alexametrics
31.5 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

Pembangunan Lapak Relokasi Pedagang Tunggu Lelang Rampung  

JOMBANG – Dua dari tiga pasar daerah yang dirombak tahun ini berimbas ke pedagang yang harus boyongan. Tempat relokasi sudah ditentukan. Mereka dibuatkan lapak sementara dan bakal pindah setelah proses lelang proyek rampung dilakukan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Hari Oetomo, melalui Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Nursila Cahyaningrum, menuturkan tempat relokasi pedagang sudah disediakan. Pedagang bakal dibuatkan lapak sementara untuk berjualan.

”Jadi untuk titiknya sudah ada, seperti Pasar Pon itu direlokasi parkiran depan, khusus pedagang unggas ke Pasar Hewan Peterongan. Sedangkan pedagang Pasar Tunggorono sebagian ada di dekat pasar hewan atau kambing dan menempati kios yang tutup atau kosong,” katanya, Sabtu kemarin (18/6).

Baca Juga :  Ruko Simpang Tiga, Aset Strategis yang Bikin Tekor Pemkab Jombang

Saat ini, lapak atau kios sementara bagi pedagang yang terdampak belum dibuat. Ketika lelang proyek dua pasar itu selesai atau sudah ada pemenang, baru pengerjaan lapak sementara dilakukan. Pembuatan lapak sementara itu agar pedagang bisa tetap berjualan. Baru kemudian dilakukan pembongkaran.

Hal ini berbeda dengan pembangunan Pasar Perak sebelumnya yang menyiapkan lapak pedagang terlebih dahulu. Saat itu memang seluruh bangunan sudah dibongkar. ”Sehingga dibuatkan semi permanen,” pungkas dia. (fid/bin/riz)

- Advertisement -

JOMBANG – Dua dari tiga pasar daerah yang dirombak tahun ini berimbas ke pedagang yang harus boyongan. Tempat relokasi sudah ditentukan. Mereka dibuatkan lapak sementara dan bakal pindah setelah proses lelang proyek rampung dilakukan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Hari Oetomo, melalui Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Nursila Cahyaningrum, menuturkan tempat relokasi pedagang sudah disediakan. Pedagang bakal dibuatkan lapak sementara untuk berjualan.

”Jadi untuk titiknya sudah ada, seperti Pasar Pon itu direlokasi parkiran depan, khusus pedagang unggas ke Pasar Hewan Peterongan. Sedangkan pedagang Pasar Tunggorono sebagian ada di dekat pasar hewan atau kambing dan menempati kios yang tutup atau kosong,” katanya, Sabtu kemarin (18/6).

Baca Juga :  Bertemu METI Jepang, Menko Airlangga Bahasa Kerjasama dan Investasi

Saat ini, lapak atau kios sementara bagi pedagang yang terdampak belum dibuat. Ketika lelang proyek dua pasar itu selesai atau sudah ada pemenang, baru pengerjaan lapak sementara dilakukan. Pembuatan lapak sementara itu agar pedagang bisa tetap berjualan. Baru kemudian dilakukan pembongkaran.

Hal ini berbeda dengan pembangunan Pasar Perak sebelumnya yang menyiapkan lapak pedagang terlebih dahulu. Saat itu memang seluruh bangunan sudah dibongkar. ”Sehingga dibuatkan semi permanen,” pungkas dia. (fid/bin/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/