alexametrics
33.9 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

Merasa Ditipu, Pengemplang Sewa Ruko Minta Keringanan

JOMBANG – Salah satu perwakilan penghuni ruko Simpang Tiga Mojongapit merasa keberatan terkait besaran tunggakan sewa yang harus dibayarkan ke penghuni. Karenanya pihaknya berencana mengajukan keringanan untuk pembayaran.

”Sebenarnya kita itu sangat koperatif dan sebagai warga negara yang baik kita juga mau membayar,” ujar Machin salah satu penghuni ruko, Senin (20/6) kemarin.

Diakuinya, sebelum masa HGB (hak guna bangunan) habis pada tahun 2016 lalu, para penghuni ruko mau mengajukan perpanjangan. ”Karena pada saat itu ada permasalahan sehingga tertunda. Sampai akhirnya Covid-19 dan sampai sekarang ini belum terselesaikan,” bebernya.

Ia menjelaskan, pada 2015 lalu pemkab melakukan appraisal terkait harga sewa dengan ruko. Hanya saja, saat itu penghuni ruko disebutnya tidak diajak rembukan. ”Sekarang peraturan juga berubah-ubah. Kita sebenarnya mempertanyakan perjanjian dengan pihak pengembang dulu,” kata pria yang juga anggota DPRD Jombang ini.

Baca Juga :  Tagih Janji, Sekdakab Minta Pengemplang Sewa Penuhi Komitmen

Dalam salah satu pasal, lanjut Maqin, pihak penghuni ruko bisa mengajukan kembali perpanjangan. Tidak hanya itu, ada klausul hanya membayarkan sewa tanahnya saja. ”Kalau dihitung dulu hanya Rp 5 juta per tahunnya. Tapi sekarang menjadi Rp 19 juta per tahunnya,” ungkapnya.

Diakuinya, dengan tunggakan sewa yang mencapai Rp 19 juta per tahun, tentu ini juga menjadi beban penghuni ruko. Terlebih lagi, saat ini usai pandemi Covid-19. ”Kami berupaya untuk mengajukan keringanan. Karena kami juga merasa ditipu. Apabila seperti ini pastinya tidak ada yang membeli ruko tersebut. Kalau tidak pemerintah siapa lagi yang akan memberikan perlindungan ke masyarakatnya,” katanya.

Saat ini permasalahan juga sudah ditangani Pansus DPRD Jombang. ”Rencananya kami akan hadir semua apabila diundang penghuni ruko,” pungkas Machin.(yan/naz/riz)

Baca Juga :  Warga Keluhkan Akses Jalan ke TPA Gedangkeret yang Rusak Berat





Reporter: Azmy endiyana Zuhri
- Advertisement -

JOMBANG – Salah satu perwakilan penghuni ruko Simpang Tiga Mojongapit merasa keberatan terkait besaran tunggakan sewa yang harus dibayarkan ke penghuni. Karenanya pihaknya berencana mengajukan keringanan untuk pembayaran.

”Sebenarnya kita itu sangat koperatif dan sebagai warga negara yang baik kita juga mau membayar,” ujar Machin salah satu penghuni ruko, Senin (20/6) kemarin.

Diakuinya, sebelum masa HGB (hak guna bangunan) habis pada tahun 2016 lalu, para penghuni ruko mau mengajukan perpanjangan. ”Karena pada saat itu ada permasalahan sehingga tertunda. Sampai akhirnya Covid-19 dan sampai sekarang ini belum terselesaikan,” bebernya.

Ia menjelaskan, pada 2015 lalu pemkab melakukan appraisal terkait harga sewa dengan ruko. Hanya saja, saat itu penghuni ruko disebutnya tidak diajak rembukan. ”Sekarang peraturan juga berubah-ubah. Kita sebenarnya mempertanyakan perjanjian dengan pihak pengembang dulu,” kata pria yang juga anggota DPRD Jombang ini.

Baca Juga :  Hanya Bayar 5 Juta Per Ruko, Pengemplang Sewa Ruko Sengaja Ingkari Janji

Dalam salah satu pasal, lanjut Maqin, pihak penghuni ruko bisa mengajukan kembali perpanjangan. Tidak hanya itu, ada klausul hanya membayarkan sewa tanahnya saja. ”Kalau dihitung dulu hanya Rp 5 juta per tahunnya. Tapi sekarang menjadi Rp 19 juta per tahunnya,” ungkapnya.

Diakuinya, dengan tunggakan sewa yang mencapai Rp 19 juta per tahun, tentu ini juga menjadi beban penghuni ruko. Terlebih lagi, saat ini usai pandemi Covid-19. ”Kami berupaya untuk mengajukan keringanan. Karena kami juga merasa ditipu. Apabila seperti ini pastinya tidak ada yang membeli ruko tersebut. Kalau tidak pemerintah siapa lagi yang akan memberikan perlindungan ke masyarakatnya,” katanya.

- Advertisement -

Saat ini permasalahan juga sudah ditangani Pansus DPRD Jombang. ”Rencananya kami akan hadir semua apabila diundang penghuni ruko,” pungkas Machin.(yan/naz/riz)

Baca Juga :  Disperta: 27 Hektare Sawah di 13 Kecamatan Diserang Tikus





Reporter: Azmy endiyana Zuhri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/