alexametrics
29.2 C
Jombang
Monday, September 26, 2022

Tak Berijin hingga Rentan Picu Banjir, Warga Persoalkan Pembangunan Jembatan

JOMBANG – Pembangunan jembatan di Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung diprotes warga sekitar. Selain diduga tak berizin, bangunan pondasi jembatan disebut terlalu menjorok ke sungai sehingga dikhawatirkan memicu banjir. Warga berharap dibongkar.

Pantauan di lokasi Rabu (21/9) siang, terlihat pekerjaan masih dalam tahap pembangunan pondasi jembatan. Pada sisi utara, pondasi sudah tuntas dibangun, sementara di sisi selatan belum sepenuhnya rampung. ”Itu bukan proyek desa, kemarin warga juga banyak yang protes,” terang PK, salah satu warga yang meminta namanya disembunyikan.

Tidak hanya warga Desa Tejo, warga Desa Palrejo, Kecamatan Sumobito juga banyak yang protes. ”Daerah itu selalu jadi jujukan banjir. Kalau ada jembatan itu tentu aliran air terganggu, sehingga ancaman banjir semakin besar,” bebernya.

Baca Juga :  Dari 11 yang Diajukan, 5 Calon Venue Porprov di Jombang Dapat Lampu Hijau

Disinggung terkait pihak yang membangun jembatan, dia mengaku tak tahu persis. ”Informasinya yang kerjakan pak HR, salah satu pengusaha besar di Jombang,” imbuhnya. Warga sudah mengadukan persoalan itu ke pemerintah desa. ”Warga tidak setuju, minta bangunan segera dibongkar,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Tejo Ponedi membenarkan terkait protes warganya tersebut. ”Warga khawatir memicu banjir, sebab wilayah sekitar situ jadi jujukan banjir kalau musim hujan,” terangnya.

Disinggung pemilik kegiatan, kades mengaku tak tahu persis. ”Sepertinya itu yang membangun pemilik lahan pisang di selatan sungai,” singkatnya. (fid/naz/riz)






Reporter: Ainul Hafidz

JOMBANG – Pembangunan jembatan di Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung diprotes warga sekitar. Selain diduga tak berizin, bangunan pondasi jembatan disebut terlalu menjorok ke sungai sehingga dikhawatirkan memicu banjir. Warga berharap dibongkar.

Pantauan di lokasi Rabu (21/9) siang, terlihat pekerjaan masih dalam tahap pembangunan pondasi jembatan. Pada sisi utara, pondasi sudah tuntas dibangun, sementara di sisi selatan belum sepenuhnya rampung. ”Itu bukan proyek desa, kemarin warga juga banyak yang protes,” terang PK, salah satu warga yang meminta namanya disembunyikan.

Tidak hanya warga Desa Tejo, warga Desa Palrejo, Kecamatan Sumobito juga banyak yang protes. ”Daerah itu selalu jadi jujukan banjir. Kalau ada jembatan itu tentu aliran air terganggu, sehingga ancaman banjir semakin besar,” bebernya.

Baca Juga :  BRI Berikan Apresiasi Timnas U-16, Dorong Regenerasi Pesepak Bola Nasional

Disinggung terkait pihak yang membangun jembatan, dia mengaku tak tahu persis. ”Informasinya yang kerjakan pak HR, salah satu pengusaha besar di Jombang,” imbuhnya. Warga sudah mengadukan persoalan itu ke pemerintah desa. ”Warga tidak setuju, minta bangunan segera dibongkar,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Tejo Ponedi membenarkan terkait protes warganya tersebut. ”Warga khawatir memicu banjir, sebab wilayah sekitar situ jadi jujukan banjir kalau musim hujan,” terangnya.

Disinggung pemilik kegiatan, kades mengaku tak tahu persis. ”Sepertinya itu yang membangun pemilik lahan pisang di selatan sungai,” singkatnya. (fid/naz/riz)






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/