alexametrics
31.1 C
Jombang
Wednesday, May 25, 2022

Mengadu Dampak Proyek Jembatan Baru Ploso, Warga Dipingpong

JOMBANG – Keluhan sejumlah warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso terkait munculnya genangan air ke rumah-rumah warga dampak penutupan saluran untuk pelebaran jalan proyek jembatan baru Ploso belum tertangani. Sejumlah upaya laporan warga juga tak mendapat respons konkret.

”Dari PU suruh lapor ke Waskita, dari Waskita suruh lapor ke PU, begitu terus,” terang Rahmad, salah satu warga Rejoagung kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Dia pun menyesalkan pihak pelaksana proyek yang terkesan abai dengan protes warga terkait dampak pengerjaan proyek jembatan baru Ploso. ”Sampai sekarang belum ada solusi, belum ada penanganan. Padahal hampir setiap kali hujan sudah kita laporkan ke pihak proyek juga dinas soal keluhan kita,” ungkap M Rahmad, salah satu warga Rejoagung, Senin (17/1) kemarin.

Rahmad menjelaskan, sejak sungai di depan rumah warga ditutup untuk pelebaran jalan, pihak proyek terkesan tak memperhatikan dampaknya. Menurutnya, proyek hanya bekerja mengejar target namun tak memikirkan dampak yang dirasakan warga sekitar. ”Urukan juga masih dibiarkan, tidak ditutup atau ditata. Sehingga saat kena air ya terus turun ini tanahnya,” lanjutnya.

Telebih, warga juga menyebut beberapa titik lubang pembuangan air di pinggir jalan yang dibangun pelaksana proyek tidak berfungsi maksimal. Air dari jalan, tidak masuk ke sungai melalui lubang saluran. Sebaliknya air turun menuju rumah-rumah warga dan menggenangi jalan lingkungan. ”Salurannya tidak jelas itu. Bisa dilihat beberapa lubangnya buntu, tidak ada terusannya ke bawah,” ucapnya sembari menunjuk salah satu lubang pembuangan.

Baca Juga :  Kembangkan Beragam Model, Pemasaran Tembus Luar Pulau

Akibatnya, air selalu masuk ke permukiman bahkan rumah warga ketika hujan deras datang. ”Seperti belakang itu bisa dilihat, dulu-dulu tidak pernah begitu,” terangnya sambil menunjukkan salah satu titik genangan.

Rahmad menyebut, warga sudah seringkali melaporkan kejadian ini kepada perwakilan PT Waskita Karya juga instansi berwenang namun belum mendapat resposn konkret. ”Dari PU suruh lapor ke Waskita, dari Waskita suruh lapor ke PU, begitu terus,” tambahnya sembari catatan pesan di HP.

Warga berharap segera ada penanganan dampak tersebut. ”Kita sudah merelakan jembatan kita kemarin dibongkar, tapi ya tolong ditata, supaya tidak begini, dirapikan lah minimal,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek pembangunan jembatan Ploso Baru belum merespons. Upaya konfirmasi wartawan ke sambungan nomor seluler Jajang Asparin, Project Manajer PT Waskita Karya tak dijawab. Sementara Eko, perwakilan dari Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur juga tak menanggapi banyak. ”Ya sudah di konfirmasikan ke pihak Waskita, segera ditindaklanjuti pengkondisiannya,” tulis Eko dalam pesan singkat WhatsApp.

Baca Juga :  Pemkab Jombang Ringankan Masyarakat, Bulan Bebas Denda

Seperti diberitakan sebelumnya, keluhan sejumlah warga dampak pelebaran jalan proyek pembangunan jembatan baru Ploso belum tertangani. Sebaliknya, warga kian resah lantaran rumahnya terus jadi jujukan genangan air saat hujan.

Dwi Fuji Lestari, warga Desa Rejoagung, kecamatan Ploso menerangkan, pelebaran jalan berdampak pada rumah-rumah warga.  Lantaran saluran di depan rumahnya ditutup, saat ini rumahnya jadi jujukan genangan air saat hujan. ”Masih  harus ditambal cornya mas, karena kalau hujan merembes airnya ke dalam rumah,” ungkapnya.

Maklum saja, sejak sekunder Jatimlerek ditutup box culvert dan dibangun rigid diatasnya untuk pelebaran jalan. Letak permukiman warga yang lebih rendah, sehingga jadi jujukan genangan air.

Saat hujan turun, air tumpahan dari jalan masuk ke rumahnya. Selain itu, air juga merembes melalui celah dinding. ”Seperti itu kan kelihatan bekas rembesannya,” ucapnya sembari menunjuk dinding ruang tamunya yang terdapat sisa rembesan air.

Kondisi yang sama dialami Ira Nur Wijayanti, 40,. Pasca pelebaran jalan, saat ini rumahnya jadi jujukan genangan air saat hujan. ”Itu kemarin air masuk semua ke dalam rumah, sampai menggenang,” bebernya.

