alexametrics
22.4 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Pemkab Gelar Sarasehan Bareng Petani Kopi Wonosalam

JOMBANG – Pemkab Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) menggelar sarasehan bersama petani dan produsen kopi Wonosalam di Hall Duran Duren Wonosalam (22/6). Kegiatan bertajuk Sarasehan Peningkatan Kualitas Kopi dan Pemasarannya dibuka secara langsung Bupati Jombang Mundjidah Wahab.

Kegiatan dimulai sekitar pukuk 09.00. Turut hadir dalam kegiatan sarasehan, sejumlah kepala OPD, jajaran Forkopimcam Wonosalam dan seluruh anggota dan pengurus Asosiasi Kopi Wonosalam.

Sebagai pemateri menggandeng dari tim dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember juga dari Anggota Komisi B DPRD Jombang. ”Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyampaikan selamat datang kepada narasumber dari Puslitkoka Jember di Kabupaten Jombang. Serta apresiasi buat Dinas Perdagangan dan perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang yang menyelenggarakan sarasehan ini,” ungkap Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dalam sambutannya.

Bupati mengungkapkan, kopi adalah salah satu produk andalan tak hanya bagi Jombang, namun juga Indonesia. Negara ini, disebutnya merupakan negara terbesar keempat penghasil biji kopi setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

Kopi sebagai industri, disebut Bupati Mundjidah memiliki efek multiplier yang luas. Selain memberikan kesejahteraan kepada para petani kopi, efeknya dapat menyebar ke berbagai sektor, seperti pengusaha kedai kopi, makanan, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Tiga Kursi Pejabat Eselon II B Kosong, Pemkab Mulai Persiapan Gelar Asesmen

Untuk itu, lanjut bupati, pemerintah daerah harus terus melakukan penanganan dan pembinaan di lapangan. Jangan sampai ada pengusaha asing yang bermain. ”Kita tidak mau merugikan pengusaha lokal, bahkan petaninya, semua harus melalui pengusaha lokal, untuk itu diperlukan usaha pengendalian dan strategi pengembangan kopi, agar kopi kita punya  nilai,” imbuhnya.

Melalui kegiatan sarasehan ini, bupati berharap petani kopi mendapatkan tambahan ilmu yang berharga, utamanya soal bagaimana cara produksi dan pemasaran kopi yang efektif dan efisien. ”Anggota Asosiasi Petani Kopi Wonosalam diharapkan terus menambah ilmu. Tidak hanya terkait peningkatan kualitas kopi dan pemasaran saja, tapi juga bagaimana produksi tanaman kopi yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Bupati juga berharap Wonosalam dan kopinya, akan selalu jadi andalan dan ciri khas Kabupaten Jombang yang mampu dikenal luas. ”Kopi ini andalan kita di Jombang, meskipun nanti di-ekspor, saya tetap berharap kebutuhan domestik harus benar-benar juga tercukupi. Jangan sampai kita cuma ekspor tapi kopi yang diolah di kafe didatangkan semuanya dari daerah lain,” pungkasnya.

Baca Juga :  Fasilitas Trotoar Jl KH Wahid Hasyim Jombang Dirusak Orang Tidak Dikenal

Sementara itu, Hari Oetomo Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang menambahkan, kegiatan sarasehan bersama asosiasi petani kopi itu diharapkan mampu terus mendorong kualitas produksi kopi di Jombang. ”Tujuan kita menghadirkan pemateri dari Puslitkoka ini kan juga untuk itu. Peneliti ini sudah berpengalaman, dan kita ingin kopi yang sudah berkembang di Wonosalam terus lebih baik, kopinya khas dan pengolahan sampai pemasarannya lebih maju,” ungkapnya.

Hari juga berharap, kegiatan ini bukanlah akhir dari pelayanan pemerintah kepada petani kopi di Wonosalam. Pemkab Jombang, disebutnya akan secara konsisten memajukan potensi daerah ini. Termasuk dengan rencana pemberian bibit tanaman kopi secara gratis nantinya. ”Masih dalam desain, tapi nantinya diharapkan satu rumah akan menanam satu kopi yang difasilitasi pemerintah dari APBD, ini diharapkan akan mendongkrak produksi kopi kita juga,” pungkasnya. (riz/naz)

- Advertisement -

JOMBANG – Pemkab Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) menggelar sarasehan bersama petani dan produsen kopi Wonosalam di Hall Duran Duren Wonosalam (22/6). Kegiatan bertajuk Sarasehan Peningkatan Kualitas Kopi dan Pemasarannya dibuka secara langsung Bupati Jombang Mundjidah Wahab.

