alexametrics
23 C
Jombang
Wednesday, June 29, 2022

Penjual Minyak Goreng di Pasar Tradisional Kelimpungan

JOMBANG – Penerapan kebijakan minyak goreng satu harga Rp 14.000 menjadikan penjual di pasar tradisional harap-harap cemas. Meski pemerintah memberikan kelonggaran sampai 26 Januari untuk penyesuaian, sebagian penjual mengaku kebingungan lantaran stok minyak yang mereka miliki saat ini kulakan lama.

Pantauan wartawan di lokasi, rata-rata penjual di pasar tradisional masih mematok harga minyak goreng dengan harga kisaran Rp 20 ribu per liter.

Edi, 35, salah satu penjual di Pasar Pon Jombang mengaku kebingungan lantaran harus segera melakukan penyesuaian harga sesuai dengan keputusan pemerintah yang menetapkan minyak goreng satu harga. “Kami belum bisa menurunkan harga, karena kami beli di tengkulak saat harga masih tinggi,” ungkapnya.

Diterangkan, sejak pemerintah menetapkan minyak goreng satu harga Rp 14.000 per 19 Januari lalu berlaku di bagi usaha ritel modern yang menjadi anggota APRINDO, usahanya sangat terdampak. Banyak pelanggannya lebih memilih membeli minyak goreng ke pasar modern lantaran harganya lebih murah. ”Sangat berdampak sekali, pembeli otomatis lebih memilih ke toko modern karena harganya lebih murah,” bebernya.

Sementara dirinya dan penjual di pasar tradisional lainnya tidak bisa serta merta menurunkan harga lantaran minyaknya masih kulakan lama. ”Kalau maksa jual Rp 14.000 otomatis kami rugi, sebab kulakannya dengan harga masih tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jalan Rusak Dampak Proyek Jembatan Ploso Matikan Usaha Warga Sekitar

Senada Saiful Ja’far, salah satu penjual di pasar Pon Jombang terpaksa bertahan menjual minyak goreng dengan harga di atas Rp 14.000. Sebab, stok minyaknya masih kulakan lama. ”Untuk minyak goreng curah Rp 19 ribu per liter,’’ ujar Saiful.

Berbeda dengan harga minyak goreng curah, harga minyak goreng kemasan masih dia patok sebesar Rp 20 ribu – Rp 21 ribu per liternya dari harga sebelumnya sekitar Rp 17 ribu – Rp 18 ribu per liternya. Ia mengaku penjualannya mengalami penurunan akibat lonjakan harga minyak goreng. “Biasanya sehari bisa menjual hinggal lima sampai enam jerigen, sekarang cuma bisa menjual dua jerigen saja untuk minyak goreng jenis curah dan hanya beberapa liter minyak goreng kemasan,” tambah pria asal Jogoroto.

Sementara itu, pantauan harga minyak di laman siskaperbapo yang dikelola Dinas Perdagangan Jawa Timur, harga minyak goreng di beberapa pasar tradisional yang ada di Jombang berbeda. Misalnya, di Pasar Cukir harga minyak goreng curah Rp 16 ribu per liter, sedangkan untuk kemasan ukuran 620 ml Rp 19.500. Kondisi tak jauh berbeda juga terpantau di Pasar Ploso, untuk harga goreng curah Rp 18 ribu per liter dan minyak goreng kemasan 620 ml Rp 19 ribu per liter.

Baca Juga :  Situs Yoni Gambar Masuk Rencana Ekskavasi

Untuk diketahui, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau. Terkait tingginya harga minyak goreng,  pemerintah menetapkan kebijakan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp 14.000 per liter. 

Kebijakan minyak goreng satu harga merupakan upaya lanjutan pemerintah untuk menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau. Melalui kebijakan ini, seluruh minyak goreng, baik kemasan premium maupun kemasan sederhana, akan dijual dengan harga setara Rp 14.000/liter untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta usaha mikro dan kecil.

Sebagai awal pelaksanaan, penyediaan minyak goreng dengan satu harga akan dilakukan melalui ritel modern yang menjadi anggota APRINDO, dan untuk pasar tradisional, diberikan waktu satu minggu untuk melakukan penyesuaian. ”Ritel modern akan menyediakan minyak goreng dengan harga Rp14.000/liter yang dimulai pada hari Rabu, 19 Januari 2022, pukul 00.01 waktu setempat, dan kepada masyarakat diharapkan tidak memborong (panic buying), karena stok minyak goreng dalam jumlah yang sangat cukup,” terang Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat menggelar konferensi pers terkait kebijakan minyak goreng satu harga secara virtual di Jakarta, Selasa (18/1).