- Advertisement -

JOMBANG – Keluhan sejumlah warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso terkait munculnya genangan air ke rumah-rumah warga dampak penutupan saluran untuk pelebaran jalan proyek jembatan baru Ploso belum tertangani. Sejumlah upaya laporan warga juga tak mendapat respons konkret.

”Dari PU suruh lapor ke Waskita, dari Waskita suruh lapor ke PU, begitu terus,” terang Rahmad, salah satu warga Rejoagung kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Dia pun menyesalkan pihak pelaksana proyek yang terkesan abai dengan protes warga terkait dampak pengerjaan proyek jembatan baru Ploso. ”Sampai sekarang belum ada solusi, belum ada penanganan. Padahal hampir setiap kali hujan sudah kita laporkan ke pihak proyek juga dinas soal keluhan kita,” ungkap M Rahmad, salah satu warga Rejoagung, Senin (17/1) kemarin.

Rahmad menjelaskan, sejak sungai di depan rumah warga ditutup untuk pelebaran jalan, pihak proyek terkesan tak memperhatikan dampaknya. Menurutnya, proyek hanya bekerja mengejar target namun tak memikirkan dampak yang dirasakan warga sekitar. ”Urukan juga masih dibiarkan, tidak ditutup atau ditata. Sehingga saat kena air ya terus turun ini tanahnya,” lanjutnya.

Telebih, warga juga menyebut beberapa titik lubang pembuangan air di pinggir jalan yang dibangun pelaksana proyek tidak berfungsi maksimal. Air dari jalan, tidak masuk ke sungai melalui lubang saluran. Sebaliknya air turun menuju rumah-rumah warga dan menggenangi jalan lingkungan. ”Salurannya tidak jelas itu. Bisa dilihat beberapa lubangnya buntu, tidak ada terusannya ke bawah,” ucapnya sembari menunjuk salah satu lubang pembuangan.

Baca Juga :  Satu Keluarga Hidup Berdampingan dengan 19 Ekor Ular Piton

Akibatnya, air selalu masuk ke permukiman bahkan rumah warga ketika hujan deras datang. ”Seperti belakang itu bisa dilihat, dulu-dulu tidak pernah begitu,” terangnya sambil menunjukkan salah satu titik genangan.

- Advertisement -

Rahmad menyebut, warga sudah seringkali melaporkan kejadian ini kepada perwakilan PT Waskita Karya juga instansi berwenang namun belum mendapat resposn konkret. ”Dari PU suruh lapor ke Waskita, dari Waskita suruh lapor ke PU, begitu terus,” tambahnya sembari catatan pesan di HP.

Warga berharap segera ada penanganan dampak tersebut. ”Kita sudah merelakan jembatan kita kemarin dibongkar, tapi ya tolong ditata, supaya tidak begini, dirapikan lah minimal,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek pembangunan jembatan Ploso Baru belum merespons. Upaya konfirmasi wartawan ke sambungan nomor seluler Jajang Asparin, Project Manajer PT Waskita Karya tak dijawab. Sementara Eko, perwakilan dari Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur juga tak menanggapi banyak. ”Ya sudah di konfirmasikan ke pihak Waskita, segera ditindaklanjuti pengkondisiannya,” tulis Eko dalam pesan singkat WhatsApp.

Baca Juga :  Pemkab Jombang Ringankan Masyarakat, Bulan Bebas Denda

Seperti diberitakan sebelumnya, keluhan sejumlah warga dampak pelebaran jalan proyek pembangunan jembatan baru Ploso belum tertangani. Sebaliknya, warga kian resah lantaran rumahnya terus jadi jujukan genangan air saat hujan.

Dwi Fuji Lestari, warga Desa Rejoagung, kecamatan Ploso menerangkan, pelebaran jalan berdampak pada rumah-rumah warga.  Lantaran saluran di depan rumahnya ditutup, saat ini rumahnya jadi jujukan genangan air saat hujan. ”Masih  harus ditambal cornya mas, karena kalau hujan merembes airnya ke dalam rumah,” ungkapnya.

Maklum saja, sejak sekunder Jatimlerek ditutup box culvert dan dibangun rigid diatasnya untuk pelebaran jalan. Letak permukiman warga yang lebih rendah, sehingga jadi jujukan genangan air.

Saat hujan turun, air tumpahan dari jalan masuk ke rumahnya. Selain itu, air juga merembes melalui celah dinding. ”Seperti itu kan kelihatan bekas rembesannya,” ucapnya sembari menunjuk dinding ruang tamunya yang terdapat sisa rembesan air.

Kondisi yang sama dialami Ira Nur Wijayanti, 40,. Pasca pelebaran jalan, saat ini rumahnya jadi jujukan genangan air saat hujan. ”Itu kemarin air masuk semua ke dalam rumah, sampai menggenang,” bebernya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/