alexametrics
22.7 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Keracunan di Podoroto, Pasien di Puskesmas Pulang, Lima Orang Bertahan di RS

JOMBANG – Sejumlah korban keracunan di Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, mulai pulih. Khususnya mereka yang dirawat di Puskesmas. Namun, lima orang yang dilarikan ke rumah sakit, hingga (16/5) kemarin masih dalam perawatan.

“Belum pulang yang di RS, kan itu ada lima orang. Tiga di RS Sakinah, satu RS Rekso Waluya, dan satunya di RS Basuni,” ucap Ahmad  Mustain Kepala Dusun Garu, kepada wartawan kemarin (16/5). Kelima warganya itu sebelumnya sempat dilarikan ke puskesmas. Namun karena kondisinya lebih parah, mereka dibawa ke rumah sakit di Mojokerto.

“Kita juga belum tahu kondisi terkini, apakah sudah sehat total atau masih parah, yang jelas belum pulang semua,” tambahnya. Saat disinggung soal puluhan warga lain yang sempat mengalami keracunan namun melakukan rawat jalan, Mustain menyebut sudah normal. Warga sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa. “Untuk yang rawat jalan Alhamdulillah sudah sehat lagi,” tegasnya.

Baca Juga :  Sidang Korupsi Perpusdes, Saksi Ahli Tak Hadir, Ditunda Dua Minggu

Sementara itu, sembilan pasien yang dirawat di Puskesmas Kesamben sejak Kamis (12/5) lalu, seluruhnya telah pulang ke rumah masing-masing. “Untuk yang di Puskesmas hari ini sudah pulang semua,” ucap Imam Purwanto salah seorang perawat Puskesmas Kesamben, melalui sambungan telepon, kemarin (16/5).

Ia memastikan, seluruh pasien itu sudah dalam kondisi sehat. Keluhan saat datang awal berupa mual muntah, diare serta dehidrasi seluruhnya sudah tertangani. “Sekitar pukul 10.00 tadi sudah pulang semua dalam kondisi sehat,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, mengalami keracunan masal sejak Kamis (12/5) lalu. Keracunan dirasakan mereka setelah menyantap nasi kotak berkatan yang didapat dari acara yasinan di kampung.

Baca Juga :  SMPN 6 Jombang Usung Program Gerakan Literasi Sekolah

Warga yang memakan nasi kotak, mengalami gejala serupa, yakni mual, muntah dan diare disusul demam. Dinkes menyebut, ada lebih dari 40 orang yang terdampak keracunan nasi kotak berkatan. Dari jumlah itu 35 orang menjalani rawat jalan, sembilan orang rawat inap di Puskesmas Kesamben, serta lima orang dirawat di RS Mojokerto. (riz/bin/riz)

- Advertisement -

JOMBANG – Sejumlah korban keracunan di Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, mulai pulih. Khususnya mereka yang dirawat di Puskesmas. Namun, lima orang yang dilarikan ke rumah sakit, hingga (16/5) kemarin masih dalam perawatan.

“Belum pulang yang di RS, kan itu ada lima orang. Tiga di RS Sakinah, satu RS Rekso Waluya, dan satunya di RS Basuni,” ucap Ahmad  Mustain Kepala Dusun Garu, kepada wartawan kemarin (16/5). Kelima warganya itu sebelumnya sempat dilarikan ke puskesmas. Namun karena kondisinya lebih parah, mereka dibawa ke rumah sakit di Mojokerto.

“Kita juga belum tahu kondisi terkini, apakah sudah sehat total atau masih parah, yang jelas belum pulang semua,” tambahnya. Saat disinggung soal puluhan warga lain yang sempat mengalami keracunan namun melakukan rawat jalan, Mustain menyebut sudah normal. Warga sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa. “Untuk yang rawat jalan Alhamdulillah sudah sehat lagi,” tegasnya.

Baca Juga :  Keracunan di Podoroto, Polisi Tambah Dua Saksi

Sementara itu, sembilan pasien yang dirawat di Puskesmas Kesamben sejak Kamis (12/5) lalu, seluruhnya telah pulang ke rumah masing-masing. “Untuk yang di Puskesmas hari ini sudah pulang semua,” ucap Imam Purwanto salah seorang perawat Puskesmas Kesamben, melalui sambungan telepon, kemarin (16/5).

Ia memastikan, seluruh pasien itu sudah dalam kondisi sehat. Keluhan saat datang awal berupa mual muntah, diare serta dehidrasi seluruhnya sudah tertangani. “Sekitar pukul 10.00 tadi sudah pulang semua dalam kondisi sehat,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, mengalami keracunan masal sejak Kamis (12/5) lalu. Keracunan dirasakan mereka setelah menyantap nasi kotak berkatan yang didapat dari acara yasinan di kampung.

Baca Juga :  Perbaikan Abutment Jembatan Tegalsari Terkendala Anggaran
- Advertisement -

Warga yang memakan nasi kotak, mengalami gejala serupa, yakni mual, muntah dan diare disusul demam. Dinkes menyebut, ada lebih dari 40 orang yang terdampak keracunan nasi kotak berkatan. Dari jumlah itu 35 orang menjalani rawat jalan, sembilan orang rawat inap di Puskesmas Kesamben, serta lima orang dirawat di RS Mojokerto. (riz/bin/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/