alexametrics
33.9 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

Pasar Hewan di Jombang Masih Tutup, Pedagang Ngotot Melapak di Jalan

JOMBANG – Penutupan pasar hewan di Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, ternyata tak menyurutkan niat pedagang untuk berjualan. Mereka masih ada yang nekat membuka lapak di area luar pasar.

Salah satu pedagang kambing Mukri, mengaku penutupan pasar hewan sangat merugikan. Sebab, penjualan secara langsung di pasar terjual lebih cepat dibandingkan hanya berjualan di rumah atau di pinggir jalan. ”Tadi hanya bawa lima ekor kambing,” ucapnya.

Ia menyebut, harga kambing betina tergolong masih normal. Per ekor berkisar antara Rp 3 sampai Rp 4 juta. Harga ini bergantung kualitas kambing, umur dan kondisi fisik secara keseluruhan.

Hal serupa dilakukan Malik pedagang hewan ternak lainnya yang juga membuka lapak di area luar pasar. Ia berharap pasar hewan segera dibuka kembali mengingat momen Idul Adha semakin dekat. ”Kalau hewannya tidak dibawa ke pasar, tidak bisa terjual cepat,” ujar dia.

Baca Juga :  Tembok Mapolres Jadi Ajang Mural, Gambarnya Wajah Tokoh Nasional dari Jombang

Ia mengaku, penjualan kambing sejauh ini masih normal. Sebab, kambing memang jarang yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Seharusnya khusus kambing boleh diperjualbelikan di pasar karena sebentar lagi Hari Raya Idul Adha.

Meski begitu, penjualan kambing yang dilakukan masih sepi. Sejak pasar ditutup, suasana pasar menjadi sangat sepi. ”Karena ditutup belum ada yang beli. Kalau tidak ada pembeli ya terpaksa dibawa balik lagi,” tegas Malik.

Sementara itu, Agus Susilo Sugioto Kepala Disnak Jombang ketika dikonfirmasi, belum bisa memastikan kapan pasar hewan akan kembali dibuka. Perkembangan PMK di Jombang masih sangat tinggi. Per Senin kemarin (20/6), sapi yang terjangkit capai 2.578 ekor.

Baca Juga :  Lelang Proyek Fisik Minim

”Tunggu perkembangan di lapangan seperti apa,” katanya. Pihaknya sendiri tidak bisa memastikan kapan akan dibuka kembali pasar hewan tersebut. Tak hanya melihat kondisi di lapangan, pembukaan pasar hewan juga menunggu intruksi dari pemprov dan pemerintah pusat. Karena penutupan pasar hewan terjadi di semua daerah.

Untuk itu ia mengimbau kepada para pedagang hewan agar tidak melapak di sekitar pasar. Penjualan bisa dilakukan melalui online atau bisa melakukan transaksi di rumah. Pihaknya yakin setiap pedagang pasti sudah memiliki pelanggan tersendiri. “Mungkin kalau sudah divaksin, pasar hewan akan dibuka kembali,” pungkas Agus. (yan/bin/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri
- Advertisement -

JOMBANG – Penutupan pasar hewan di Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, ternyata tak menyurutkan niat pedagang untuk berjualan. Mereka masih ada yang nekat membuka lapak di area luar pasar.

Salah satu pedagang kambing Mukri, mengaku penutupan pasar hewan sangat merugikan. Sebab, penjualan secara langsung di pasar terjual lebih cepat dibandingkan hanya berjualan di rumah atau di pinggir jalan. ”Tadi hanya bawa lima ekor kambing,” ucapnya.

Ia menyebut, harga kambing betina tergolong masih normal. Per ekor berkisar antara Rp 3 sampai Rp 4 juta. Harga ini bergantung kualitas kambing, umur dan kondisi fisik secara keseluruhan.

Hal serupa dilakukan Malik pedagang hewan ternak lainnya yang juga membuka lapak di area luar pasar. Ia berharap pasar hewan segera dibuka kembali mengingat momen Idul Adha semakin dekat. ”Kalau hewannya tidak dibawa ke pasar, tidak bisa terjual cepat,” ujar dia.

Baca Juga :  Sejumlah Layanan Game Online Diblokir Kemenkominfo, Netizen Meradang

Ia mengaku, penjualan kambing sejauh ini masih normal. Sebab, kambing memang jarang yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Seharusnya khusus kambing boleh diperjualbelikan di pasar karena sebentar lagi Hari Raya Idul Adha.

Meski begitu, penjualan kambing yang dilakukan masih sepi. Sejak pasar ditutup, suasana pasar menjadi sangat sepi. ”Karena ditutup belum ada yang beli. Kalau tidak ada pembeli ya terpaksa dibawa balik lagi,” tegas Malik.

- Advertisement -

Sementara itu, Agus Susilo Sugioto Kepala Disnak Jombang ketika dikonfirmasi, belum bisa memastikan kapan pasar hewan akan kembali dibuka. Perkembangan PMK di Jombang masih sangat tinggi. Per Senin kemarin (20/6), sapi yang terjangkit capai 2.578 ekor.

Baca Juga :  Panggil Dinas P dan K, Dewan Bahas PPDB Zonasi dan Seragam Gratis

”Tunggu perkembangan di lapangan seperti apa,” katanya. Pihaknya sendiri tidak bisa memastikan kapan akan dibuka kembali pasar hewan tersebut. Tak hanya melihat kondisi di lapangan, pembukaan pasar hewan juga menunggu intruksi dari pemprov dan pemerintah pusat. Karena penutupan pasar hewan terjadi di semua daerah.

Untuk itu ia mengimbau kepada para pedagang hewan agar tidak melapak di sekitar pasar. Penjualan bisa dilakukan melalui online atau bisa melakukan transaksi di rumah. Pihaknya yakin setiap pedagang pasti sudah memiliki pelanggan tersendiri. “Mungkin kalau sudah divaksin, pasar hewan akan dibuka kembali,” pungkas Agus. (yan/bin/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/