alexametrics
28.4 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

IDI Jombang Tegaskan 2 Kasus Kematian Tak Terkait Vaksinasi

JOMBANG –Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang mengimbau orang tua mengizinkan anaknya ikut vaksinasi. Baik dosis satu maupun dosis dua. ’’Meninggalnya dua siswa SD di Jombang usai vaksinasi bukan sebab vaksinasi Covid-19,’’ kata Iskandar Dzulqornain, ketua IDI Jombang, kemarin.

Hasil penyelidikan dan analisis komite KIPI daerah dan nasional menyimpulkan, kejadian tersebut koinsiden. ’’Atau tidak terkait dengan vaksin dan proses vaksinasi,” ungkap Direktur RSUD Ploso ini.

Siswa yang meninggal yakni Muhammad Bayu Setiawan,12, dan Naura Sabrina Galiyah,9. Bayu anak kedua dari pasangan Kaswan-Miyatin. Keluarga ini tinggal di Dusun Bendungrejo, Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto. Siswa kelas 6 SDN Gedangan Mojowarno itu meninggal pada Selasa (28/12/2021) dini hari.

Sehari sebelumnya, Bayu menjalani vaksinasi di Puskesmas Mojowarno. Sementara Naura, merupakan putri pasangan Joko- Marwatun, asal Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno. Dia menjalani vaksinasi di sekolahnya, SDN Catagayam 1 Mojowarno, Selasa (22/12/2021). Dua hari setelah divaksin, Naura sakit. Naura sempat dirawat di RSUD Jombang sebelum meninggal pada Jumat (31/12/2021).

Baca Juga :  Hanyut Dua Hari, Warga Nganjuk Ditemukan Tewas di Brantas Megaluh

Vaksinasi dosis kedua kini mulai diberikan kepada anak-anak usia 6-11 tahun. Iskandar berharap, orang tua tak melarang anaknya untuk divaksin. Masyarakat tidak perlu takut.

Menurutnya, vaksinasi Covid-19 sangat penting bagi keselamatan anak-anak dan keluarga. ”Apalagi kejadian tersebut (dua siswa meninggal) tidak terkait dengan vaksinasi, jadi tidak perlu takut,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jombang, Haryo Purwono, menegaskan, kegiatan vaksinasi terus berjalan hingga sekarang. Sejauh ini, belum ada penolakan dari orang tua mengenai pemberian vaksinasi dosis kedua.

”Vaksin itu aman bagi anak-anak, kami akan terus meyakinkan kepada orang tua, agar tidak perlu khawatir jika anaknya divaksin,” jelas Haryo.

Baca Juga :  Petugas Tertibkan Kerumuman di Alun-Alun Jombang

Ia juga mengimbau, jika ada siswa yang mengalami gejala ringan maupun berat, agar dibawa ke fasilitas kesehatan, seperti puskesmas atau rumah sakit. ”Semuanya gratis, jika setelah vaksin mengalami efek kesehatan ringan ataupun berat,” tegasnya.

Saat ini, capaian vaksinasi terus bertambah. Untuk umum, dosis satu mencapai 90,13 persen, dan dosis dua mencapai 67,47 persen. Untuk lansia, dosis satu 70,26 persen, dan dosis dua 50,51 persen. Remaja, dosis pertama 118,94 persen, dan dosis dua 102,36 persen. Untuk anak-anak dosis satu 66,34  persen, dan dosis dua 9,10 persen.

- Advertisement -

JOMBANG –Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang mengimbau orang tua mengizinkan anaknya ikut vaksinasi. Baik dosis satu maupun dosis dua. ’’Meninggalnya dua siswa SD di Jombang usai vaksinasi bukan sebab vaksinasi Covid-19,’’ kata Iskandar Dzulqornain, ketua IDI Jombang, kemarin.

Hasil penyelidikan dan analisis komite KIPI daerah dan nasional menyimpulkan, kejadian tersebut koinsiden. ’’Atau tidak terkait dengan vaksin dan proses vaksinasi,” ungkap Direktur RSUD Ploso ini.

Siswa yang meninggal yakni Muhammad Bayu Setiawan,12, dan Naura Sabrina Galiyah,9. Bayu anak kedua dari pasangan Kaswan-Miyatin. Keluarga ini tinggal di Dusun Bendungrejo, Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto. Siswa kelas 6 SDN Gedangan Mojowarno itu meninggal pada Selasa (28/12/2021) dini hari.

Sehari sebelumnya, Bayu menjalani vaksinasi di Puskesmas Mojowarno. Sementara Naura, merupakan putri pasangan Joko- Marwatun, asal Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno. Dia menjalani vaksinasi di sekolahnya, SDN Catagayam 1 Mojowarno, Selasa (22/12/2021). Dua hari setelah divaksin, Naura sakit. Naura sempat dirawat di RSUD Jombang sebelum meninggal pada Jumat (31/12/2021).

Baca Juga :  Waspada Penipuan Berkedok Pengangkatan PPPK

Vaksinasi dosis kedua kini mulai diberikan kepada anak-anak usia 6-11 tahun. Iskandar berharap, orang tua tak melarang anaknya untuk divaksin. Masyarakat tidak perlu takut.

Menurutnya, vaksinasi Covid-19 sangat penting bagi keselamatan anak-anak dan keluarga. ”Apalagi kejadian tersebut (dua siswa meninggal) tidak terkait dengan vaksinasi, jadi tidak perlu takut,” tegasnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jombang, Haryo Purwono, menegaskan, kegiatan vaksinasi terus berjalan hingga sekarang. Sejauh ini, belum ada penolakan dari orang tua mengenai pemberian vaksinasi dosis kedua.

”Vaksin itu aman bagi anak-anak, kami akan terus meyakinkan kepada orang tua, agar tidak perlu khawatir jika anaknya divaksin,” jelas Haryo.

Baca Juga :  Agus Raikhani, Pengawas Pertandingan Sepak Bola Nasional

Ia juga mengimbau, jika ada siswa yang mengalami gejala ringan maupun berat, agar dibawa ke fasilitas kesehatan, seperti puskesmas atau rumah sakit. ”Semuanya gratis, jika setelah vaksin mengalami efek kesehatan ringan ataupun berat,” tegasnya.

Saat ini, capaian vaksinasi terus bertambah. Untuk umum, dosis satu mencapai 90,13 persen, dan dosis dua mencapai 67,47 persen. Untuk lansia, dosis satu 70,26 persen, dan dosis dua 50,51 persen. Remaja, dosis pertama 118,94 persen, dan dosis dua 102,36 persen. Untuk anak-anak dosis satu 66,34  persen, dan dosis dua 9,10 persen.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/