23.6 C
Jombang
Saturday, December 10, 2022

Disdagrin Sebut Pembelian Lahan TKD Denanyar Tinggal Tunggu Restu Gubernur

JOMBANG – Proses pengadaan lahan  untuk relokasi pedagang pasar tumpah di kawasan Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang terus berjalan. Saat ini tim dari provinsi tengah meninjau 40 bidang lahan yang diusulkan sebagai tanah pengganti TKD milik Desa Denanyar, Kecamatan Jombang seluas 3,7 hektare yang akan ditukar guling.

”Dari Senin (21/11) kemarin Pemprov Jawa Timur sudah mulai pengecekan lahan pengganti TKD Denanyar,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Hari Oetomo (22/11).

Hari menerangkan, sebanyak 40 bidang tanah pengganti tersebar di tiga desa. Masing-masing Desa Denanyar, Desa Plosogeneng dan Desa Banjardowo. Seluruhnya di Kecamatan Jombang. ”Luasnya 13 hektare sekian. Paling luas di Banjardowo 9 hektare, Plosogeneng 7.000 meter per segi, sisanya di Denanyar,” imbuhnya.

Karena titiknya banyak, rencana pengecekan akan berlangsung selama tiga hari, terhitung 21-23 November. ”Jadi dicek satu per satu, apakah sesuai untuk dijadikan TKD (tanah kas desa) atau belum,” bebernya.

Baca Juga :  Awas! Banyak Mur dan Baut Mencuat di trotoar Wahid Hasyim

Dari hasil pengecekan sementara ke sejumlah bidang, informasi dari pemprov, lahan yang sudah dicek bisa dilanjutkan ke pengurusan selanjutnya. ”Setelah dicek dan sesuai, proses selanjutnya akan disampaikan ke gubernur. Informasi yang kami dapat, lahan yang sudah dicek bisa dilanjutkan. Itu artinya sudah ada lampu hijau,” bebernya.

Setelah proses pengecekan tuntas, selanjutnya akan disampaikan ke Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai dasar gubernur memberikan persetujuan atau sebaliknya menolak tanah pengganti yang diusulkan. ”Tunggu dua minggu hasilnya. Apabila dapat izin gubernur, setelah itu baru dibayarkan ke pemilik lahan,” pungkas Hari.

Untuk diketahui, setelah gagal terealisasi pada 2021, Pemkab Jombang kembali melanjutkan program pengadaan lahan untuk relokasi pedagang pasar tumpah di PCN Jombang. Dari hasil studi kelayakan tahun sebelumnya, lokasi yang dipilih, yakni TKD milik Desa Denanyar, Kecamatan Jombang.

Baca Juga :  Komisi B Gelar Hearing dengan OPD untuk Kawal Distribusi Pupuk Subsidi

Pemkab membutuhkan lahan sekitar 5 haktare. Pengadaan dibuat dalam dua termin. Tahun ini pemkab menganggarkan sekitar Rp 23 miliar untuk membeli lahan seluas 3,7 hektare. Sementara kekurangannya sekitar 1,3 hektare akan dianggarkan sekitar Rp 15 miliar dari APBD 2023.

Dalam perkembangannya, pemdes Denanyar menggelar musdes untuk pelepasan TKD dan membentuk tim pencari tanah pengganti didampingi dinas terkait. Hasilnya tim mengusulkan 40 bidang tanah pengganti yang tersebar di tiga desa dengan total luasan mencapai 13 hektare. Setelah dilakukan peninjauan dan proses aprraisal, selanjutnya dikirim ke Gubernur Jatim untuk meminta persetujuan. (yan/naz/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri

JOMBANG – Proses pengadaan lahan  untuk relokasi pedagang pasar tumpah di kawasan Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang terus berjalan. Saat ini tim dari provinsi tengah meninjau 40 bidang lahan yang diusulkan sebagai tanah pengganti TKD milik Desa Denanyar, Kecamatan Jombang seluas 3,7 hektare yang akan ditukar guling.

”Dari Senin (21/11) kemarin Pemprov Jawa Timur sudah mulai pengecekan lahan pengganti TKD Denanyar,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Hari Oetomo (22/11).

Hari menerangkan, sebanyak 40 bidang tanah pengganti tersebar di tiga desa. Masing-masing Desa Denanyar, Desa Plosogeneng dan Desa Banjardowo. Seluruhnya di Kecamatan Jombang. ”Luasnya 13 hektare sekian. Paling luas di Banjardowo 9 hektare, Plosogeneng 7.000 meter per segi, sisanya di Denanyar,” imbuhnya.

Karena titiknya banyak, rencana pengecekan akan berlangsung selama tiga hari, terhitung 21-23 November. ”Jadi dicek satu per satu, apakah sesuai untuk dijadikan TKD (tanah kas desa) atau belum,” bebernya.

Baca Juga :  Belum Setahun Diresmikan, Aspal Jembatan Baru Ploso Sudah Bolong

Dari hasil pengecekan sementara ke sejumlah bidang, informasi dari pemprov, lahan yang sudah dicek bisa dilanjutkan ke pengurusan selanjutnya. ”Setelah dicek dan sesuai, proses selanjutnya akan disampaikan ke gubernur. Informasi yang kami dapat, lahan yang sudah dicek bisa dilanjutkan. Itu artinya sudah ada lampu hijau,” bebernya.

Setelah proses pengecekan tuntas, selanjutnya akan disampaikan ke Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai dasar gubernur memberikan persetujuan atau sebaliknya menolak tanah pengganti yang diusulkan. ”Tunggu dua minggu hasilnya. Apabila dapat izin gubernur, setelah itu baru dibayarkan ke pemilik lahan,” pungkas Hari.

Untuk diketahui, setelah gagal terealisasi pada 2021, Pemkab Jombang kembali melanjutkan program pengadaan lahan untuk relokasi pedagang pasar tumpah di PCN Jombang. Dari hasil studi kelayakan tahun sebelumnya, lokasi yang dipilih, yakni TKD milik Desa Denanyar, Kecamatan Jombang.

Baca Juga :  Fragmen Candi Tampingmojo Dievakuasi, Jadi Tambahan Koleksi Museum Mini

Pemkab membutuhkan lahan sekitar 5 haktare. Pengadaan dibuat dalam dua termin. Tahun ini pemkab menganggarkan sekitar Rp 23 miliar untuk membeli lahan seluas 3,7 hektare. Sementara kekurangannya sekitar 1,3 hektare akan dianggarkan sekitar Rp 15 miliar dari APBD 2023.

Dalam perkembangannya, pemdes Denanyar menggelar musdes untuk pelepasan TKD dan membentuk tim pencari tanah pengganti didampingi dinas terkait. Hasilnya tim mengusulkan 40 bidang tanah pengganti yang tersebar di tiga desa dengan total luasan mencapai 13 hektare. Setelah dilakukan peninjauan dan proses aprraisal, selanjutnya dikirim ke Gubernur Jatim untuk meminta persetujuan. (yan/naz/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/