26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Miris, PTT di Jombang Ada yang Dibayar hanya Rp 10 Ribu Perhari

JOMBANG – Harapan pegawai tidak tetap (PTT) untuk diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sangat besar. Pasalnya, selama ini gaji yang mereka terima sangat rendah, kurang dari Rp 500 ribu.

’’PTT dapat gaji dari sekolah dan dari dinas. Di tiap sekolah beda-beda nilainya, yang dari dinas kalau bukan honorer K2 gajinya Rp 350 ribu per bulan,’’ kata Ipung Kurniawan, ketua Forum Honorer Eks Kategori Dua Indonesia (FHK2I) Kabupaten Jombang, kemarin. Jika dihitung, PTT itu hanya dibayar sekitar Rp 10 ribu perharinya.

Nasib lebih baik, dirasakan PPT berstatus honorer K2 yang masa kerjanya dibawah 2005. Mereka mendapatkan gaji dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang sebesar Rp 700 ribu per bulan. “Namun jumlahnya kurang lebih 100 orang saja,” lanjutnya.

Baca Juga :  Ada Aturan Baru Tarif Layanan Ojek Online dari Kemenhub, Begini Detilnya

Sementara di jenjang SMA/SMK, 283 PTT mendapatkan Rp 900 ribu per bulan dari pemerintah provinsi. “Selama ini belum pernah ada pengangkatan PTT baik itu menjadi PNS maupun menjadi PPPK,” lontarnya.

Nilai tersebut menurutnya cukup kecil, jika dibandingkan dengan kebutuhan rumah tangga yang terus naik dari tahun ketahun. Pengangkatan PTT menjadi PPPK diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan PTT. Utamanya PTT honorer K2 yang telah mengabdi puluhan tahun di sekolah. ’’Sudah nilainya kecil, itu pun kadang cairnya telat,’’ ucapnya.

Seperti kasus PTT SMA/SMK tahun 2022 yang honornya telat sampai berbulan-bulan. ’’Kan kasihan yang punya tanggungan, kasihan keluarganya,’’ ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sri Hartati, kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, mengatakan, hanya PTT yang memiliki SK gubernur saja yang mendapatkan insentif dari Pemprov Jatim. ’’Nilainya sama seperti insentif GTT, Rp 900 ribu per bulan,’’ jelasnya. Terkait pengangkatan PTT menjadi PPPK, sampai saat ini belum ada. Sebab seleksi PPPK masih fokus pada guru. (wen/jif/riz)

Baca Juga :  Mulai Dikebut, Kejar Tunggakan Tahun Lalu





Reporter: Wenny Rosalina

JOMBANG – Harapan pegawai tidak tetap (PTT) untuk diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sangat besar. Pasalnya, selama ini gaji yang mereka terima sangat rendah, kurang dari Rp 500 ribu.

’’PTT dapat gaji dari sekolah dan dari dinas. Di tiap sekolah beda-beda nilainya, yang dari dinas kalau bukan honorer K2 gajinya Rp 350 ribu per bulan,’’ kata Ipung Kurniawan, ketua Forum Honorer Eks Kategori Dua Indonesia (FHK2I) Kabupaten Jombang, kemarin. Jika dihitung, PTT itu hanya dibayar sekitar Rp 10 ribu perharinya.

Nasib lebih baik, dirasakan PPT berstatus honorer K2 yang masa kerjanya dibawah 2005. Mereka mendapatkan gaji dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang sebesar Rp 700 ribu per bulan. “Namun jumlahnya kurang lebih 100 orang saja,” lanjutnya.

Baca Juga :  Debit Brantas Mulai Turun, Aktivitas Perahu Tambah Kembali Normal

Sementara di jenjang SMA/SMK, 283 PTT mendapatkan Rp 900 ribu per bulan dari pemerintah provinsi. “Selama ini belum pernah ada pengangkatan PTT baik itu menjadi PNS maupun menjadi PPPK,” lontarnya.

Nilai tersebut menurutnya cukup kecil, jika dibandingkan dengan kebutuhan rumah tangga yang terus naik dari tahun ketahun. Pengangkatan PTT menjadi PPPK diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan PTT. Utamanya PTT honorer K2 yang telah mengabdi puluhan tahun di sekolah. ’’Sudah nilainya kecil, itu pun kadang cairnya telat,’’ ucapnya.

Seperti kasus PTT SMA/SMK tahun 2022 yang honornya telat sampai berbulan-bulan. ’’Kan kasihan yang punya tanggungan, kasihan keluarganya,’’ ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sri Hartati, kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, mengatakan, hanya PTT yang memiliki SK gubernur saja yang mendapatkan insentif dari Pemprov Jatim. ’’Nilainya sama seperti insentif GTT, Rp 900 ribu per bulan,’’ jelasnya. Terkait pengangkatan PTT menjadi PPPK, sampai saat ini belum ada. Sebab seleksi PPPK masih fokus pada guru. (wen/jif/riz)

Baca Juga :  MPLS SMKN Wonosalam, Penuhi Enam Kebutuhan Dasar Peserta Didik





Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/