alexametrics
23 C
Jombang
Wednesday, June 29, 2022

Kades se-Bandarkedungmulyo Bersurat ke Dinkes Soal Kasus Obat Kedaluwarsa

JOMBANG – Kepala desa (Kades) se-Kecamatan Bandarkedungmulyo, membuat surat pernyataan khusus agar  ada penindakan kepada pegawai puskesmas yang tidak bisa bekerja profesional. Menyusul pemberian obat kedaluwarsa beberapa waktu lalu.

“Betul, kemarin kami sudah melayangkan surat ke Pemkab Jombang dan Dinkes Jombang untuk memberikan sanksi kepada pegawai puskesmas yang lalai,” terang Zaenal Arifin Koordinator Kepala Desa Kecamatan Bandarkedungmulyo, kemarin.

Dia bersama 10 kepala desa lain di Kecamatan Bandarkedungmulyo sepakat tandatangan dan meminta sanksi diberikan kepada pegawai Puskesmas Bandarkedungmulyo yang lalai memberikan obat kedaluwarsa. “Kami minta pegawai yang tidak profesional dan melayani dengan baik harus dimutasi atau kalau perlu diberhentikan,” lontarnya.

Zaenal menyebut, pemberian obat kedaluwarsa itu bukan kasus tunggal yang jadi penyebab munculnya surat pernyataan khusus. Kejadian itu adalah puncak dari sekian keluhan yang selama ini disampaikan warga kepada kepala desa. “Rata-rata terkait pelayanan petugas yang tidak ramah dan semena-mena, utamanya pada masyarakat miskin,” tambah dia.

Baca Juga :  Syarat Bebas Antigen Kereta Api Di Stasiun Jombang Belum Berlaku

Bahkan menurutnya, pergantian kepala puskesmas usai aksi penyegelan Puskesmas Bandarkedungmulyo tahun lalu, belum berdampak banyak pada layanan. “Kapus juga sering kita ingatkan, ternyata masih saja ada pegawai yang tidak berubah,” imbuh Kades Bandarkedungmulyo ini.

Hingga kemarin, pihaknya belum mendapatkan balasan maupun tanggapan Dinkes dan Pemkab Jombang. Pihaknya masih menunggu tindak lanjut dinas terkait. “Belum ada jawaban,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Budi Nurgoho, Kepala Dinkas Kesehatan Jombang hanya menjawab singkat saat ditanya soal kebenaran adanya surat itu. Pihaknya menyebut tengah melakukan penindakan kepada pegawainya itu. “Terkait kasus Bandar (Puskesmas Bandarkedungmulyo,Red) kita masih berproses secara ketentuan kepegawaian,” tulisnya melalui pesan singkat WhatsApp. (riz/bin)

Baca Juga :  Masjid Al Karim, Masjid Berarsitektur Perpaduan Jawa Timur dan Jawa Tengah
- Advertisement -

JOMBANG – Kepala desa (Kades) se-Kecamatan Bandarkedungmulyo, membuat surat pernyataan khusus agar  ada penindakan kepada pegawai puskesmas yang tidak bisa bekerja profesional. Menyusul pemberian obat kedaluwarsa beberapa waktu lalu.

“Betul, kemarin kami sudah melayangkan surat ke Pemkab Jombang dan Dinkes Jombang untuk memberikan sanksi kepada pegawai puskesmas yang lalai,” terang Zaenal Arifin Koordinator Kepala Desa Kecamatan Bandarkedungmulyo, kemarin.

Dia bersama 10 kepala desa lain di Kecamatan Bandarkedungmulyo sepakat tandatangan dan meminta sanksi diberikan kepada pegawai Puskesmas Bandarkedungmulyo yang lalai memberikan obat kedaluwarsa. “Kami minta pegawai yang tidak profesional dan melayani dengan baik harus dimutasi atau kalau perlu diberhentikan,” lontarnya.

Zaenal menyebut, pemberian obat kedaluwarsa itu bukan kasus tunggal yang jadi penyebab munculnya surat pernyataan khusus. Kejadian itu adalah puncak dari sekian keluhan yang selama ini disampaikan warga kepada kepala desa. “Rata-rata terkait pelayanan petugas yang tidak ramah dan semena-mena, utamanya pada masyarakat miskin,” tambah dia.

Baca Juga :  Selidiki Kasus Pemberian Obat Kadaluwarsa, Polisi Periksa Tiga Saksi

Bahkan menurutnya, pergantian kepala puskesmas usai aksi penyegelan Puskesmas Bandarkedungmulyo tahun lalu, belum berdampak banyak pada layanan. “Kapus juga sering kita ingatkan, ternyata masih saja ada pegawai yang tidak berubah,” imbuh Kades Bandarkedungmulyo ini.

Hingga kemarin, pihaknya belum mendapatkan balasan maupun tanggapan Dinkes dan Pemkab Jombang. Pihaknya masih menunggu tindak lanjut dinas terkait. “Belum ada jawaban,” pungkasnya.

- Advertisement -

Dikonfirmasi terpisah, Budi Nurgoho, Kepala Dinkas Kesehatan Jombang hanya menjawab singkat saat ditanya soal kebenaran adanya surat itu. Pihaknya menyebut tengah melakukan penindakan kepada pegawainya itu. “Terkait kasus Bandar (Puskesmas Bandarkedungmulyo,Red) kita masih berproses secara ketentuan kepegawaian,” tulisnya melalui pesan singkat WhatsApp. (riz/bin)

Baca Juga :  Syarat Bebas Antigen Kereta Api Di Stasiun Jombang Belum Berlaku

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/