Kegiatan dimulai sekitar pukuk 09.00. Turut hadir dalam kegiatan sarasehan, sejumlah kepala OPD, jajaran Forkopimcam Wonosalam dan seluruh anggota dan pengurus Asosiasi Kopi Wonosalam.

Sebagai pemateri menggandeng dari tim dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember juga dari Anggota Komisi B DPRD Jombang. ”Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyampaikan selamat datang kepada narasumber dari Puslitkoka Jember di Kabupaten Jombang. Serta apresiasi buat Dinas Perdagangan dan perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang yang menyelenggarakan sarasehan ini,” ungkap Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dalam sambutannya.

Bupati mengungkapkan, kopi adalah salah satu produk andalan tak hanya bagi Jombang, namun juga Indonesia. Negara ini, disebutnya merupakan negara terbesar keempat penghasil biji kopi setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

Kopi sebagai industri, disebut Bupati Mundjidah memiliki efek multiplier yang luas. Selain memberikan kesejahteraan kepada para petani kopi, efeknya dapat menyebar ke berbagai sektor, seperti pengusaha kedai kopi, makanan, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Student Journalism: Mendidik Anak

Untuk itu, lanjut bupati, pemerintah daerah harus terus melakukan penanganan dan pembinaan di lapangan. Jangan sampai ada pengusaha asing yang bermain. ”Kita tidak mau merugikan pengusaha lokal, bahkan petaninya, semua harus melalui pengusaha lokal, untuk itu diperlukan usaha pengendalian dan strategi pengembangan kopi, agar kopi kita punya  nilai,” imbuhnya.

- Advertisement -

Melalui kegiatan sarasehan ini, bupati berharap petani kopi mendapatkan tambahan ilmu yang berharga, utamanya soal bagaimana cara produksi dan pemasaran kopi yang efektif dan efisien. ”Anggota Asosiasi Petani Kopi Wonosalam diharapkan terus menambah ilmu. Tidak hanya terkait peningkatan kualitas kopi dan pemasaran saja, tapi juga bagaimana produksi tanaman kopi yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Bupati juga berharap Wonosalam dan kopinya, akan selalu jadi andalan dan ciri khas Kabupaten Jombang yang mampu dikenal luas. ”Kopi ini andalan kita di Jombang, meskipun nanti di-ekspor, saya tetap berharap kebutuhan domestik harus benar-benar juga tercukupi. Jangan sampai kita cuma ekspor tapi kopi yang diolah di kafe didatangkan semuanya dari daerah lain,” pungkasnya.

Baca Juga :  Rumah Rusak Terdampak Puting Beliung, Berharap Ada Bantuan Material

Sementara itu, Hari Oetomo Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang menambahkan, kegiatan sarasehan bersama asosiasi petani kopi itu diharapkan mampu terus mendorong kualitas produksi kopi di Jombang. ”Tujuan kita menghadirkan pemateri dari Puslitkoka ini kan juga untuk itu. Peneliti ini sudah berpengalaman, dan kita ingin kopi yang sudah berkembang di Wonosalam terus lebih baik, kopinya khas dan pengolahan sampai pemasarannya lebih maju,” ungkapnya.

Hari juga berharap, kegiatan ini bukanlah akhir dari pelayanan pemerintah kepada petani kopi di Wonosalam. Pemkab Jombang, disebutnya akan secara konsisten memajukan potensi daerah ini. Termasuk dengan rencana pemberian bibit tanaman kopi secara gratis nantinya. ”Masih dalam desain, tapi nantinya diharapkan satu rumah akan menanam satu kopi yang difasilitasi pemerintah dari APBD, ini diharapkan akan mendongkrak produksi kopi kita juga,” pungkasnya. (riz/naz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/