alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

PTM 100 persen di Jombang, Masuk Sekolah Setiap Jenjang Berbeda

JOMBANG – Draf kurikulum PTM 100 persen untuk membedakan jam masuk sekolah telah dirampungkan. Salah satunya, jam masuk sekolah setiap jenjang bakal berbeda antara siswa SD dengan SMP.

”Jadi draf sudah rampung dan sudah kita kirim ke pemkab,’’ ujar Rudy Priyo Utomo Ketua MKKS SMPN Jombang, petang kemarin. Ada beberapa aturan dalam draf yang disusun bersama tersebut. Misalnya, PTM 100 persen dibatasi enam jam pelajaran per hari.

Setiap tingkat sekolah, lanjutnya, mulai kelas 7, 8 dan 9 tidak boleh datang dan pulang secara bersamaan. Pengaturan jam pelajaran mulai Senin – Kamis sebanyak enam jam pelajaran. Sementara, hari Jumat tiga jam pelajaran dan Sabtu lima jam pelajaran. ”Saat PTM 100 persen tidak ada istirahat, artinya kantin belum diizinkan buka,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Jalan Rusak Ruas Kabuh-Tapen Tak Kunjung Ditangani

Selain itu, terdapat perbedaan masuk sekolah. Untuk kelas 7  dilakukan pemeriksaan kesehatan mulai 07.00 – 07.40 dan mulai pembelajaran pukul 07.40. Kelas 8 pemeriksaan kesehatan mulai 07.40 – 08.20 dan mulai pembelajaran pukul 08.20. Sedangkan kelas 9 dilakukan pemeriksaan kesehatan mulai pukul 08.20 – 09.00 dan mulai pembelajaran pukul 09.00.

“Jadi dalam pemeriksaan kesehatan kita berikan waktu agak lama karena jumlah siswa juga banyak. Dilakukan satu persatu mulai cuci tangan dan pengukuran suhu tubuh,’’ jelas pria yang akrab disapa Yoyok ini. 

Setelah draf tersebut dikirim, Pemkab kemudian meminta satuan pendidikan melakukan pendataan persiapan PTM 100 persen. Di antaranya, mengupdate daftar sarpras yang dimiliki, mengumpulkan fotokopi sertifikat vaksin pendidik dan tenaga pendidik. Termasuk merekap jumlah pendidik dan tenaga pendidik yang sudah divaksin atau belum. ”Jadi mulai tadi kami lakukan sebagai bentuk kesiapan PTM 100 persen,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Truk Tangki Isi Tiner Terguling di Tol

Hal senada disampaikan Abdurrohman Ketua Forum Kelompok Kerja Kepala SD Kabupaten Jombang, yang menyebut sejak Senin (17/1), menerima instruksi untuk melakukan pendataan kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah mengikuti vaksinasi. ”Kami diminta melakukan pendataan itu,’’ ujar dia.

Secara umum, lanjutnya, vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan di lingkup SD sudah rampung. Hanya ada beberapa yang belum divaksin karena alasan komorbid. ”Untuk vaksin siswa SD juga terus berjalan. Misalnya di Kecamatan Jogoroto sudah hampir tuntas untuk dosis 1,’’ pungkas Kepala SDN Sumbermulyo 1 ini.

- Advertisement -

JOMBANG – Draf kurikulum PTM 100 persen untuk membedakan jam masuk sekolah telah dirampungkan. Salah satunya, jam masuk sekolah setiap jenjang bakal berbeda antara siswa SD dengan SMP.

”Jadi draf sudah rampung dan sudah kita kirim ke pemkab,’’ ujar Rudy Priyo Utomo Ketua MKKS SMPN Jombang, petang kemarin. Ada beberapa aturan dalam draf yang disusun bersama tersebut. Misalnya, PTM 100 persen dibatasi enam jam pelajaran per hari.

Setiap tingkat sekolah, lanjutnya, mulai kelas 7, 8 dan 9 tidak boleh datang dan pulang secara bersamaan. Pengaturan jam pelajaran mulai Senin – Kamis sebanyak enam jam pelajaran. Sementara, hari Jumat tiga jam pelajaran dan Sabtu lima jam pelajaran. ”Saat PTM 100 persen tidak ada istirahat, artinya kantin belum diizinkan buka,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Mengajar Yes, Menulis Buku Oke

Selain itu, terdapat perbedaan masuk sekolah. Untuk kelas 7  dilakukan pemeriksaan kesehatan mulai 07.00 – 07.40 dan mulai pembelajaran pukul 07.40. Kelas 8 pemeriksaan kesehatan mulai 07.40 – 08.20 dan mulai pembelajaran pukul 08.20. Sedangkan kelas 9 dilakukan pemeriksaan kesehatan mulai pukul 08.20 – 09.00 dan mulai pembelajaran pukul 09.00.

“Jadi dalam pemeriksaan kesehatan kita berikan waktu agak lama karena jumlah siswa juga banyak. Dilakukan satu persatu mulai cuci tangan dan pengukuran suhu tubuh,’’ jelas pria yang akrab disapa Yoyok ini. 

Setelah draf tersebut dikirim, Pemkab kemudian meminta satuan pendidikan melakukan pendataan persiapan PTM 100 persen. Di antaranya, mengupdate daftar sarpras yang dimiliki, mengumpulkan fotokopi sertifikat vaksin pendidik dan tenaga pendidik. Termasuk merekap jumlah pendidik dan tenaga pendidik yang sudah divaksin atau belum. ”Jadi mulai tadi kami lakukan sebagai bentuk kesiapan PTM 100 persen,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Truk Tangki Isi Tiner Terguling di Tol

- Advertisement -

Hal senada disampaikan Abdurrohman Ketua Forum Kelompok Kerja Kepala SD Kabupaten Jombang, yang menyebut sejak Senin (17/1), menerima instruksi untuk melakukan pendataan kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah mengikuti vaksinasi. ”Kami diminta melakukan pendataan itu,’’ ujar dia.

Secara umum, lanjutnya, vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan di lingkup SD sudah rampung. Hanya ada beberapa yang belum divaksin karena alasan komorbid. ”Untuk vaksin siswa SD juga terus berjalan. Misalnya di Kecamatan Jogoroto sudah hampir tuntas untuk dosis 1,’’ pungkas Kepala SDN Sumbermulyo 1 ini.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/