak anak, termasuk memberi perlindungan tumbuh kembang. ”Utamanya perlindungan dari bentuk kekerasan dan diskriminasi,’’ ujar dia. Karena itulah pihaknya berharap pada momentum HAN ini, anak Indonesia dapat tumbuh kembang dengan baik karena anak sebagai aset berharga Indonesia. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW