Menurut Saipul, 42, salah seorang petani di Dusun Sawahan, Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, serangan wereng batang cokelat cukup mengkhawatirkan. Sebagai antisipasi, pihaknya melakukan penyemprotan. ”Saat berumur 1,5 bulan, serangan wereng cukup banyak,’’ ujarnya.
Dia menyebut, serangan wereng membuat sebagian tanaman di tempatnya mati. Terutama pada bagian batang yang tiba-tiba membusuk setelah diserang wereng. ”Ya, diserang pada bagian batang seperti ini,’’ jelas dia sembari menunjukkan tanaman padi yang mati.
Meski begitu, dirinya mengaku masih bersyukur karena serangan wereng bisa diatasi setelah disemprot. ”Sekarang menjelang panen saya semprot lagi dengan pestisida, supaya tidak ada serangan wereng,’’ tambahnya.
Tanaman padinya saat ini berumur 87 hari. Kurang satu pekan lagi rencana akan dipanen. ”Kalau saat ini ada wereng tapi tidak banyak, mungkin hanya beberapa tanaman saja yang diserang,’’ tegas dia.
Hal senada disampaikan Wijono, petani asal Desa Tejo Kecamatan Mojoagung, yang juga diserang hama wereng batang cokelat. Sembari merawat padinya, ia menunjukkan dampak serangan wereng yang menimpa padinya. ”Ini yang sudah diserang wereng. Tidak bisa tumbuh semai lagi,’’ jelasnya sembari menunjuk ke tanaman padi.
Dikonfirmasi hal ini, Kepala Dinas Pertanian M Rony, menyampaikan selama periode Januari-Mei, cakupan serangan hama wereng batang cokelat merata di 14 kecamatan. Bahkan, ada area yang tingkat serangannya cukup parah. "Total ada 56,43 hektare,’’ terangnya.
Ia mengatakan, karakteristik hama wereng batang cokelat memang menyerang batang bawah pohon. Untuk itu, penanganan dengan penyemprotan pestisida tidak bisa dilakukan seperti biasa. Namun penyemprotan harus menyentuh batang bawah. ”Caranya dipiyak (dibuka, Red) padinya. Supaya yang batang bawah ikut kesemprot,’’ jelas dia.
Untuk mengatasi hama ini pihaknya sudah menyiapkan dana stimulan dari APBD Kabupaten berupa obat-obatan. Nanti petani terdampak akan dibantu pemberian pestisida. ”Kami juga sudah bersurat ke desa jika dana Berkadang di desa bisa dimanfaatkan untuk penanganan hama seperti tikus dan wereng,’’ pungkas Rony. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW