alexametrics
22.5 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Khawatir Distribusi Sulit, Warga Keberatan Kios Pupuk Baru

JOMBANG – Sejumlah warga dari Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, merasa keberatan adanya pembukaan kios pupuk baru. Alasannya, tidak ada pemberitahuan dan koordinasi dengan Gapoktan setempat.

”Intinya kami tidak setuju adanya kios pupuk baru,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Sikap keberatan itu dituangkan dengan mendatangi kantor balai desa setempat. Alasan yang dikemukakan, lantaran tidak ada masalah dengan kios pupuk yang lama.

”Lah ini tiba-tiba ada pemberitahuan kios baru,” keluhnya. Yang lebih membuat geram lagi, sebelumnya warga terutama petani tidak diberi tahu kalau ada penambahan kios pupuk yang baru. Padahal, pupuk yang disediakan di kios tentunya menjadi hak petani.

“Ya itu yang menjadi masalah, kenapa membuat kios baru tidak koordinasi dengan gapoktan atau poktan,” bebernya. Dalam pandangannya, penambahan kios baru justru membuat pengawasan pupuk semakin sulit. Sehingga pupuk yang seharusnya diterima petani, justru dikhawatirkan bisa keluar jalur.

”Harapannya tidak ada penambahan kios lagi karena pendistribusian pupuk selama ini tidak ada masalah,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sinah Koordinator PPL Kecamatan Tembelang, menyampaikan pada intinya para petani tidak sepakat bila ada penambahan kios pupuk baru. ”Tapi tadi belum selesai karena masih dikoordinasikan dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  Lamban, PPK Minta Tenaga Kerja Ditambah

Ditanya siswa pembukaan kios baru, dia mengaku tidak mengetahui mekanismenya seperti apa. Sejauh ini tugasnya hanya membuat E-RDKK. Ia menyebut, sebelumnya pihak distributor memang sudah menyampaikan adanya penambahan kios baru.

Hanya saja, pihak Gapoktan merasa keberatan. Hal ini juga yang membuat distribusi pupuk 2022 menjadi tersendat. ”Alokasi pupuk subsidi di desa lain sudah didistribusikan. Tinggal yang ini saja karena ada masalah,” tegasnya.

Saat ini masih ada stok pupuk sekitar 22 ton titipan petani. Sisa pupuk tersebut lantaran tahun kemarin petani rata-rata menanam jagung. Dan di tengah perjalanan tanaman jagung mereka mati sehingga jatah pupuk tersisa. ”Ini yang digunakan petani sebelum subsidi yang baru didistribusikan,” tegas Sinah.

Sementara itu, Zaki pewakilan distributor wilayah Tembelang dan Perak, mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait. “Kita bikin surat, karena juga menyangkut izin usaha (kios, Red) permodalan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis kemarin (20/1).

Permintaan sejumlah petani bakal kembali disampaikan paling lambat minggu depan. Keberadaan kios merupakan tanggungjawabnya. Ia menyebut, kehadiran kios baru tidak menghapus kios lama. ”Terkait sosialisasi melalui PPL, jadi bukan kami langsung,” sambungnya.

Baca Juga :  Ditambal Setengah Hati Jalan Kabupaten di Kedungpapar yang Rusak

Ia menyebut, kios baru lantaran masih ada persoalan yang belum terselesaikan dengan distributor lama. Sehingga, masih ada catatan. ”Jadi kios lama tidak dihapus, ada masalah finansial dengan distributor lama yang belum diselesaikan. Itu yang menjadi salah satu penilaian,” bebernya.

Pembukaan kios baru juga sudah disampaikan ke PPL Tembelang. Hanya saja, diperkirakan mungkin ada miss komunikasi sehingga belum tersampaikan kepada kelompok tani (poktan). ”Koordinasi kita dengan PPL 6 Januari, masih ada waktu Poktan kumpul ada kios baru. Mungkin karena ada miss komunikasi, jadi belum tersampaikan,” terang Zaki.

Meski demikian, petani sudah bisa mendapatkan pupuk bersubsidi baik di kios lama ataupun kios baru. Untuk RDKK juga sudah ditandatangani semua, baik yang mau menebus pupuk di kios lama atau baru. “Jadi kalau ada alasan, susah beli pupuk karena kios dipecah. Kita kirim penyaluran berapapun akan kita kirim,” pungkasnya.

