26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

BPIH Diusulkan Naik, CJH Jombang Ketar-Ketir

JOMBANG – Wacana kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 2023 hingga mencapai Rp 69 juta membuat calon jamaah haji (CJH) di Kabupaten Jombang ketar-ketir. Kenaikan biaya haji yang tinggi tentunya sangat memberatkan CJH.

Salah satunya diungkapkan Mudzakir, 73, Warga Dusun Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek kemarin (24/1). Ia mengaku sudah mengetahui informasi terkait rencana kenaikan ongkos naik haji yang besarannya mencapai Rp 69 juta. Menurutnya, kenaikan ongkos haji yang signifikan tentunya sangat memberatkan CJH. ”Mengenai informasi itu saya juga sudah dengar. Kalau naikanya sampai Rp 69 juta, saya keberatan sekali, karena besarnya segitu banyak,” ujar dia.

Ia mengaku, untuk mengumpulkan uang sebesar itu tentu berat. Apalagi, sehari-hari ia hanya mengandalkan pendapatan dari usaha toko kelontong. ”Sedangkan penghasilan tidak tentu, saya jualan dari toko saja,” tambahnya.

Baca Juga :  Dukung Kebangkitan UMKM, Ini yang Dilakukan Gus Sentot

Ia menceritakan, dirinya daftar haji pada 2012 dengan setoran awal Rp 25 juta. Dari waiting list (daftar tunggu) ia dijadwalkan berangkat pada 2020. Iapun melakukan pelunasan sekitar Rp 15 juta pada 2020. ”Tahun 2020 rencana mau berangkat ditunda, kemudian tahun 2021 ditunda lagi karena pandemi Covid-19, kemudian tahun 2022 ditunda karena usia lebih dari 65 tahun,” tambahnya memerinci.

Kemudian, tahun ini ia kembali dijadwalkan berangkat meskipun sampai dengan saat ini belum ada kepastian. ”Namun belum tahu ini masuk kuota apa tidak karena belum ada kepastian,” papar dia.

Secara pribadi, ia tidak keberatan jika ongkos haji naik. Namun jika kenaikan langsung tinggi tentu kebingungan untuk mencari dana tambahan. ”Ya bener BPIH Rp 69 juta terlalu tinggi. Karena harus membayar sebesar Rp 30 juta untuk pelunasan,” tandasnya.

Baca Juga :  7 Tebing di Wonosalam Longsor usai Hujan Deras, Satu Rumah Rusak

Ia berharap, keputusan pemerintah menaikkan biaya haji hingga Rp 69 juta dapat dipertimbangkan kembali. ”Harapan kami kalau memang ada kenaikan, sedikit-sedikit saja, bertahap seperti tahun kemarin,” pungkasnya.

Dikonfirmasi sebelumnya, Kepala Kemenag Jombang Taufiqurrohman belum bisa menjelaskan secara rinci baik mengenai jumlah BPIH 2023 maupun kuota CJH untuk Jombang. ”Kami masih menunggu. Begitu juga untuk kuota Jombang belum ada by name by address, yang sudah turun adalah kuota nasional untuk Indonesia sebanyak 221 ribu jemaah,” ujar dia (10/1) lalu.

Hanya, kabar yang sudah dapat dipastikan adalah jamaah haji (CJH) di atas usia 65 tahun bisa berangkat haji asalkan sehat jasmani dan rohani. ”Usia di atas 65 tahun tidak ada kendala ataupun hambatan, jadi bisa berangkat tahun ini,” pungkasnya. (ang/naz/riz)






Reporter: Anggi Fridianto

JOMBANG – Wacana kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 2023 hingga mencapai Rp 69 juta membuat calon jamaah haji (CJH) di Kabupaten Jombang ketar-ketir. Kenaikan biaya haji yang tinggi tentunya sangat memberatkan CJH.

Salah satunya diungkapkan Mudzakir, 73, Warga Dusun Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek kemarin (24/1). Ia mengaku sudah mengetahui informasi terkait rencana kenaikan ongkos naik haji yang besarannya mencapai Rp 69 juta. Menurutnya, kenaikan ongkos haji yang signifikan tentunya sangat memberatkan CJH. ”Mengenai informasi itu saya juga sudah dengar. Kalau naikanya sampai Rp 69 juta, saya keberatan sekali, karena besarnya segitu banyak,” ujar dia.

Ia mengaku, untuk mengumpulkan uang sebesar itu tentu berat. Apalagi, sehari-hari ia hanya mengandalkan pendapatan dari usaha toko kelontong. ”Sedangkan penghasilan tidak tentu, saya jualan dari toko saja,” tambahnya.

Baca Juga :  Terkendala Pembebasan TKD Watugaluh, Proyek Irigasi Pariterong Terancam Molor

Ia menceritakan, dirinya daftar haji pada 2012 dengan setoran awal Rp 25 juta. Dari waiting list (daftar tunggu) ia dijadwalkan berangkat pada 2020. Iapun melakukan pelunasan sekitar Rp 15 juta pada 2020. ”Tahun 2020 rencana mau berangkat ditunda, kemudian tahun 2021 ditunda lagi karena pandemi Covid-19, kemudian tahun 2022 ditunda karena usia lebih dari 65 tahun,” tambahnya memerinci.

Kemudian, tahun ini ia kembali dijadwalkan berangkat meskipun sampai dengan saat ini belum ada kepastian. ”Namun belum tahu ini masuk kuota apa tidak karena belum ada kepastian,” papar dia.

Secara pribadi, ia tidak keberatan jika ongkos haji naik. Namun jika kenaikan langsung tinggi tentu kebingungan untuk mencari dana tambahan. ”Ya bener BPIH Rp 69 juta terlalu tinggi. Karena harus membayar sebesar Rp 30 juta untuk pelunasan,” tandasnya.

Baca Juga :  Belum Ada Sinyal Diperbaiki Jalan Rusak Ruas Kabuh-Tapen

Ia berharap, keputusan pemerintah menaikkan biaya haji hingga Rp 69 juta dapat dipertimbangkan kembali. ”Harapan kami kalau memang ada kenaikan, sedikit-sedikit saja, bertahap seperti tahun kemarin,” pungkasnya.

Dikonfirmasi sebelumnya, Kepala Kemenag Jombang Taufiqurrohman belum bisa menjelaskan secara rinci baik mengenai jumlah BPIH 2023 maupun kuota CJH untuk Jombang. ”Kami masih menunggu. Begitu juga untuk kuota Jombang belum ada by name by address, yang sudah turun adalah kuota nasional untuk Indonesia sebanyak 221 ribu jemaah,” ujar dia (10/1) lalu.

Hanya, kabar yang sudah dapat dipastikan adalah jamaah haji (CJH) di atas usia 65 tahun bisa berangkat haji asalkan sehat jasmani dan rohani. ”Usia di atas 65 tahun tidak ada kendala ataupun hambatan, jadi bisa berangkat tahun ini,” pungkasnya. (ang/naz/riz)






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/