Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Standarisasi SRA Wajib Penuhi 6 Komponen

Bimtek Hari Kedua DPPKB-PPA Jombang

25 November 2021, 07: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Standarisasi SRA Wajib Penuhi 6 Komponen

Share this      

JOMBANG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Standarisasi Sekolah Ramah Anak (SRA). Kegiatan bimtek gelombang kedua diikuti 20 lembaga sekolah. Salah satu materi yang disampaikan tentang enam komponen yang harus dipenuhi dalam mencapai standarisasi SRA.

"Kita paparkan enam komponen yang harus dipenuhi dalam mencapai standarisasi SRA. Kita harap sekolah bisa mempersiapkan keenamnya di lembaga masing-masing," ungkap Nurkamalia, Kepala DPPKB-PPPA Jombang.

Kegiatan bimtek hari kedua diselenggarakan di ruang pertemuan DPPKB-PPPA Jombang. Sejumlah sekolah yang mengikuti bimtek di antaranya; SMP PGRI 3 Perak, SMP PGRI 1 Perak, SMP PGRI 1 Peterongan, SMP PGRI Sumobito, SMP Sunan Ampel Jombang.

Baca juga: Binrohtal 1.296: Tobat dari Ghibah

Standarisasi SRA Wajib Penuhi 6 Komponen

Selain itu dari SMP Al Hikmah Sumobito, SMP Alkaromah Banjaranyar Peterongan, SMP Bahrul Ulum Tambakberas, SMP Budi Utomo Perak, SMP Unggulan Arrohmah Senden Peterongan.

Juga peserta dari MTs Muallimin Muallimat, MTs Fattah Hasyim Bahrul Ulum, MTs Bahrul Ulum, MTs Perguruan Muallimat, MTs Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng, MTs Babussalam, MTs Madrasatul Quran, MTs Umar Zahid Semelo, MTs Bahrul Ulum Genukwatu, MTs Miftahul Ulum.

Nurkamalia menambahkan, standarisasi SRA harus memenuhi enam komponen. Di antaranya, kebijakan tentang SRA yang memiliki bobot 25 persen, pendidik dan tenaga kependidikan terlatih KHA dengan bobot 15 persen, proses belajar ramah anak dengan bobot 20 persen.

Selain itu, sarana prasarana ramah anak dengan bobot 10 persen, pertisipasi anak dengan bobot 15 persen, dan partisipasi orang tua, lembaga masyarakat, stakeholder lainnya serta alumni dengan bobot 15 persen. "Nanti juga akan diberikan lembaran instrumen penilaian, yang disampaikan narasumber," jelas Nurkamalia.

Sebelumnya, untuk memenuhi hak anak dalam lembaga pemerintah, DPPKB-PPPA Jombang menggelar kegiatan bimtek (bimbingan teknis) sekolah ramah anak (SRA). Kegiatan diikuti 60 lembaga sekolah yang diwakili kepala sekolah dan guru bimbingan konseling atau kesiswaan. Agar tidak terjadi penumpukan peserta, kegiatan bimtek dibagi dalam tiga hari. Terhitung sejak 23, 24, dan 25 November.

Ada 60 lembaga sekolah yang menjadi peserta. Masing-masing dari perwakilan lembaga SMP, MTs dan MA. Masing-masing lembaga mengirimkan dua delegasi, yaitu kepala sekolah dan guru bimbingan konseling atau kesiswaan. ”Kita bagi menjadi tiga hari agar tidak terlalu berjubel, menyesuaikan dengan kapasitas ruangan,” pungkas Nurkamalia.

(jo/wen/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia