alexametrics
21.7 C
Jombang
Monday, August 8, 2022

Boneka hingga Gelas Jadi Penanda Koper Jamaah Haji Jombang Agar Tak Hilang

JOMBANG – Banyak cara dilakukan jamaah untuk menandakan koper masing-masing. Tak sedikit, ratusan koper itu ditandai dengan sesuatu yang mudah dilihat seperti pita, gelas hingga boneka. Seperti koper CJH kloter 35 yang terkumpul di Kantor Kemenag Jombang, kemarin (28/6).

Pantauan di lokasi, tampak ratusan koper sudah tertata rapi di Aula Kemenag Jombang. Satu persatu jamaah dari berbagai kecamatan datang mengantarkan kopernya. Salah satunya, Imam Khasanul, 58, jamaah haji asal Dusun Banggle, Desa Dapurkejambon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, yang sengaja memberi tanda kupat-kupatan dari pita. Dengan tanda itu kopernya mudah ditemukan saat tiba di Mekkah nanti. “Ya, ini inisiatif saya dan istri,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Mundjidah Buka Pelatihan Paskibraka Kabupaten Jombang

Dengan tetenger itu kopernya akan beda dari yang lain. ”Yang lain ada yang diberi pita dan gelas. Kalau punya saya, diberi tanda pita,’’ tegas guru SMPN 1 Peterongan ini. Imam sendiri akan berangkat bersama istrinya Muawanah, 53. Mereka sudah menabung sejak 2011 lalu. ”Saya rencana berangkat 2020 lalu, tapi karena Covid-19 akhirnya tertunda dua tahun,’’ papar dia.

Jelang keberangkatan haji, Imam mengaku sudah melakukan beberapa persiapan. Seperti lari ringan setiap pagi hingga menjaga asupan makanan. ”Termasuk pijat dan bekam saya lakukan supaya badan fit saat berhaji nanti,’’ pungkasnya. Siang ini (29/6), ada 441 jamaah kloter 35 yang akan berangkat haji dari Pendopo Jombang. (ang/bin/riz)

Baca Juga :  Pemkab Jombang Gelar Gerebek Pasar Murah Ramadan





Reporter: Anggi Fridianto
- Advertisement -

JOMBANG – Banyak cara dilakukan jamaah untuk menandakan koper masing-masing. Tak sedikit, ratusan koper itu ditandai dengan sesuatu yang mudah dilihat seperti pita, gelas hingga boneka. Seperti koper CJH kloter 35 yang terkumpul di Kantor Kemenag Jombang, kemarin (28/6).

Pantauan di lokasi, tampak ratusan koper sudah tertata rapi di Aula Kemenag Jombang. Satu persatu jamaah dari berbagai kecamatan datang mengantarkan kopernya. Salah satunya, Imam Khasanul, 58, jamaah haji asal Dusun Banggle, Desa Dapurkejambon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, yang sengaja memberi tanda kupat-kupatan dari pita. Dengan tanda itu kopernya mudah ditemukan saat tiba di Mekkah nanti. “Ya, ini inisiatif saya dan istri,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tercemar Limbah, Sungai di Jombang Berbau Busuk dan Berwarna Putih

Dengan tetenger itu kopernya akan beda dari yang lain. ”Yang lain ada yang diberi pita dan gelas. Kalau punya saya, diberi tanda pita,’’ tegas guru SMPN 1 Peterongan ini. Imam sendiri akan berangkat bersama istrinya Muawanah, 53. Mereka sudah menabung sejak 2011 lalu. ”Saya rencana berangkat 2020 lalu, tapi karena Covid-19 akhirnya tertunda dua tahun,’’ papar dia.

Jelang keberangkatan haji, Imam mengaku sudah melakukan beberapa persiapan. Seperti lari ringan setiap pagi hingga menjaga asupan makanan. ”Termasuk pijat dan bekam saya lakukan supaya badan fit saat berhaji nanti,’’ pungkasnya. Siang ini (29/6), ada 441 jamaah kloter 35 yang akan berangkat haji dari Pendopo Jombang. (ang/bin/riz)

Baca Juga :  Diduga Tak Sesuai Spek juga Bermutu Buruk, Proyek TPJ Desa Gedangan Disoal





Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/