- Advertisement -

JOMBANG – Penerapan kebijakan minyak goreng satu harga Rp 14.000 menjadikan penjual di pasar tradisional harap-harap cemas. Meski pemerintah memberikan kelonggaran sampai 26 Januari untuk penyesuaian, sebagian penjual mengaku kebingungan lantaran stok minyak yang mereka miliki saat ini kulakan lama.

Pantauan wartawan di lokasi, rata-rata penjual di pasar tradisional masih mematok harga minyak goreng dengan harga kisaran Rp 20 ribu per liter.

Edi, 35, salah satu penjual di Pasar Pon Jombang mengaku kebingungan lantaran harus segera melakukan penyesuaian harga sesuai dengan keputusan pemerintah yang menetapkan minyak goreng satu harga. “Kami belum bisa menurunkan harga, karena kami beli di tengkulak saat harga masih tinggi,” ungkapnya.

Diterangkan, sejak pemerintah menetapkan minyak goreng satu harga Rp 14.000 per 19 Januari lalu berlaku di bagi usaha ritel modern yang menjadi anggota APRINDO, usahanya sangat terdampak. Banyak pelanggannya lebih memilih membeli minyak goreng ke pasar modern lantaran harganya lebih murah. ”Sangat berdampak sekali, pembeli otomatis lebih memilih ke toko modern karena harganya lebih murah,” bebernya.

Sementara dirinya dan penjual di pasar tradisional lainnya tidak bisa serta merta menurunkan harga lantaran minyaknya masih kulakan lama. ”Kalau maksa jual Rp 14.000 otomatis kami rugi, sebab kulakannya dengan harga masih tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jalan Rusak Dampak Proyek Jembatan Ploso Matikan Usaha Warga Sekitar

Senada Saiful Ja’far, salah satu penjual di pasar Pon Jombang terpaksa bertahan menjual minyak goreng dengan harga di atas Rp 14.000. Sebab, stok minyaknya masih kulakan lama. ”Untuk minyak goreng curah Rp 19 ribu per liter,’’ ujar Saiful.

- Advertisement -

Berbeda dengan harga minyak goreng curah, harga minyak goreng kemasan masih dia patok sebesar Rp 20 ribu – Rp 21 ribu per liternya dari harga sebelumnya sekitar Rp 17 ribu – Rp 18 ribu per liternya. Ia mengaku penjualannya mengalami penurunan akibat lonjakan harga minyak goreng. “Biasanya sehari bisa menjual hinggal lima sampai enam jerigen, sekarang cuma bisa menjual dua jerigen saja untuk minyak goreng jenis curah dan hanya beberapa liter minyak goreng kemasan,” tambah pria asal Jogoroto.

Sementara itu, pantauan harga minyak di laman siskaperbapo yang dikelola Dinas Perdagangan Jawa Timur, harga minyak goreng di beberapa pasar tradisional yang ada di Jombang berbeda. Misalnya, di Pasar Cukir harga minyak goreng curah Rp 16 ribu per liter, sedangkan untuk kemasan ukuran 620 ml Rp 19.500. Kondisi tak jauh berbeda juga terpantau di Pasar Ploso, untuk harga goreng curah Rp 18 ribu per liter dan minyak goreng kemasan 620 ml Rp 19 ribu per liter.

Baca Juga :  Insentif Guru Honorer Segera Cair

Untuk diketahui, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau. Terkait tingginya harga minyak goreng,  pemerintah menetapkan kebijakan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp 14.000 per liter. 

Kebijakan minyak goreng satu harga merupakan upaya lanjutan pemerintah untuk menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau. Melalui kebijakan ini, seluruh minyak goreng, baik kemasan premium maupun kemasan sederhana, akan dijual dengan harga setara Rp 14.000/liter untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta usaha mikro dan kecil.

Sebagai awal pelaksanaan, penyediaan minyak goreng dengan satu harga akan dilakukan melalui ritel modern yang menjadi anggota APRINDO, dan untuk pasar tradisional, diberikan waktu satu minggu untuk melakukan penyesuaian. ”Ritel modern akan menyediakan minyak goreng dengan harga Rp14.000/liter yang dimulai pada hari Rabu, 19 Januari 2022, pukul 00.01 waktu setempat, dan kepada masyarakat diharapkan tidak memborong (panic buying), karena stok minyak goreng dalam jumlah yang sangat cukup,” terang Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat menggelar konferensi pers terkait kebijakan minyak goreng satu harga secara virtual di Jakarta, Selasa (18/1).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/