23.1 C
Jombang
Saturday, December 10, 2022

Nyaris Dua Tahun Terbengkalai, Ruas Kabuh-Tapen Jadi Kubangan Air

JOMBANG –  Musim hujan, kondisi jalan ruas Tapen-Bakalanrayung, Kecamatan Kudu semakin tak karuan. Saking banyaknya kubangan air menjadikan sebagian permukaan jalan bag kolam. Selain membahayakan pengguna jalan, aktivitas warga terganggu.

”Rusaknya sekarang tambah parah, genangan air di sana-sini, sudah mirip kolam,” kata Lilik salah seorang warga, Kamis (24/11) kemarin.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga. Tidak hanya aktivitas pedagang pasar Tapen, juga anak-anak pulang pergi sekolah. ”Truk-truk besar juga sekarang masih lewat, jadi ya tambah parah,” ujar Lilik.

Kerusakan jalan itu sudah berlangsung sejak akhir 2020 lalu. Lantaran adanya pengalihan arus lalu lintas dampak pekerjaan proyek jembatan baru Ploso dimulai. Sampai sekarang perbaikan dilakukan darurat. ”Entah kapan diperbaiki, soalnya sudah lama dibiarkan begini. Aspalnya sudah habis, jadi kolam sekarang,” kata Lilik.

Baca Juga :  BOS Tertahan, Dua Sekolah di Jombang Kelabakan Bayar Listrik juga Gaji Guru

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi mengatakan, pemkab sudah memasukkan prioritas perbaikan jalan ruas Kabuh-Tapen. ”Jadi kita masukkan kegiatan tahun depan,” kata Bayu.

Dijelaskan, rencananya besaran anggaran perbaikan itu Rp 5 miliar. ”Sekarang masih proses penganggaran, tapi target kita yang rusak itu bisa tercover perbaikan,” kata Bayu.

Seperti diketahui, proyek jembatan baru Ploso mewariskan jalan kabupaten rusak. Ada tiga ruas mengalami rusak berat. Masing-masing ruas Bawangan-Ploso, Pasar Ploso-Ploso dan Kabuh-Tapen.

Pemkab tahun lalu berupaya perbaikan mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Sayangnya, harapan itu sirna. Sebab seluruh perbaikan dilakukan pemkab, dua di antaranya di Pasar Ploso-Ploso dan Bawangan-Ploso. (fid/naz/riz)

Baca Juga :  Waduh! Pemuda Jogoroto Dibacok Begal, HP dan Motornya Juga Dirampas





Reporter: Ainul Hafidz

JOMBANG –  Musim hujan, kondisi jalan ruas Tapen-Bakalanrayung, Kecamatan Kudu semakin tak karuan. Saking banyaknya kubangan air menjadikan sebagian permukaan jalan bag kolam. Selain membahayakan pengguna jalan, aktivitas warga terganggu.

”Rusaknya sekarang tambah parah, genangan air di sana-sini, sudah mirip kolam,” kata Lilik salah seorang warga, Kamis (24/11) kemarin.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga. Tidak hanya aktivitas pedagang pasar Tapen, juga anak-anak pulang pergi sekolah. ”Truk-truk besar juga sekarang masih lewat, jadi ya tambah parah,” ujar Lilik.

Kerusakan jalan itu sudah berlangsung sejak akhir 2020 lalu. Lantaran adanya pengalihan arus lalu lintas dampak pekerjaan proyek jembatan baru Ploso dimulai. Sampai sekarang perbaikan dilakukan darurat. ”Entah kapan diperbaiki, soalnya sudah lama dibiarkan begini. Aspalnya sudah habis, jadi kolam sekarang,” kata Lilik.

Baca Juga :  Waduh! Pemuda Jogoroto Dibacok Begal, HP dan Motornya Juga Dirampas

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi mengatakan, pemkab sudah memasukkan prioritas perbaikan jalan ruas Kabuh-Tapen. ”Jadi kita masukkan kegiatan tahun depan,” kata Bayu.

Dijelaskan, rencananya besaran anggaran perbaikan itu Rp 5 miliar. ”Sekarang masih proses penganggaran, tapi target kita yang rusak itu bisa tercover perbaikan,” kata Bayu.

Seperti diketahui, proyek jembatan baru Ploso mewariskan jalan kabupaten rusak. Ada tiga ruas mengalami rusak berat. Masing-masing ruas Bawangan-Ploso, Pasar Ploso-Ploso dan Kabuh-Tapen.

Pemkab tahun lalu berupaya perbaikan mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Sayangnya, harapan itu sirna. Sebab seluruh perbaikan dilakukan pemkab, dua di antaranya di Pasar Ploso-Ploso dan Bawangan-Ploso. (fid/naz/riz)

Baca Juga :  Di Situs Grobogan, Tim Ekskavasi Temukan Pecahan Gerabah





Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/