alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Tak Berubah

JOMBANG – Harga satu paket minyak goreng Rp 14.000 tak berlaku di pasar tradisional. Hingga kemarin (24/1), harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Jombang, masih gunakan harga lama antara Rp 18.000 sampai Rp 19.000 perliter. 

Hari Oetomo Kepala Disdagrin Jombang, menyampaikan harga di pasar tradisional masih tinggi. Hal ini dikarenakan pedagang masih menjual sisa stok yang lama. ”Harga bervariasi ada yang Rp 18 ribu perliter, dan ada yang Rp 19 ribu perliter. Jadi hanya menghabiskan stok,” katanya.

Saat ditanya apakah nanti ada kebijakan untuk penyetaraan harga minyak goreng di pasar tradisional Rp 14 ribu perliter. Pihaknya mengaku tidak bisa intervensi harga di pasar. ”Kami masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat seperti apa. Kami hanya melakukan pemantuan saja di lapangan,” tambahnya.

Baca Juga :  Sehari Dua Kecelakaan Beruntun, Satu Pengendara Tewas

Harga jual minyak goreng yang tidak berubah itu diketahui setelah pihaknya melakukan pemantauan di pasar tradisional dan toko modern. Terutama di Kecamatan Diwek, Perak dan Jombang kota. ”Kami mendapat informasi jika stok minyak goreng di toko modern dan swalayan habis, makanya sekalian memantau harga di pasar tradisional,” beber Hari.

Ia menyebut, setidaknya ada lima titik toko modern dan satu swalayan yang didatangi. “Untuk stok masih ada,” tambah dia. Kondisi berbalik setelah pihaknya melakukan pemantauan di pasar tradisional. Sebab, harga minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi karena pedagang masih menjual sisa stok lama.

Saat ini, pihak distributor minyak goreng di Jombang masih dipanggil oleh Kementerian Perdagangan. ”Kami belum tahu hasilnya seperti apa. Nanti kami juga akan koordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur,” pungkas Hari.

Baca Juga :  Ratusan Pelamar CPNS di Jombang Ajukan Sanggah

Seperti diberitakan sebelumnya, kebijakan pemerintah menetapkan minyak goreng satu harga Rp 14.000 bagi usaha ritel modern yang tergabung anggota Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) sejak 19 Januari lalu, berdampak pada layanan toko modern. Stok minyak goreng di Jombang mengalami kekosongan. Bahkan, ada sebagian toko modern yang rak belanja tidak menyediakan tempat untuk minyak goreng.

Seperti terpantau di Jl Adityawarman Jombang, minggu (23/1). Salah satu toko modern sudah tidak menyediakan tempat untuk minyak goreng kemasan. Ini dikarenakan, stok minyak goreng sudah ludes diborong pembeli.  Sementara di  toko modern lainnya, terlihat rak minyak goreng kemasan sudah kosong baik ukuran 1 liter maupun 2 liter. Namun, toko ini tetap menyediakan minyak goreng di tempat kasir.

- Advertisement -

JOMBANG – Harga satu paket minyak goreng Rp 14.000 tak berlaku di pasar tradisional. Hingga kemarin (24/1), harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Jombang, masih gunakan harga lama antara Rp 18.000 sampai Rp 19.000 perliter. 

Hari Oetomo Kepala Disdagrin Jombang, menyampaikan harga di pasar tradisional masih tinggi. Hal ini dikarenakan pedagang masih menjual sisa stok yang lama. ”Harga bervariasi ada yang Rp 18 ribu perliter, dan ada yang Rp 19 ribu perliter. Jadi hanya menghabiskan stok,” katanya.

Saat ditanya apakah nanti ada kebijakan untuk penyetaraan harga minyak goreng di pasar tradisional Rp 14 ribu perliter. Pihaknya mengaku tidak bisa intervensi harga di pasar. ”Kami masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat seperti apa. Kami hanya melakukan pemantuan saja di lapangan,” tambahnya.

Baca Juga :  M Sofii Raih Emas K-1 Kickboxing

Harga jual minyak goreng yang tidak berubah itu diketahui setelah pihaknya melakukan pemantauan di pasar tradisional dan toko modern. Terutama di Kecamatan Diwek, Perak dan Jombang kota. ”Kami mendapat informasi jika stok minyak goreng di toko modern dan swalayan habis, makanya sekalian memantau harga di pasar tradisional,” beber Hari.

Ia menyebut, setidaknya ada lima titik toko modern dan satu swalayan yang didatangi. “Untuk stok masih ada,” tambah dia. Kondisi berbalik setelah pihaknya melakukan pemantauan di pasar tradisional. Sebab, harga minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi karena pedagang masih menjual sisa stok lama.

Saat ini, pihak distributor minyak goreng di Jombang masih dipanggil oleh Kementerian Perdagangan. ”Kami belum tahu hasilnya seperti apa. Nanti kami juga akan koordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur,” pungkas Hari.

Baca Juga :  Bupati Hj Mundjidah Wahab Minta Peserta Pelatihan Rintis Wirausaha

- Advertisement -

Seperti diberitakan sebelumnya, kebijakan pemerintah menetapkan minyak goreng satu harga Rp 14.000 bagi usaha ritel modern yang tergabung anggota Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) sejak 19 Januari lalu, berdampak pada layanan toko modern. Stok minyak goreng di Jombang mengalami kekosongan. Bahkan, ada sebagian toko modern yang rak belanja tidak menyediakan tempat untuk minyak goreng.

Seperti terpantau di Jl Adityawarman Jombang, minggu (23/1). Salah satu toko modern sudah tidak menyediakan tempat untuk minyak goreng kemasan. Ini dikarenakan, stok minyak goreng sudah ludes diborong pembeli.  Sementara di  toko modern lainnya, terlihat rak minyak goreng kemasan sudah kosong baik ukuran 1 liter maupun 2 liter. Namun, toko ini tetap menyediakan minyak goreng di tempat kasir.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/