- Advertisement -

JOMBANG – Sejumlah warga dari Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, merasa keberatan adanya pembukaan kios pupuk baru. Alasannya, tidak ada pemberitahuan dan koordinasi dengan Gapoktan setempat.

”Intinya kami tidak setuju adanya kios pupuk baru,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Sikap keberatan itu dituangkan dengan mendatangi kantor balai desa setempat. Alasan yang dikemukakan, lantaran tidak ada masalah dengan kios pupuk yang lama.

”Lah ini tiba-tiba ada pemberitahuan kios baru,” keluhnya. Yang lebih membuat geram lagi, sebelumnya warga terutama petani tidak diberi tahu kalau ada penambahan kios pupuk yang baru. Padahal, pupuk yang disediakan di kios tentunya menjadi hak petani.

“Ya itu yang menjadi masalah, kenapa membuat kios baru tidak koordinasi dengan gapoktan atau poktan,” bebernya. Dalam pandangannya, penambahan kios baru justru membuat pengawasan pupuk semakin sulit. Sehingga pupuk yang seharusnya diterima petani, justru dikhawatirkan bisa keluar jalur.

”Harapannya tidak ada penambahan kios lagi karena pendistribusian pupuk selama ini tidak ada masalah,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sinah Koordinator PPL Kecamatan Tembelang, menyampaikan pada intinya para petani tidak sepakat bila ada penambahan kios pupuk baru. ”Tapi tadi belum selesai karena masih dikoordinasikan dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  Yus Baiti Rochiani: PAUD Membangun Karakter

- Advertisement -

Ditanya siswa pembukaan kios baru, dia mengaku tidak mengetahui mekanismenya seperti apa. Sejauh ini tugasnya hanya membuat E-RDKK. Ia menyebut, sebelumnya pihak distributor memang sudah menyampaikan adanya penambahan kios baru.

Hanya saja, pihak Gapoktan merasa keberatan. Hal ini juga yang membuat distribusi pupuk 2022 menjadi tersendat. ”Alokasi pupuk subsidi di desa lain sudah didistribusikan. Tinggal yang ini saja karena ada masalah,” tegasnya.

Saat ini masih ada stok pupuk sekitar 22 ton titipan petani. Sisa pupuk tersebut lantaran tahun kemarin petani rata-rata menanam jagung. Dan di tengah perjalanan tanaman jagung mereka mati sehingga jatah pupuk tersisa. ”Ini yang digunakan petani sebelum subsidi yang baru didistribusikan,” tegas Sinah.

Sementara itu, Zaki pewakilan distributor wilayah Tembelang dan Perak, mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait. “Kita bikin surat, karena juga menyangkut izin usaha (kios, Red) permodalan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis kemarin (20/1).

Permintaan sejumlah petani bakal kembali disampaikan paling lambat minggu depan. Keberadaan kios merupakan tanggungjawabnya. Ia menyebut, kehadiran kios baru tidak menghapus kios lama. ”Terkait sosialisasi melalui PPL, jadi bukan kami langsung,” sambungnya.

Baca Juga :  Guru di Jombang Gunakan Media Pelangi Warna untuk Belajar Sains

Ia menyebut, kios baru lantaran masih ada persoalan yang belum terselesaikan dengan distributor lama. Sehingga, masih ada catatan. ”Jadi kios lama tidak dihapus, ada masalah finansial dengan distributor lama yang belum diselesaikan. Itu yang menjadi salah satu penilaian,” bebernya.

Pembukaan kios baru juga sudah disampaikan ke PPL Tembelang. Hanya saja, diperkirakan mungkin ada miss komunikasi sehingga belum tersampaikan kepada kelompok tani (poktan). ”Koordinasi kita dengan PPL 6 Januari, masih ada waktu Poktan kumpul ada kios baru. Mungkin karena ada miss komunikasi, jadi belum tersampaikan,” terang Zaki.

Meski demikian, petani sudah bisa mendapatkan pupuk bersubsidi baik di kios lama ataupun kios baru. Untuk RDKK juga sudah ditandatangani semua, baik yang mau menebus pupuk di kios lama atau baru. “Jadi kalau ada alasan, susah beli pupuk karena kios dipecah. Kita kirim penyaluran berapapun akan kita kirim,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/