alexametrics
21.9 C
Jombang
Monday, August 8, 2022

Petani Gamang, Luas Tanam Tembakau di Utara Brantas Baru Sepertiga Target

JOMBANG – Gamangnya petani menanam tembakau tahun ini diakui Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony mengakui. Rony menyebut, hingga akhir Juni belum semua petani menanam tembakau. Salah satunya, karena faktor cuaca.

”Untuk luas tanam tidak ada pergeseran, hanya di utara Brantas itu 5.000 hektare, mungkin sekarang baru sepertiganya atau sekitar 1.500 hektare,” kata Rony dikonfirmasi, Jumat (24/6) lalu.

Dijelaskan, salah satu alasannya karena petani memilih lebih aman lagi. Sebab intensitas hujan masih tinggi membuat musim tanam tak dilakukan serentak. ”Jadi faktor cuaca ini tentu berpengaruh, harapannya ya segera normal,” imbuh dia.

Diakui, menilik musim tanam sebelumnya untuk awal tanam tembakau berlangsung antara Mei dan Juni. Menyebar di lima kecamatan utara Sungai Brantas. ”Bulan kelima dan keenam untuk tanam tembakau, karena masih hujan cenderungnya petani punya persiapan bibit cadangan,” ujar Rony.

Baca Juga :  Kejuaraan di Kediri, Pesilat Jombang Raih 18 Medali

Tanaman tembakau, lanjut Rony, sensitif ketika mendapat guyuran hujan. Paling dikhawatirkan bisa hingga mati. ”Sebetulnya untuk tembakau ini idealnya dalam kondisi intensitas curah hujan tidak terlalu tinggi,” kata Rony.

Seperti diketahui, tahun lalu ratusan hektare tanaman tembakau mati. Lantaran terendam banjir. Akibatnya petani merugi besar. (fid/naz/riz)






Reporter: Ainul Hafidz
- Advertisement -

JOMBANG – Gamangnya petani menanam tembakau tahun ini diakui Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony mengakui. Rony menyebut, hingga akhir Juni belum semua petani menanam tembakau. Salah satunya, karena faktor cuaca.

”Untuk luas tanam tidak ada pergeseran, hanya di utara Brantas itu 5.000 hektare, mungkin sekarang baru sepertiganya atau sekitar 1.500 hektare,” kata Rony dikonfirmasi, Jumat (24/6) lalu.

Dijelaskan, salah satu alasannya karena petani memilih lebih aman lagi. Sebab intensitas hujan masih tinggi membuat musim tanam tak dilakukan serentak. ”Jadi faktor cuaca ini tentu berpengaruh, harapannya ya segera normal,” imbuh dia.

Diakui, menilik musim tanam sebelumnya untuk awal tanam tembakau berlangsung antara Mei dan Juni. Menyebar di lima kecamatan utara Sungai Brantas. ”Bulan kelima dan keenam untuk tanam tembakau, karena masih hujan cenderungnya petani punya persiapan bibit cadangan,” ujar Rony.

Baca Juga :  Kejuaraan di Kediri, Pesilat Jombang Raih 18 Medali

Tanaman tembakau, lanjut Rony, sensitif ketika mendapat guyuran hujan. Paling dikhawatirkan bisa hingga mati. ”Sebetulnya untuk tembakau ini idealnya dalam kondisi intensitas curah hujan tidak terlalu tinggi,” kata Rony.

Seperti diketahui, tahun lalu ratusan hektare tanaman tembakau mati. Lantaran terendam banjir. Akibatnya petani merugi besar. (fid/naz/riz)






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/