Senin, 17 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Renungan Minggu 52: Tetap Merdeka di Tengah Badai

22 Agustus 2021, 18: 11: 40 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Renungan Minggu 52: Tetap Merdeka di Tengah Badai

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang, Petrus Harianto STh

Share this      

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya mensyukuri kemerdekaan meski ditengah badai. ’’Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!’’ katanya mengutip Mazmur 133:1.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Bangsa kita tercinta Indonesia telah menikmati kemerdekaan selama 76 tahun. Beberapa hari yang lalu kita kembali beroleh kesempatan memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-76.  Merdeka berarti terlepas dari belenggu, tekanan atau penjajahan bangsa lain. Sehingga kita bebas menentukan masa depan kita sendiri.

Dalam hidup kekristenan, kemerdekaan memiliki arti dimerdekakan dari penjajahan dosa.  Kita tidak lagi berada di bawah kuasa dosa yang membawa kepada penghukuman kekal. Melainkan kita mengalami kehidupan baru yaitu hidup berkemenangan karena Kristus telah memerdekakan kita dari dosa.

Baca juga: Terpapar Covid-19, Tiga Bersaudara di Jombang Berjuang di Rumah Sehat

Peringatan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini mungkin agak berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kita memperingatinya saat bangsa sedang mengalami ujian berat karena mewabahnya virus korona yang benar-benar berdampak pada perekonomian dan berbagai sendi kehidupan.

Inilah momen yang tepat untuk bangkit dan bersatu, berjuang bersama untuk Indonesia. Dulu para pejuang kemerdekaan bersatu, berjuang merebut kedaulatan bangsa. Sekarang kita berjuang, bersatu untuk  kesehatan bangsa kita.

Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib berdoa bagi bangsa tercinta, agar Tuhan Yesus pulihkan. Firman Allah berkata: ’’...Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat. Maka Aku akan mendengar dari surga dan mengampuni dosa mereka. Serta memulihkan negeri mereka,’’ tuturnya mengutip 2 Tawarikh 7:14.

 Mari tinggalkan ego demi kesatuan bangsa!  'Kesatuan'  bukan berarti seragam. Kesatuan itu saling menghargai dan melengkapi di tengah perbedaan yang ada. Sebagaimana semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Hidup dalam kesatuan adalah kehendak Tuhan!  Tuhan tidak menghendaki perselisihan atau perpecahan. Bahkan Ia menyediakan berkat bagi umat yang hidup dalam kesatuan. Seperti tertulis dalam Mazmur 133:3. ’’..Ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.’’

Mari bersatu, berjuang bersama menghadapi pandemi Covid-19 dengan berdoa kepada Tuhan. Serta dengan selalu disiplin mentaati protokol kesehatan. Bersatu kita pasti menang.

’’Sekali Merdeka tetap merdeka ! Dirgahayu Republik Indonesia ke-76.  Tuhan Yesus memberkati,’’ pungkasnya.

(jo/jif/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia