alexametrics
22.4 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Sapi Suspek PMK di Jombang Jadi 224 Ekor, Tersebar di 9 Kecamatan

JOMBANG – Dalam hitungan hari, jumlah sapi yang ditemukan sakit dengan gejala penyakit kuku dan mulut (PMK) terus bertambah. Dari semula 186 ekor, kini menjadi 224 ekor. Bahkan, sebarannya meluas hingga sembilan kecamatan di Jombang.

Kepala Dinas Peternakan Agus Susilo Sugioto membenarkan temuan sapi suspek PMK di Jombang yang terus bertambah. ”Benar, berdasar hasil pemantauan tim kami di lapangan, jumlah suspek PMK terus bertambah, dan terakhir menjadi 224 ekor,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (18/4).

Bila sebelumnya sebaran PMK berada di delapan kecamatan. Kali ini bertambah satu lagi dari Kecamatan Jombang. ”Temuan PMK terbaru ada dari Kecamatan Jombang, sehingga total ada sembilan kecamatan yang tersebar di 18 desa,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Kajari Jombang Resmikan Lima Rumah Restorative Justice

Meski jumlah sapi sakit dengan gejala PMK terus meluas dan bertambah. Hingga kemarin (18/5), belum ada tambahan kasus kematian. Setiap ekor sapi yang sakit sudah mendapat penanganan. ”Tim kami setiap hari keliling menangani sapi-sapi yang sakit. Baik diberikan penyuntikan antibiotik maupun vitamin,’’ terang dia.

Penanganan tersebut sudah mulai menunjukkan hasil positif. Puluhan ekor sapi yang suspek PMK dari empat desa di Kecamatan Wonosalam misalnya, dalam perkembangannya sekarang semua menunjukkan gejala sembuh. Selain itu, meski diketahui ada 224 ekor sapi suspek PMK. Agus sendiri belum berani menyebut ratusan sapi tersebut terkonfirmasi PMK atau bukan.

Sebab, dari beberapa sampel yang dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta, sampai sekarang belum keluar. Hanya saja, gejala yang dialami ratusan sapi tersebut mengarah ke PMK. ”Secara resmi kami menunggu SK Kementan,’’ papar dia.

Baca Juga :  Sapi Sakit di Tembelang Akhirnya Mati, Dipastikan Positif PMK

Sesuai arahan bupati, beberapa langkah mengatasi PMK sudah dilakukan di Jombang. Selain penanganan berupa pemberian antibiotik dan vitamin, langkah antisipasi dengan pembatasan sapi yang masuk ke Jombang juga terus dilakukan. ”Skrining sapi yang masuk ke pasar hewan maupun di RPH tetap kita lakukan,’’ pungkas Agus. (ang/bin)






Reporter: Anggi Fridianto
- Advertisement -

JOMBANG – Dalam hitungan hari, jumlah sapi yang ditemukan sakit dengan gejala penyakit kuku dan mulut (PMK) terus bertambah. Dari semula 186 ekor, kini menjadi 224 ekor. Bahkan, sebarannya meluas hingga sembilan kecamatan di Jombang.

Kepala Dinas Peternakan Agus Susilo Sugioto membenarkan temuan sapi suspek PMK di Jombang yang terus bertambah. ”Benar, berdasar hasil pemantauan tim kami di lapangan, jumlah suspek PMK terus bertambah, dan terakhir menjadi 224 ekor,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (18/4).

Bila sebelumnya sebaran PMK berada di delapan kecamatan. Kali ini bertambah satu lagi dari Kecamatan Jombang. ”Temuan PMK terbaru ada dari Kecamatan Jombang, sehingga total ada sembilan kecamatan yang tersebar di 18 desa,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Belajar dari Kasus di Tembelang, Ini Gejala Sapi Terjangkit PMK

Meski jumlah sapi sakit dengan gejala PMK terus meluas dan bertambah. Hingga kemarin (18/5), belum ada tambahan kasus kematian. Setiap ekor sapi yang sakit sudah mendapat penanganan. ”Tim kami setiap hari keliling menangani sapi-sapi yang sakit. Baik diberikan penyuntikan antibiotik maupun vitamin,’’ terang dia.

Penanganan tersebut sudah mulai menunjukkan hasil positif. Puluhan ekor sapi yang suspek PMK dari empat desa di Kecamatan Wonosalam misalnya, dalam perkembangannya sekarang semua menunjukkan gejala sembuh. Selain itu, meski diketahui ada 224 ekor sapi suspek PMK. Agus sendiri belum berani menyebut ratusan sapi tersebut terkonfirmasi PMK atau bukan.

Sebab, dari beberapa sampel yang dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta, sampai sekarang belum keluar. Hanya saja, gejala yang dialami ratusan sapi tersebut mengarah ke PMK. ”Secara resmi kami menunggu SK Kementan,’’ papar dia.

Baca Juga :  Mudik Lewat Tol Pakai Mobil Pribadi, Hindari Jam-Jam Padat Ini
- Advertisement -

Sesuai arahan bupati, beberapa langkah mengatasi PMK sudah dilakukan di Jombang. Selain penanganan berupa pemberian antibiotik dan vitamin, langkah antisipasi dengan pembatasan sapi yang masuk ke Jombang juga terus dilakukan. ”Skrining sapi yang masuk ke pasar hewan maupun di RPH tetap kita lakukan,’’ pungkas Agus. (ang/bin)






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/