alexametrics
21.7 C
Jombang
Monday, August 8, 2022

Longsor di Wonosalam Belum Ditangani,Warga Waswas Ancaman Longsor Susulan

JOMBANG – Kondisi tebing jalan longsor di Dusun Sungkul, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam kian memprihatinkan, menyusul terjadinya longsor susulan Jumat (17/6) lalu. Hingga kini upaya perbaikan masih terkendala faktor anggaran. Warga pun waswas ancaman longsor susulan.

Haris Aminuddin Camat Wonosalam mengatakan, hingga kemarin belum ada penanganan tebing longsor di Dusun Sungkul, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam. Sebaliknya, dampak longsor semakin parah menyusul terjadinya longsor susulan di titik tersebut Jumat (17/6) lalu.

Dia menerangkan, setelah kejadian longsor besar pada 25 Mei lalu, terjadi longsor susulan. Masing-masing pada 16 Juni dan 17 Juni berturut-turut. ”Akibat intesitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan longsor susulan di Desa Jarak dengan titik yang sama sebelumnya,” ujar dia.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam longsor tersebut. Meski begitu, warga semakin waswas.  Ia menyebut, kerugian hanya berdampak pada rusaknya tanaman warga yang tertimbun material longsor. ”Setelah longsor, warga sekitar membersihkan sisa longsoran tanah yang ada di bahu jalan dan memberikan penanda pembatas bahaya pada jalan,” papar dia.

Baca Juga :  Rawan Jebol, Warga Buat Penahan Tanggul Sendiri

Haris mengimbau warga setempat agar selalu waspada dan berhati-hati, terlebih saat hujan turun. ”Karena Desa Jarak wilayah kategori rawan bencana,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoradi menjelaskan, longsor pada tebing jalan di Dusun Sungkul, Desa Jarak longsor sudah masuk rencana penanganan. Namun, kini masih menunggu anggaran dari belanja tidak terduga (BTT) cair. ”Kita masih menunggu SK penetapan anggaran. Rencana kebutuhan bahan sudah kita sampaikan, tinggal penetapan anggaran, dan transfer alokasi anggarannya,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (19/6).

Diketahui, anggaran untuk menangani tebing yang longsor setinggi 30 meter tersebut senilai diperkirakan mencapai Rp 980 juta. Penanganan bakal dilakukan dengan bronjong mengingat kondisi kontur tanah yang mudah longsor. ”Ya kita bronjong,” tambahnya.

Baca Juga :  Tukar Guling Lahan TKD Terdampak Pariterong Terhambat Kelengkapan Berkas

Sementara itu, saat disinggung dampak longsoran susulan yang terjadi pada (16/6) lalu, Bayu menyebut tidak ada akses jalan milik PUPR yang rusak. Meski begitu, dia tak menampik terganggunya akses jalan warga. ”Kalau dampak kerusakan jalan kabupaten seperti yang terjadi pada 25 Mei lalu tidak ada. Namun ada satu rumah yang terdampak dan kemarin masih dilakukan identifikasi teman-teman,” jelas dia. (ang/naz/riz)






Reporter: Anggi Fridianto
- Advertisement -

JOMBANG – Kondisi tebing jalan longsor di Dusun Sungkul, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam kian memprihatinkan, menyusul terjadinya longsor susulan Jumat (17/6) lalu. Hingga kini upaya perbaikan masih terkendala faktor anggaran. Warga pun waswas ancaman longsor susulan.

Haris Aminuddin Camat Wonosalam mengatakan, hingga kemarin belum ada penanganan tebing longsor di Dusun Sungkul, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam. Sebaliknya, dampak longsor semakin parah menyusul terjadinya longsor susulan di titik tersebut Jumat (17/6) lalu.

Dia menerangkan, setelah kejadian longsor besar pada 25 Mei lalu, terjadi longsor susulan. Masing-masing pada 16 Juni dan 17 Juni berturut-turut. ”Akibat intesitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan longsor susulan di Desa Jarak dengan titik yang sama sebelumnya,” ujar dia.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam longsor tersebut. Meski begitu, warga semakin waswas.  Ia menyebut, kerugian hanya berdampak pada rusaknya tanaman warga yang tertimbun material longsor. ”Setelah longsor, warga sekitar membersihkan sisa longsoran tanah yang ada di bahu jalan dan memberikan penanda pembatas bahaya pada jalan,” papar dia.

Baca Juga :  Persiapan Porprov, Atlet Voli di Jombang Lari 10 Kilometer di Wonosalam

Haris mengimbau warga setempat agar selalu waspada dan berhati-hati, terlebih saat hujan turun. ”Karena Desa Jarak wilayah kategori rawan bencana,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoradi menjelaskan, longsor pada tebing jalan di Dusun Sungkul, Desa Jarak longsor sudah masuk rencana penanganan. Namun, kini masih menunggu anggaran dari belanja tidak terduga (BTT) cair. ”Kita masih menunggu SK penetapan anggaran. Rencana kebutuhan bahan sudah kita sampaikan, tinggal penetapan anggaran, dan transfer alokasi anggarannya,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (19/6).

- Advertisement -

Diketahui, anggaran untuk menangani tebing yang longsor setinggi 30 meter tersebut senilai diperkirakan mencapai Rp 980 juta. Penanganan bakal dilakukan dengan bronjong mengingat kondisi kontur tanah yang mudah longsor. ”Ya kita bronjong,” tambahnya.

Baca Juga :  Tak Hanya Kolak Ketan, Di Wonosalam Durian Juga Diolah untuk Es Campur

Sementara itu, saat disinggung dampak longsoran susulan yang terjadi pada (16/6) lalu, Bayu menyebut tidak ada akses jalan milik PUPR yang rusak. Meski begitu, dia tak menampik terganggunya akses jalan warga. ”Kalau dampak kerusakan jalan kabupaten seperti yang terjadi pada 25 Mei lalu tidak ada. Namun ada satu rumah yang terdampak dan kemarin masih dilakukan identifikasi teman-teman,” jelas dia. (ang/naz/riz)






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/