Sabtu, 04 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tak Direklamasi, Bekas Tambang Galian C di Jombang Bahayakan Warga

31 Agustus 2021, 09: 45: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Tak Direklamasi, Bekas Tambang Galian C di Jombang Bahayakan Warga

BAHAYA: Kondisi bekas tambang galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro jadi kubangan air.

Share this      

JOMBANG – Aktivitas tambang galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro dikeluhkan warga sekitar. Menyusul penambang tidak melakukan kewajiban reklamasi. Selain dampak kerusakan lingkungan juga membahayakan warga sekitar.

Seperti pantuan koran ini kemarin, lokasi bekas galian tambang yang berada di areal persawahan itu sudah membentuk kubangan air yang lebar dan dalam.

Bahkan, sebagian masyarakat juga memanfaatkan untuk memancing. Tentu ini juga sangat membahayakan, karena tidak ada batas pengaman di lahan tersebut. ”Setelah dirazia polisi itu dibiarkan begitu saja,” ujar Wawan warga sekitar.

Baca juga: Tanggul Kritis di Mojoagung JombangTak Kunjung Diperbaiki

Ia mengungkapkan, banyak juga masyarakat yang memanfaatkan bekas tambang itu untuk memancing ikan. ”Padahal itu dalam sekali kubangannya,” katanya.

Terlebih lagi, banyak anak kecil juga yang mancing di area tersebut. Sehingga, cukup membahayakan untuk anak kecil. ”Takutnya kayak kejadian di Kecamatan Perak memakan korban. Harusnya diberi tanda peringatan atau tanda pengaman biar aman,” katanya.

Sementara itu, Amin Kurniawan Kabid Konservasi DLH Jombang membenarkan, untuk lahan bekas galian C ilegal di Desa Rejoagung menimbulkan kerusakan yang cukup parah. ”Ya memang rusak. Areal kerusakan mencapai 2 hektare,” ujarnya sat dikonfirmasi kemarin.

Ia mengungkapkan, untuk mengembalikan semua tentu akan membutuhkan biaya yang cukup besar. Sehingga, salah satu upaya itu digunakan untuk kegiatan kolam budidaya ikan. ”Kan di Desa Rejoagung banyak bekas tambang. Kemarin, kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas peternakan terkait lahan di Desa Rejoagung,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Priyono, 51, terdakwa kasus penambangan ilegal di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro harus bersiap menghadapi sidang. Pengadilan Negeri (PN) Jombang segera menggelar sidang perdana pengusaha tambang asal Kabupaten Gresik minggu depan.

”Sudah kita limpah ke pengadilan. Sesuai penetapan jadwal sidang, minggu depan sidang pertama,” terang Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Ahmad Jaya, kemarin.

Untuk menghadapi sidang, JPU disebutnya juga sudah siap dengan materi dakwaan. Lantaran masih dalam situasi pandemi, sidang tetap digelar secara daring. ”Sidangnya daring,” singkat Kasipidum Jaya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Jombang menggerebek aktivitas tambang diduga ilegal di Dusun Payak Mundil, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro (16/4). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, mesin ekskavator merek Komatsu PC200 warna kuning, satu unit dump truk bernopol S 8039 UZ yang di dalamnya berisi batu hasil tambang.

Selain itu, polisi juga menyita satu buah bolpoint warna hitam dan 60 lembar kertas bertuliskan penjualan hasil tambang. Serta uang tunai hasil penjualan tambang sebesar Rp 11. 360.000.

Selanjutnya, keseluruhan barang bukti diamankan ke Mapolres Jombang. Dari hasil pemeriksaan, pemilik tambang tidak bisa menunjukkan dokumen perizinan, mulai dari izin usaha pertambangan operasi produksi/ IUP, izin pengangkutan dan penjualan.

Dari hasil gelar, polisi menetapkan Priyono, 51, pemilik usaha tambang asal Kabupaten Gresik sebagai tersangka. Dia dijerat melanggar pasal  158 UU RI Nomor 03 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

(jo/yan/naz/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia