32.5 C
Jombang
Friday, June 2, 2023

Becek dan Berlumpur, Underpass Tol Jomo Dikeluhkan Warga

JOMBANG – Pembangunan underpass tol Jombang-Mojokerto (Jomo) di Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, saat musim hujan, permukaan jalan terowongan ini kerap digenangi air.

Pantauan di lokasi Minggu (26/3) kemarin, terlihat underpass yang berada di perbatasan Dusun Dero dengan Dusun Kalanganyar tergenang air hujan. Selain menganggu kenyamanan warga juga membahayakan pengguna jalan lantaran jalanan licin. ”Hampir setiap tahun pas hujan jadi genangan,” kata Dian, salah seorang warga.

Kondisi genangan air, lanjutnya, bisa bertahan berjam-jam bahkan saat musim hujan, bisa sampai berhari-hari. ”Karena airnya terjebak di terowongan, surutnya lama,” bebernya.

Sementara itu, Kasun Dero As’ad Khoirudin mengakui, salah satu underpass wilayah setempat selama ini sering kebanjiran. ”Sudah sejak lama begitu, pokoknya masuk musim hujan siap-siap pasti ada genangan,” kata As’ad.

Baca Juga :  Tanggul Konto Tergerus, Jembatan di Bandarkedungmulyo Ambruk

Dikatakan, munculnya genangan lantaran underpass tak memiliki saluran pembuang. ”Jadi begini ceritanya, dulu (sebelum proyek jalan tol jadi) di situ awalnya tidak ada underpass, warga lalu protes dan difasilitasi. Dibuatkan underpass, akhirnya kondisinya begitu seadanya,” imbuh dia.

Meski sudah ada overpass, akses itu masih dipergunakan warga. Utamanya petani dan anak sekolah yang memakai sepeda angin. ”Selain akses pertanian juga anak sekolah, karena kalau anak-anak lewat overpass terlalu tinggi. Makanya banyak anak sekolah lewat bawah,” ujar As’ad.

Karena underpass sempit, tak jarang warga harus bergantian saat melintas. ”Kalau ada genangan surutnya juga lama, campur lumpur soalnya,” kata As’ad. (fid/naz/riz)






Reporter: Ainul Hafidz

JOMBANG – Pembangunan underpass tol Jombang-Mojokerto (Jomo) di Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, saat musim hujan, permukaan jalan terowongan ini kerap digenangi air.

Pantauan di lokasi Minggu (26/3) kemarin, terlihat underpass yang berada di perbatasan Dusun Dero dengan Dusun Kalanganyar tergenang air hujan. Selain menganggu kenyamanan warga juga membahayakan pengguna jalan lantaran jalanan licin. ”Hampir setiap tahun pas hujan jadi genangan,” kata Dian, salah seorang warga.

Kondisi genangan air, lanjutnya, bisa bertahan berjam-jam bahkan saat musim hujan, bisa sampai berhari-hari. ”Karena airnya terjebak di terowongan, surutnya lama,” bebernya.

Sementara itu, Kasun Dero As’ad Khoirudin mengakui, salah satu underpass wilayah setempat selama ini sering kebanjiran. ”Sudah sejak lama begitu, pokoknya masuk musim hujan siap-siap pasti ada genangan,” kata As’ad.

Baca Juga :  Rencana Penghapusan Honorer 2023, Pegawai Non ASN Mulai Didata

Dikatakan, munculnya genangan lantaran underpass tak memiliki saluran pembuang. ”Jadi begini ceritanya, dulu (sebelum proyek jalan tol jadi) di situ awalnya tidak ada underpass, warga lalu protes dan difasilitasi. Dibuatkan underpass, akhirnya kondisinya begitu seadanya,” imbuh dia.

Meski sudah ada overpass, akses itu masih dipergunakan warga. Utamanya petani dan anak sekolah yang memakai sepeda angin. ”Selain akses pertanian juga anak sekolah, karena kalau anak-anak lewat overpass terlalu tinggi. Makanya banyak anak sekolah lewat bawah,” ujar As’ad.

Karena underpass sempit, tak jarang warga harus bergantian saat melintas. ”Kalau ada genangan surutnya juga lama, campur lumpur soalnya,” kata As’ad. (fid/naz/riz)






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/