alexametrics
22.7 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Ditutup Sirtu, Jalan di Desa Gedangan ini Becek dan Berlumpur Tiap Hujan

JOMBANG – Kerusakan jalan kabupaten juga terlihat di Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito. Ketika turun hujan, kondisi jalan jadi becek dan berlumpur.

Seperti terpantau Senin kemarin (16/5), salah satu titik kerusakan permukaan aspal sudah tak terlihat. Paling banyak genangan air. Tak sedikit lumpur warna kecokelatan menghiasi jalan. ”Sekarang rusaknya tambah parah,” tutur Ali salah serang warga Dusun Borocilik.

Munculnya warna kecokelatan itu lantaran kerusakan sebelumnya terpaksa ditutup dengan menggunakan material seadanya. ”Kalau nggak salah pakai tanah merah campur sirtu,” imbuh dia.

Hal itu dilakukan lantaran jalan yang rusak semakin parah. Sementara perbaikan tak kunjung datang. Akhirnya ditutup sementara sebagai antisipasi, agar tidak membahayakan pengguna jalan yang melintas. ”Sebelum hari raya itu ada yang nutup. Warga sekitar, cuma dari mana saya kurang tahu, yang penting ketutup,” katanya.

Baca Juga :  Pemeliharaan Rutin, Dinas PUPR Prioritaskan Jalur Alternatif Mudik Lebaran

Di ruas yang sama atau menuju Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben kondisinya juga demikian. Lubang menyebar di mana-mana sehingga pengendara sepeda motor harus melipir di pinggir jalan. ”Jalan ini ke arah Ngrandulor (Kecamatan Peterongan, Red) dan arah ke Bakalan (Kecamatan Sumobito, Red),” kata Hadi warga sekitar.

Terpisah, Kades Gedangan Edy Santoso mengakui, sampai sekarang kondisi kerusakan semakin berat lantaran tak kunjung ada perbaikan. ”Jadi seminggu sebelum hari raya diuruk, pakai dana pribadi. Tapi, yang ngeler masyarakat,” bebernya.

Langkah itu dilakukan karena pihaknya terlalu lama menunggu penanganan. Sementara jalan itu merupakan akses vital menuju tiga kecamatan. ”Supaya yang dari luar (Jombang, Red) pulang kampung lewat sini tidak kaget. Jalannya rusak parah, biar tidak terlalu parah,” imbuh dia.

Baca Juga :  Studi Kelayakan Situs Ditarget Bisa Mulai Tahun Ini

Upaya mengirim proposal ke pemkab, menurutnya belum ada respons. ”Belum ada sama sekali, akan kita siapkan lagi kalau tidak jelas kapan perbaikannya,” terang Edy.

Karena menggunakan material seadanya, dia tak menampik ketika hujan permukaan jalan becek. Namun, dinilai tak terlalu parah. ”Insya Allah tidak apa-apa, karena masih bisa meresap (air hujan, Red),” pungkasnya. (fid/bin/riz)






Reporter: Ainul Hafidz
- Advertisement -

JOMBANG – Kerusakan jalan kabupaten juga terlihat di Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito. Ketika turun hujan, kondisi jalan jadi becek dan berlumpur.

Seperti terpantau Senin kemarin (16/5), salah satu titik kerusakan permukaan aspal sudah tak terlihat. Paling banyak genangan air. Tak sedikit lumpur warna kecokelatan menghiasi jalan. ”Sekarang rusaknya tambah parah,” tutur Ali salah serang warga Dusun Borocilik.

Munculnya warna kecokelatan itu lantaran kerusakan sebelumnya terpaksa ditutup dengan menggunakan material seadanya. ”Kalau nggak salah pakai tanah merah campur sirtu,” imbuh dia.

Hal itu dilakukan lantaran jalan yang rusak semakin parah. Sementara perbaikan tak kunjung datang. Akhirnya ditutup sementara sebagai antisipasi, agar tidak membahayakan pengguna jalan yang melintas. ”Sebelum hari raya itu ada yang nutup. Warga sekitar, cuma dari mana saya kurang tahu, yang penting ketutup,” katanya.

Baca Juga :  Aktif Kegiatan Sosial Kemasyarakatan

Di ruas yang sama atau menuju Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben kondisinya juga demikian. Lubang menyebar di mana-mana sehingga pengendara sepeda motor harus melipir di pinggir jalan. ”Jalan ini ke arah Ngrandulor (Kecamatan Peterongan, Red) dan arah ke Bakalan (Kecamatan Sumobito, Red),” kata Hadi warga sekitar.

Terpisah, Kades Gedangan Edy Santoso mengakui, sampai sekarang kondisi kerusakan semakin berat lantaran tak kunjung ada perbaikan. ”Jadi seminggu sebelum hari raya diuruk, pakai dana pribadi. Tapi, yang ngeler masyarakat,” bebernya.

- Advertisement -

Langkah itu dilakukan karena pihaknya terlalu lama menunggu penanganan. Sementara jalan itu merupakan akses vital menuju tiga kecamatan. ”Supaya yang dari luar (Jombang, Red) pulang kampung lewat sini tidak kaget. Jalannya rusak parah, biar tidak terlalu parah,” imbuh dia.

Baca Juga :  Lebaran, Warga Utara Brantas Disuguhi Jalan Rusak

Upaya mengirim proposal ke pemkab, menurutnya belum ada respons. ”Belum ada sama sekali, akan kita siapkan lagi kalau tidak jelas kapan perbaikannya,” terang Edy.

Karena menggunakan material seadanya, dia tak menampik ketika hujan permukaan jalan becek. Namun, dinilai tak terlalu parah. ”Insya Allah tidak apa-apa, karena masih bisa meresap (air hujan, Red),” pungkasnya. (fid/bin/riz)






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/