alexametrics
31.5 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

Tahun Baru Islam, Peziarah Makam Gus Dur Membeludak

JOMBANG – Momentum tahun baru Islam 1 Muharam dimanfaatkan peziarah berkunjung ke makam Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, sepanjang hari kemarin (30/1). Saking ramainya, pengelola wisata makam mencatat ada 10.000 peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Pantauan di lokasi, tampak area parkir kawasan wisata Makam Gus Dur dipenuhi kendaraan bus dan mobil peziarah. Kondisi serupa, juga trlihat di pintu masuk kompleks makam, terlihat ratusan peziarah berjubel silih berganti masuk ke area makam.

Sedangkan, di dalam area makam tampak para peziarah berdoa dan mengaji. Dari kalangan orang tua, pemuda bahkan anak-anak usia sekolah ikut berziarah. Semakin siang, terlihat jumlah pengunjung semakin banyak dan memenuhi komplek Ponpes Tebuireng.

Baca Juga :  Petugas Cek Temuan Struktur Bata Kuno di Ngampungan dan Sukosari

M Fathurrozi, 45, salah satu peziarah asal Banjarnegara Jawa Tengah, mengaku setiap tahun, tepatnya saat peringatan hari besar Islam selalu meyempatkan berziarah dengan keluarga dan kerabat. ”Setiap tahun kita ke sini (Makam Gus Dure, Red), kadang menjelang Ramadan juga,’’ ujar dia sembari menunggu rombongan.

Menurutnya, jumlah pengunjung yang datang lebih ramai ketimbang tahun-tahun sebelumnya. ”Ya, karena hampir dua tahun kompleks makam Gus Dur ditutup karena pandemi Covid-19,’’ jelas dia.

Sementara itu, berdasar catatan pengurus pondok, jumlah pengunjung yang datang pada tahun baru Islam, diperkirakan meningkat hingga dua kali lipat. Peziarah datang silih berganti baik dari daerah di Jawa Timur, maupun peziarah dari luar pulau. ”Mengalami peningkatan dua kali lipat dari hari-hari biasanya,’’ ujar Teuku Azwani salah satu pengurus Ponpes Tebuireng, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia menyebut, di akhir pekan biasanya jumlah pengunjung paling banyak 5.000 orang. Namun di hari libur yang bertepatan dengan peringatan hari besar Islam kali ini antusias peziarah semakin membuncah, hingga tembus 10.000 peziarah. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. ”Perkiraan mencapai 10.000 peziarah,’’ jelas dia.

Baca Juga :  Selip, Dua Mobil Kecelakaan di Tol Jomo

Hingga berita ini diturunkan, regulasi peziarah makam Gus Dur tetap sama seperti sebelumnya, yaitu dua sif. Yakni kunjungan pagi mulai pukul 08.00-15.00 dan kunjungan malam mulai 20.00 sampai pukul 02.00. ”Sampai saat ini aturan masih berlaku. Begitu juga prokes, peziarah tetap diwajibkan memakai masker,’’ pungkasnya. (ang/bin)






Reporter: Anggi Fridianto
- Advertisement -

JOMBANG – Momentum tahun baru Islam 1 Muharam dimanfaatkan peziarah berkunjung ke makam Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, sepanjang hari kemarin (30/1). Saking ramainya, pengelola wisata makam mencatat ada 10.000 peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Pantauan di lokasi, tampak area parkir kawasan wisata Makam Gus Dur dipenuhi kendaraan bus dan mobil peziarah. Kondisi serupa, juga trlihat di pintu masuk kompleks makam, terlihat ratusan peziarah berjubel silih berganti masuk ke area makam.

Sedangkan, di dalam area makam tampak para peziarah berdoa dan mengaji. Dari kalangan orang tua, pemuda bahkan anak-anak usia sekolah ikut berziarah. Semakin siang, terlihat jumlah pengunjung semakin banyak dan memenuhi komplek Ponpes Tebuireng.

Baca Juga :  Pemuda Sidoarjo ini Habisi Istri Sirinya Karena Cemburu

M Fathurrozi, 45, salah satu peziarah asal Banjarnegara Jawa Tengah, mengaku setiap tahun, tepatnya saat peringatan hari besar Islam selalu meyempatkan berziarah dengan keluarga dan kerabat. ”Setiap tahun kita ke sini (Makam Gus Dure, Red), kadang menjelang Ramadan juga,’’ ujar dia sembari menunggu rombongan.

Menurutnya, jumlah pengunjung yang datang lebih ramai ketimbang tahun-tahun sebelumnya. ”Ya, karena hampir dua tahun kompleks makam Gus Dur ditutup karena pandemi Covid-19,’’ jelas dia.

Sementara itu, berdasar catatan pengurus pondok, jumlah pengunjung yang datang pada tahun baru Islam, diperkirakan meningkat hingga dua kali lipat. Peziarah datang silih berganti baik dari daerah di Jawa Timur, maupun peziarah dari luar pulau. ”Mengalami peningkatan dua kali lipat dari hari-hari biasanya,’’ ujar Teuku Azwani salah satu pengurus Ponpes Tebuireng, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

- Advertisement -

Ia menyebut, di akhir pekan biasanya jumlah pengunjung paling banyak 5.000 orang. Namun di hari libur yang bertepatan dengan peringatan hari besar Islam kali ini antusias peziarah semakin membuncah, hingga tembus 10.000 peziarah. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. ”Perkiraan mencapai 10.000 peziarah,’’ jelas dia.

Baca Juga :  Sidang Perpusdes Jombang, Cucuk Hadirkan Dua Saksi Meringankan

Hingga berita ini diturunkan, regulasi peziarah makam Gus Dur tetap sama seperti sebelumnya, yaitu dua sif. Yakni kunjungan pagi mulai pukul 08.00-15.00 dan kunjungan malam mulai 20.00 sampai pukul 02.00. ”Sampai saat ini aturan masih berlaku. Begitu juga prokes, peziarah tetap diwajibkan memakai masker,’’ pungkasnya. (ang/bin)






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/