alexametrics
22.4 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Tekan Angka Stunting, DPPKB-PPPA Jombang Gelar Penguatan Kemitraan

JOMBANG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang melaksanakan sejumlah program untuk menurunkan angka stunting. Salah satunya dengan menggelar penguatan kemitraan di kampung KB dan pemberdayaan kampung KB.

Kegiatan itu, dilaksanakan di ruang Soeroadiningrat 2 Kantor Pemkab Jombang, Rabu (22/6) kemarin. Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan tiga materi. Pertama, kampung keluarga berkualitas (kampung KB) dan dapur sehat atasi stunting (dashat). Kedua, pengolahan dan pemilihan bahan makanan bergizi yang bersumber dari kearifan lokal dalam rangka penurunan stunting di kampung KB. Ketiga, sinergitas dana desa dalam mendukung pelaksanaan program di kampung KB.

’’Kami ingin menekan angka stunting di Kabupaten Jombang. Tentu saja kami tidak bisa bergerak sendiri, makanya menggandeng OPD (organisasi perangkat daerah) terkait,’’ kata dr Pudji Umbaran, kepala DPPKB PPPA Jombang.

Baca Juga :  Seni Tari di Jombang Mulai Bangkit Lagi

Angka stunting tidak boleh lebih dari 14 persen. ’’Di Jombang masih tinggi, bersama-sama kita menekan angka stunting di kabupaten Jombang,’’ tegasnya.

DPPKB-PPPA memantapkan kemitraan bersama perwakilan BKKBN provinsi, DPMD Jombang, Dinas Kesehatan Jombang, penyuluh KB tingkat kecamatan hingga desa untuk menekan angka stunting.

dr Pudji berharap, informasi tentang penekanan kasus stunting bisa digetoktularkan sampai ke masyarakat paling bawah. Caranya mudah, bahan makanan yang ada di sekitar bisa menjadi sumber makanan yang bernutrisi bagi anak.

’’Ada banyak program, salah satunya dengan dapur sehat. Makanan untuk mencegah stunting tidak harus mahal, banyak di sekitar kita,’’ ungkapnya.

Dari penguatan kemitraan ini, diharapkan tercipta generasi yang unggul, anak yang sehat, cerdas dan kuat untuk membangun negeri.

Baca Juga :  Ramadan, Pembelajaran Tatap Muka Sekolah di Jombang Dikurangi

’’Informasi ini harus disampaikan pada setiap kesempatan pertemuan yang ada di desa-desa yang melibatkan ibu-ibu, pendidik dan pengasuh,’’ terangnya. Transfer pengetahuan untuk mencegah stunting sangat penting. ’’Utamanya mencegah stunting pada 1.000 hari pertama kehidupan,’’ jelasnya. (wen/jif)






Reporter: Wenny Rosalina
- Advertisement -

JOMBANG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang melaksanakan sejumlah program untuk menurunkan angka stunting. Salah satunya dengan menggelar penguatan kemitraan di kampung KB dan pemberdayaan kampung KB.

Kegiatan itu, dilaksanakan di ruang Soeroadiningrat 2 Kantor Pemkab Jombang, Rabu (22/6) kemarin. Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan tiga materi. Pertama, kampung keluarga berkualitas (kampung KB) dan dapur sehat atasi stunting (dashat). Kedua, pengolahan dan pemilihan bahan makanan bergizi yang bersumber dari kearifan lokal dalam rangka penurunan stunting di kampung KB. Ketiga, sinergitas dana desa dalam mendukung pelaksanaan program di kampung KB.

’’Kami ingin menekan angka stunting di Kabupaten Jombang. Tentu saja kami tidak bisa bergerak sendiri, makanya menggandeng OPD (organisasi perangkat daerah) terkait,’’ kata dr Pudji Umbaran, kepala DPPKB PPPA Jombang.

Baca Juga :  Seni Tari di Jombang Mulai Bangkit Lagi

Angka stunting tidak boleh lebih dari 14 persen. ’’Di Jombang masih tinggi, bersama-sama kita menekan angka stunting di kabupaten Jombang,’’ tegasnya.

DPPKB-PPPA memantapkan kemitraan bersama perwakilan BKKBN provinsi, DPMD Jombang, Dinas Kesehatan Jombang, penyuluh KB tingkat kecamatan hingga desa untuk menekan angka stunting.

dr Pudji berharap, informasi tentang penekanan kasus stunting bisa digetoktularkan sampai ke masyarakat paling bawah. Caranya mudah, bahan makanan yang ada di sekitar bisa menjadi sumber makanan yang bernutrisi bagi anak.

- Advertisement -

’’Ada banyak program, salah satunya dengan dapur sehat. Makanan untuk mencegah stunting tidak harus mahal, banyak di sekitar kita,’’ ungkapnya.

Dari penguatan kemitraan ini, diharapkan tercipta generasi yang unggul, anak yang sehat, cerdas dan kuat untuk membangun negeri.

Baca Juga :  SMAN Ploso Masuk Sekolah Top 1.000, Tahun Ini Ditarget Bisa Lebih Baik

’’Informasi ini harus disampaikan pada setiap kesempatan pertemuan yang ada di desa-desa yang melibatkan ibu-ibu, pendidik dan pengasuh,’’ terangnya. Transfer pengetahuan untuk mencegah stunting sangat penting. ’’Utamanya mencegah stunting pada 1.000 hari pertama kehidupan,’’ jelasnya. (wen/jif)






Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/